Dikabarkan Gelar Acara dengan Organ Tunggal di Villa Cisarua, Wali Kota Bekasi: Sesuai Protokol

Kompas.com - 17/02/2021, 20:43 WIB
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi di Pemkot Bekasi, Rabu (26/2/2020). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAWali Kota Bekasi, Rahmat Effendi di Pemkot Bekasi, Rabu (26/2/2020).

BEKASI, KOMPAS.com - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengklarifikasi soal kabar menggelar pesta pribadi di villa kawasan Cisarua, Bogor, Rabu (3/2/2021).

Menurut kabar yang beredar, Rahmat Effendi yang akrab dipanggil Pepen mengadakan perayaan pesta ulang tahun.

Acara tersebut kemudian dibubarkan setelah Camat dan Kapolsek setempat menyambangi villa tersebut.

Baca juga: Buntut Pesta Ulang Tahun di Villa Puncak, Wali Kota Bekasi Akan Dilaporkan ke Bareskrim

Melalui video wawancara yang diunggah di akun Instagram-nya @bangpepen03, Pepen menjelaskan, acara tersebut hanya kegiatan internal keluarga.

"Kita enggak melakukan ulang tahun. Orang kumpul sama anak. Yang perempuan ada dua, laki satu, yang laki satu lagi nyusul," ujar Pepen, Rabu (17/2/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pepen lantas membahas kronologi lengkap dari acara tersebut.

Selepas melaksanakan sejumlah aktivitas sebagai Wali Kota dari pagi hingga siang, Pepen bertolak ke rumahnya di Cisarua pada sore hari untuk berkumpul bersama keluarga.

Menurutnya, kebetulan hari tersebut bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-57.

Pepen tetap bersikeras, acara yang ia gelar bukan pesta ulang tahun.

"Lah itu presepsi orang. Tapi kebetulan tanggal 3 itu umur bapak nambah 57 tahun, kan tak bisa dihindari. Saya tak melakukan hal-hal pada jam kerja," ucap Pepen.

Dia juga mengungkapkan bahwa ada beberapa pejabat hadir di acara tersebut. Akan tetapi, ia menekankan tidak mengundang mereka.

"Enggak ada sama sekali (mengundang orang). Situasinya malam kok, kita mau menghindar hal-hal yang seperti itu," lanjutnya.

Kendaraan mengganggu warga

Pepen menambahkan, ia tidak bisa menolak para tamu yang telah datang.

Meski begitu, ia mengaku tamu-tamunya mengganggu warga sekitar karena membawa kendaraan pribadi yang terparkir di jalanan depan rumahnya.

Pepen pun menduga, warga melapor ke aparat setempat karena kondisi jalanan sempit penuh kendaraan tersebut.

"Persoalan karena yang datang itu tidak tertib karena jalan kecil, kendaraan memarkir. Sehingga ada kegiatan orang yang mengganggu," kata Pepen.

Baca juga: Gelar Acara di Villa Cisarua, Wali Kota Bekasi Minta Maaf kepada Warga yang Terganggu

Tak melanggar protokol kesehatan

Camat dan Kapolsek kemudian mendatangi rumah Pepen sebagai respons dari laporan warga.

Pepen mengungkapkan, ia menyambut kedatangan Camat dan Kapolsek, menegaskan bahwa tak ada teguran yang dirinya terima lantaran merasa tidak melakukan pelanggaran protokol kesehatan (prokes).

Dia menekankan, protokol kesehatan tetap diberlakukan, seperti menyemprot rumahnya dengan disinfektan dan jumlah orang yang hadir di acara tidak melebihi kapasitas yang ditentukan.

"Bapak yang temuin, dijelasin sama pak camat, dijelasin sama pak Danramil. Ya sudah orang tak melakukan apa-apa. Ya sudah enggak ada apa-apa," katanya.

"Nah pelanggarnnya apa gitu loh? Kalau pelanggaran kan saya berarti diproses sama camat selaku ketua satgas kecamatan," tambah Pepen.

Kendati bersikukuh tidak melanggar prokes, Pepen meminta maaf kepada warga yang terganggu akibat acara keluarga tersebut.

"Saya juga minta maaf. Itu tanggung jawab saya. Mungkin ada warga yang terhalang karena jalan kecil ada kendarannya (terparkir)," tutup Pepen.

Sebelumnya, Camat Cisarua Deni Humaidi mengungkapkan, pihaknya mendapat laporan dari warga bahwa ada kegiatan yang mengundang khalayak ramai di dalam villa tersebut.

Bahkan, lanjut Deni, terdapat organ tunggal sebagai pengisi acara di sana.

"Atas informasi dari Satpol PP Kecamatan Cisarua yang mendapat laporan dari warga melalui WA (whatsapp), kami melakukan pengecekan," ujar Deni saat dikonfirmasi Tribun Jakarta, Senin (15/2/2021).

Petugas Satpol PP dengan Danramil 2124 Cisarua datang untuk memeriksa lokasi sekaligus meminta keterangan kepada beberapa orang.

Tak hanya itu, Deni selaku Camat sempat berbicara dengan Rahmat Effendi saat acara berlangsung.

"Masuk ke lokasi kegiatan dan meminta kegiatan/hiburan organ tunggal untuk dihentikan," jelasnya.

Setelah itu, Pepen pun menghentikan acara pesta ulang tahunnya. Semua tamu pulang ke tempat masing-masing.

(Reporter: Walda Marison / Editor: Sandro Gatra)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 20 Oktober: Jakarta Catat Penambahan 103 Kasus Covid-19

UPDATE 20 Oktober: Jakarta Catat Penambahan 103 Kasus Covid-19

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober: Tambah 4 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 20 Oktober: Tambah 4 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Masih Bisa Pakai Tes Antigen sebagai Syarat Terbang

Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Masih Bisa Pakai Tes Antigen sebagai Syarat Terbang

Megapolitan
Kembali Dibuka, Tempat Bermain Anak TangCity Mal Mulai Dikunjungi

Kembali Dibuka, Tempat Bermain Anak TangCity Mal Mulai Dikunjungi

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Pengunjung Supermarket-Pasar Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

PPKM Level 2 Jakarta, Pengunjung Supermarket-Pasar Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

Megapolitan
Pemkot Bogor Siapkan 68 Motor Sampah untuk Angkut Sampah di Wilayah yang Sulit Dijangkau Truk

Pemkot Bogor Siapkan 68 Motor Sampah untuk Angkut Sampah di Wilayah yang Sulit Dijangkau Truk

Megapolitan
Kota Bogor Hadapi Cuaca Ekstrem, Bima Arya Minta Jajarannya Siaga

Kota Bogor Hadapi Cuaca Ekstrem, Bima Arya Minta Jajarannya Siaga

Megapolitan
Pengelola Catat Ada 15.000 Pengunjung pada Hari Pertama Anak Boleh Masuk Ancol

Pengelola Catat Ada 15.000 Pengunjung pada Hari Pertama Anak Boleh Masuk Ancol

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka pada Sabtu, 23 Oktober

Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka pada Sabtu, 23 Oktober

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Kapasitas Pasar yang Jual Non-kebutuhan Sehari-hari Jadi 75 Persen

PPKM Level 2 Jakarta, Kapasitas Pasar yang Jual Non-kebutuhan Sehari-hari Jadi 75 Persen

Megapolitan
Tempat Bermain Anak dan Tempat Hiburan di Mal di Jakarta Boleh Beroperasi Selama PPKM Level 2

Tempat Bermain Anak dan Tempat Hiburan di Mal di Jakarta Boleh Beroperasi Selama PPKM Level 2

Megapolitan
PPKM Level 2 di Jakarta, Kapasitas Gym Naik Jadi Maksimal 50 Persen

PPKM Level 2 di Jakarta, Kapasitas Gym Naik Jadi Maksimal 50 Persen

Megapolitan
Aturan PPKM Level 2, Kantor Non-esensial di Jakarta Bisa Terapkan WFO Maksimal 50 Persen

Aturan PPKM Level 2, Kantor Non-esensial di Jakarta Bisa Terapkan WFO Maksimal 50 Persen

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Jumlah Jemaah Tempat Ibadah Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

PPKM Level 2 Jakarta, Jumlah Jemaah Tempat Ibadah Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

Megapolitan
Aturan PPKM Level 2 di Jakarta, Anak di Bawah 12 Tahun Diizinkan Masuk Bioskop

Aturan PPKM Level 2 di Jakarta, Anak di Bawah 12 Tahun Diizinkan Masuk Bioskop

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.