Membandingkan Kasus Pesta Raffi Ahmad dengan Wali Kota Bekasi, dari Kronologi hingga Pembelaan Diri

Kompas.com - 18/02/2021, 17:22 WIB
Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor melakukan pembubaran terhadap acara ulang tahun yang diselenggarakan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di salah satu villa yang berada di Kampung Baru Sireum, Desa Cibereum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada 3 Februari 2021 lalu. Dok Polres BogorTim Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor melakukan pembubaran terhadap acara ulang tahun yang diselenggarakan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di salah satu villa yang berada di Kampung Baru Sireum, Desa Cibereum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada 3 Februari 2021 lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi tengah disorot publik setelah diduga mengadakan acara pesta ulang tahun di villa kawasan Cisarua, Bogor, Rabu (3/2/2021).

Pria yang akrab disapa Pepen itu disebut melanggar protokol kesehatan perihal kerumunan saat pemerintah pusat menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Pulau Jawa dan Bali.

Kasus yang sedang dihadapi Pepen memiliki persamaan dengan masalah yang menimpa artis dan influencer, Raffi Ahmad, baru-baru ini.

Berikut Kompas.com merangkum dan membandingkan kedua kasus pesta yang melibatkan dua figur publik tersebut.

Baca juga: Pengacara Tak Punya Surat Kuasa, Raffi Ahmad Dinilai Tak Serius Jalani Sidang

Raffi ke pesta usai divaksin

Pada Rabu (13/1/2021), beredar foto-foto di media sosial berupa tangkapan layar dari video yang diunggah oleh akun resmi Raffi, @raffinagita 1717, di Insta Story.

Foto-foto itu memperlihatkan Raffi dan sejumlah selebritas berkumpul dalam sebuah acara yang kemudian diketahui sebagai pesta ulang tahun ayah pembalap Sean Gelael, Ricardo Gelael.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka tampak tidak menggunakan masker dan tak menjaga jarak saat berfoto bersama.

Hal itu kemudian menjadi kontroversi dikarenakan Raffi menjadi salah satu orang yang disuntik vaksin Covid-19 tahap pertama undangan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan pada Rabu pagi.

Raffi pun menuai komentar negatif dari warganet sehingga namanya menjadi trending topic di Twitter.

Bahkan, penyanyi dan aktris Sherina Munaf turut melontarkan kritik di Twitter dan Instagram.

"Halo Raffi Ahmad, setelah divaksin bukan berarti keluyuran rame-rame dong. Anda dipilih jatah awal-awal vaksin karena followers banyak. Dengan alasan yang sama, tolong berikutnya konsisten beri contoh yang baik. Please you can do better than this. Your followers are counting on you," kata Sherina.

Minta Maaf dan Gugatan

Menyadari pro kontra yang terjadi, Raffi kemudian menggunggah video permintaan maaf di akun Instagram-nya.

Raffi meminta maaf kepada Presiden Jokowi, Sekretariat Presiden, Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) dan masyarakat Indonesia.

"Pertama saya minta maaf yang sebesar-besarnya kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Jokowi, Sekretariat Presiden, KPC PEN, dan juga kepada seluruh masyarakat Indonesia atas peristiwa tersebut," ujar Raffi dalam unggahan di Instagram-nya, Kamis (14/1/2021).

Baca juga: Perjalanan Kasus Pesta Raffi Ahmad, Digugat ke Pengadilan hingga Polisi Hentikan Penyelidikan

Raffi memaparkan, tamu undangan telah menjalankan protokol kesehatan sebelum masuk ke dalam ruangan. Sehingga, ia tidak menggunakan masker pada acara tersebut.

“Jadi tadi malam itu bukan di tempat umum, tapi di rumah pribadi salah satu ayah teman saya. Itu sebelum masuk juga sudah ikut protokoler (pencegahan Covid-19),” jelas Raffi.

“Tapi pas di dalam, karena saya makan, saya enggak pakai masker dan ada yang foto,” lanjutnya.

Meski telah meminta maaf, Raffi tetap digugat oleh advokat David Tobing yang melaporkannya ke Pengadilan Negeri Depok, Jumat (15/1/2021).

Ia menilai, Raffi melanggar aturan terkait protokol kesehatan, seperti Pergub DKI Jakarta Nomor 3 Tahun 2021, Perda DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2020, atau Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

"Selain melanggar aturan, tindakan Raffi juga sudah melanggar norma kepatutan dan prinsip kehati-hatian yang membuktikan bahwa Raffi tidak melaksanakan kewajiban hukumnya sebagai tokoh publik dan influencer untuk menyosialisasilan program vaksinasi dan protokol kesehatan," ujar David.

Sampai hari ini, sidang gugatan David kepada Raffi masih berjalan sejak sidang pertama terjadi pada 27 Januari lalu di PN Depok.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Marak Tawuran Antar-geng di Jakarta, Polisi Lakukan Patroli Siber

Marak Tawuran Antar-geng di Jakarta, Polisi Lakukan Patroli Siber

Megapolitan
UPDATE 2 Agustus: Pasien Covid-19 Meninggal di Kota Bogor Capai 436 Kasus

UPDATE 2 Agustus: Pasien Covid-19 Meninggal di Kota Bogor Capai 436 Kasus

Megapolitan
Pungli Bansos di Tangerang, Polisi Panggil Pendamping PKH dan Satu Saksi Lainnya

Pungli Bansos di Tangerang, Polisi Panggil Pendamping PKH dan Satu Saksi Lainnya

Megapolitan
Ketahuan Sembunyi di Hutan, Pembunuh Pemilik Warung Kopi di Bogor Akhirnya Diringkus Polisi

Ketahuan Sembunyi di Hutan, Pembunuh Pemilik Warung Kopi di Bogor Akhirnya Diringkus Polisi

Megapolitan
Polisi Tangkap 4 Anggota Geng Motor Pelaku Tawuran yang Bunuh Lawannya di Duren Sawit

Polisi Tangkap 4 Anggota Geng Motor Pelaku Tawuran yang Bunuh Lawannya di Duren Sawit

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Bakal Tindak Sekolah yang Terbukti Menggelar Pembelajaran Tatap Muka

Pemprov DKI Jakarta Bakal Tindak Sekolah yang Terbukti Menggelar Pembelajaran Tatap Muka

Megapolitan
Posko Vaksinasi Covid-19 Dibuka di Citra Garden City, Kuota Per Hari 2.000 Orang

Posko Vaksinasi Covid-19 Dibuka di Citra Garden City, Kuota Per Hari 2.000 Orang

Megapolitan
Seorang Pemilik Ruko di Tangerang Dikalungkan Celurit dan Ditodong Pedang

Seorang Pemilik Ruko di Tangerang Dikalungkan Celurit dan Ditodong Pedang

Megapolitan
UPDATE 2 Agustus: Kabupaten Bekasi Catat 298 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 2 Agustus: Kabupaten Bekasi Catat 298 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Tambora Capai 51,9 Persen

Vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Tambora Capai 51,9 Persen

Megapolitan
Tolak Perubahan RPJMD, Fraksi PSI Nilai Anies Lari dari Janji Kampanye

Tolak Perubahan RPJMD, Fraksi PSI Nilai Anies Lari dari Janji Kampanye

Megapolitan
Aksi Pencurian Handphone di Cipayung, Pelaku Pura-pura Bertanya

Aksi Pencurian Handphone di Cipayung, Pelaku Pura-pura Bertanya

Megapolitan
Polisi Gelar Vaksinasi Covid-19 bagi 10.000 Warga di Kawasan Pabrik Jatiuwung

Polisi Gelar Vaksinasi Covid-19 bagi 10.000 Warga di Kawasan Pabrik Jatiuwung

Megapolitan
Selain Tino dan Hari, Empat Harimau Sumatera di Ragunan Juga Jalani Tes Swab PCR

Selain Tino dan Hari, Empat Harimau Sumatera di Ragunan Juga Jalani Tes Swab PCR

Megapolitan
154 Pasien Covid-19 Meninggal di Jakarta Hari Ini, Kasus Fatal Tak Kunjung Turun

154 Pasien Covid-19 Meninggal di Jakarta Hari Ini, Kasus Fatal Tak Kunjung Turun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X