BPTJ: Penumpang Transjakarta dan KRL Lebihi Kapasitas pada Jam Sibuk

Kompas.com - 18/02/2021, 17:40 WIB
Calon penumpang mengantre untuk menaiki bus Transjakarta di Halte Harmoni, Jakarta, Kamis (4/6/2020). Pemprov DKI Jakarta memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Panjang (PSBB) sekaligus sebagai masa transisi menuju tatanan normal baru, dengan salah satu kebijakannya tetap mempertahankan kuota 50 persen untuk kapasitas kendaraan pribadi dan transportasi massal. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww. ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO ACalon penumpang mengantre untuk menaiki bus Transjakarta di Halte Harmoni, Jakarta, Kamis (4/6/2020). Pemprov DKI Jakarta memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Panjang (PSBB) sekaligus sebagai masa transisi menuju tatanan normal baru, dengan salah satu kebijakannya tetap mempertahankan kuota 50 persen untuk kapasitas kendaraan pribadi dan transportasi massal. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww.
|

JAKARTA, KOPMAS.com - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mencatat masih ada pelanggaran protokol kesehatan terkait batas maksimum jumlah penumpang transportasi umum di Jabodetabek pada jam tertentu.

Kepala BPTJ Polana B Pramesti mengatakan, hal tersebut terlihat dalam tiga hari evaluasi BPTJ pada 16-18 Februari 2021.

Salah satu contoh pelanggaran terjadi di bus transjakarta.

"Pada jam tertentu, beberapa bus transjakarta masih terdapat kelebihan penumpang sesuai dengan batas kapasitas yang diizinkan," ujar Polana dalam konferensi pers virtual, Kamis (18/2/2021).

Baca juga: PPKM Berbasis Mikro, Operasional Transjakarta Diperpanjang hingga Pukul 22.00 WIB

Pelanggaran serupa juga terlihat di kereta komuter Jabodetabek atau KRL.

Polana menjelaskan, penumpang seringkali menumpuk di gerbong 1 sampai dengan gerbong 3 dari 12 gerbong yang tersedia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sehingga kurang tersebar pada rangkaian kereta lainnya," ucap Polana.

Dia memberikan contoh di Stasiun Bogor, KRL menuju Jakarta antara pukul 06.30-08.30, penumpang yang masuk ke gerbong seringkali melebihi batas kuota 45 persen.

Hal tersebut terjadi karena penambahan penumpang pada stasiun perlintasan menuju Jakarta cukup banyak.

"Sementara yang turun dari kereta (di stasiun perlintasan) sedikit," tutur Polana.

Baca juga: Ombudsman Sarankan Pemerintah Wajibkan Warga Bawa Hand Sanitizer Saat Keluar Rumah

Sementara itu, jumlah penumpang transportasi berbasis rel lainnya, seperti moda raya terpadu (MRT), lintas raya terpadu (LRT), dan kereta bandara tetap sesuai ketentuan.

"Untuk kereta bandara, MRT, dan LRT, jumlah penumpang terjaga sesuai kuota, bahkan di bawah kuota yang ditetapkan," kata dia.

Selain itu, catatan penting lainnya dari BPTJ adalah ketaatan penggunaan masker.

BPTJ menilai masih ada penumpang yang tidak menggunakan masker dengan baik.

"Seperti diturunkan ke dagu atau di bawah hidung," kata Polana.

Baca juga: Beberapa Rute Mikrotrans Dialihkan karena Tergenang Banjir

Selain itu, penumpang dinilai sudah sadar akan pentingnya protokol kesehatan, mulai dari penggunaan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Meskipun masih ada beberapa orang yang mengabaikan protokol, jumlah tersebut dinilai jauh lebih kecil dibandingkan dengan penumpang yang sadar akan protokol kesehatan.

"Kami berharap selanjutnya kondisi yang relatif sudah cukup baik ini tetap dapat terus berlanjut dan meningkat pada masa-masa selanjutnya," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Tangsel Klaim Belum Ada Kasus Covid-19 Selama Sekolah Tatap Muka

Pemkot Tangsel Klaim Belum Ada Kasus Covid-19 Selama Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
UPDATE 25 Oktober: Tambah 6 Kasus Covid-19 di Tangsel, 98 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 25 Oktober: Tambah 6 Kasus Covid-19 di Tangsel, 98 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Penipuan Modus Jual Black Dollar, WN Nigeria Diduga Terlibat Jaringan Internasional

Penipuan Modus Jual Black Dollar, WN Nigeria Diduga Terlibat Jaringan Internasional

Megapolitan
Disdik Tangsel Sebut Vaksinasi Covid-19 Pelajar Tingkat SMP Sudah 100 Persen

Disdik Tangsel Sebut Vaksinasi Covid-19 Pelajar Tingkat SMP Sudah 100 Persen

Megapolitan
Bocah 13 Tahun di Kembangan Diperkosa 4 Kali hingga Hamil

Bocah 13 Tahun di Kembangan Diperkosa 4 Kali hingga Hamil

Megapolitan
Anies Ceritakan Kondisi Korban Kecelakaan Bus Transjakarta, Ada yang Harus Dioperasi

Anies Ceritakan Kondisi Korban Kecelakaan Bus Transjakarta, Ada yang Harus Dioperasi

Megapolitan
Anies Minta Investigasi Kecelakaan Maut Transjakarta, Tak Ingin Terulang Lagi

Anies Minta Investigasi Kecelakaan Maut Transjakarta, Tak Ingin Terulang Lagi

Megapolitan
DPRD Depok Godok 4 Raperda Baru, Salah Satunya Tentang Pesantren

DPRD Depok Godok 4 Raperda Baru, Salah Satunya Tentang Pesantren

Megapolitan
Pemkot Tangsel Bakal Izinkan Kantin Sekolah Beroperasi Saat PTM Terbatas

Pemkot Tangsel Bakal Izinkan Kantin Sekolah Beroperasi Saat PTM Terbatas

Megapolitan
Anies: Seluruh Biaya Pengobatan Korban Kecelakatan Bus Transjakarta Akan Ditanggung

Anies: Seluruh Biaya Pengobatan Korban Kecelakatan Bus Transjakarta Akan Ditanggung

Megapolitan
Kamar Kos Penagih Pinjol Ilegal Digerebek, Polisi: Korban Pinjam Rp 1 Juta, Bayar Rp 2 Juta, Ditagih Rp 20 Juta

Kamar Kos Penagih Pinjol Ilegal Digerebek, Polisi: Korban Pinjam Rp 1 Juta, Bayar Rp 2 Juta, Ditagih Rp 20 Juta

Megapolitan
Polisi Gerebek Kos-kosan Tempat Penagih Pinjol Ilegal Bekerja, 4 Orang Ditangkap

Polisi Gerebek Kos-kosan Tempat Penagih Pinjol Ilegal Bekerja, 4 Orang Ditangkap

Megapolitan
Penipuan Modus Jual Black Dollar, WN Nigeria Pakai Identitas Istri dan Adik Ipar Saat Beraksi

Penipuan Modus Jual Black Dollar, WN Nigeria Pakai Identitas Istri dan Adik Ipar Saat Beraksi

Megapolitan
Penipuan Modus Jual Black Dollar, Seorang WN Nigeria Buron

Penipuan Modus Jual Black Dollar, Seorang WN Nigeria Buron

Megapolitan
Masinis LRT yang Terlibat Kecelakaan di Jakarta Timur Alami Trauma

Masinis LRT yang Terlibat Kecelakaan di Jakarta Timur Alami Trauma

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.