Pemkot Tangsel Bakal Rekrut 145 Relawan Pelacak Kasus Covid-19

Kompas.com - 19/02/2021, 13:13 WIB
Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany saat ditemui di Balai Kota Tangerang Selatan, Kamis (7/1/2021) KOMPAS.com/Tria SutrisnaWali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany saat ditemui di Balai Kota Tangerang Selatan, Kamis (7/1/2021)
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan berencana merekrut 145 tenaga sukarelawan pelacak kasus Covid-19.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan upaya testing, tracing, dan treatment guna menekan laju penularan.

Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany menjelaskan, para relawan tersebut akan ditugaskan membantu menelusuri kontak erat para pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Setelah didata, kontak erat tersebut akan diminta menjalani tes Covid-19.

Jika dinyatakan positif Covid-19, mereka akan langsung dirujuk ke pusat karantina milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

"Petugas tracer tambahan ada dari sukarelawan. Mudah-mudahan bisa segera ketahuan di RT sini berapa (kasus), lalu langsung kami klaster," ujar Airin seperti dilansir dari Kompas.id, Jumat (19/2/2021).

Baca juga: 90 Anggota TNI-Polri Penyintas Covid-19 Donasi Plasma Konvalesen kepada Pemkot Tangsel

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Airin, perekrutan 145 sukarelawan pelacak kasus Covid-19 itu rencananya akan dimulai pada pekan ini.

Para relawan nantinya akan terlebih dulu menjalani pelatihan sebelum diterjunkan bertugas.

Adapun biaya yang dibutuhkan untuk perekrutan tenaga pelacakan kasus itu bakal mengandalkan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Airin berharap upaya meningkatkan testing, tracing, dan treatment lewat tenaga sukarelawan itu bisa berjalan efektif, khususnya untuk menekan laju penularan Covid-19 di masyarakat.

Ditemui secara terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Tangerang Selatan Deden Deni mengaku tidak mempermasalahkan positivity rate yang masih terus meninggkat.

Sebab, angka kesembuhan pasien Covid-19 di wilayah Tangerang Selatan masih cukup tinggi.

Baca juga: Jelang Vaksinasi Covid-19 Pedagang Pasar di Tangsel: Jumlah Peserta Berkurang, Sosialisasi Belum Dilakukan

Dia pun menargetkan pada pekan kedua pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro, angka kematian akibat Covid-19 bisa terus ditekan.

”Yang kami kejar sekarang meningkatkan angka kesembuhan dan menurunkan angka kematian,” ujar Deden.

Adapun positivity rate di Tangerang Selatan hingga 14 Februari 2021 melonjak di angka 5,4 persen dari pekan sebelumnya sebesar 4,8 persen, melebihi standar yang ditentukan organisasi kesehatan dunia (WHO) sebesar 5 persen.

Sementara itu, fatality rate Covid-19 di wilayah Tangerang Selatan tercatat sebesar 4,48 persen, terus menurun sejak 11 Januari 2021 yang sempat menembus 5,48 persen.

(Kompas.id/I Gusti Agung Bagus Angga Putra)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjelasan Rektor UPN Veteran Jakarta soal Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Penjelasan Rektor UPN Veteran Jakarta soal Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Menyoroti Beban Tracking WNA Positif Covid-19

Wali Kota Tangerang Menyoroti Beban Tracking WNA Positif Covid-19

Megapolitan
Wakil Wali Kota Depok Mempertanyakan Data Pelecehan Seksual Anak, Ini Penjelasan Kejaksaan

Wakil Wali Kota Depok Mempertanyakan Data Pelecehan Seksual Anak, Ini Penjelasan Kejaksaan

Megapolitan
Rabu Besok, Sidang Munarman di PN Jaktim Digelar Virtual

Rabu Besok, Sidang Munarman di PN Jaktim Digelar Virtual

Megapolitan
Satpol PP Copot Atribut Ormas di Kawasan Cilandak Cegah Gesekan

Satpol PP Copot Atribut Ormas di Kawasan Cilandak Cegah Gesekan

Megapolitan
Total 6 Anggota Pemuda Pancasila Pengeroyok Perwira Menengah Polisi Ditangkap

Total 6 Anggota Pemuda Pancasila Pengeroyok Perwira Menengah Polisi Ditangkap

Megapolitan
Bentrokan PP dan FBR di Ciledug, Ini Respons Wali Kota Tangerang

Bentrokan PP dan FBR di Ciledug, Ini Respons Wali Kota Tangerang

Megapolitan
Kronologi Kematian Mahasiswi UPN Veteran Jakarta Saat Pembaretan Menwa di Bogor

Kronologi Kematian Mahasiswi UPN Veteran Jakarta Saat Pembaretan Menwa di Bogor

Megapolitan
Tertangkap Warga, Begal Babak Belur Diamuk Massa di Cakung

Tertangkap Warga, Begal Babak Belur Diamuk Massa di Cakung

Megapolitan
Polantas Tembak 2 Orang di Exit Tol Bintaro, Propam Usut Pelanggaran Kode Etik

Polantas Tembak 2 Orang di Exit Tol Bintaro, Propam Usut Pelanggaran Kode Etik

Megapolitan
Mahasiswa UPN Veteran Jakarta Demo di Kampus Terkait Kematian Rekannya Saat Pembaretan Menwa

Mahasiswa UPN Veteran Jakarta Demo di Kampus Terkait Kematian Rekannya Saat Pembaretan Menwa

Megapolitan
Polantas Penembak di Exit Tol Bintaro Belum Jadi Tersangka, Polda Metro Sebut Kurang Alat Bukti

Polantas Penembak di Exit Tol Bintaro Belum Jadi Tersangka, Polda Metro Sebut Kurang Alat Bukti

Megapolitan
Tak Pernah Kebagian Kuota, Warga Senang Akhirnya Bisa Vaksinasi Covid-19 Saat Belanja di Pasar

Tak Pernah Kebagian Kuota, Warga Senang Akhirnya Bisa Vaksinasi Covid-19 Saat Belanja di Pasar

Megapolitan
Buruh Berencana Gugat ke Pengadilan jika Anies Tak Revisi UMP 2022 Jakarta

Buruh Berencana Gugat ke Pengadilan jika Anies Tak Revisi UMP 2022 Jakarta

Megapolitan
Polda Metro Jaya Belum Tetapkan Anggotanya Jadi Tersangka Penembakan di Exit Tol Bintaro, Apa Alasannya?

Polda Metro Jaya Belum Tetapkan Anggotanya Jadi Tersangka Penembakan di Exit Tol Bintaro, Apa Alasannya?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.