Genangan Air Muncul di 300 Titik di Kota Tangerang, Kadis PUPR: Pemicunya Hujan Deras

Kompas.com - 20/02/2021, 06:37 WIB
Air yang masih menggenangi wilayah RW 25, Gebang Raya, Periuk, Kota Tangerang, Banten, pada Jumat (19/2/2021). Genangan tersebut tak kunjung surut sejak Kamis (18/2/2021) kemarin. KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFALAir yang masih menggenangi wilayah RW 25, Gebang Raya, Periuk, Kota Tangerang, Banten, pada Jumat (19/2/2021). Genangan tersebut tak kunjung surut sejak Kamis (18/2/2021) kemarin.

TANGERANG, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Decky Priambodo menyebut ada sekitar 300 titik di Kota Tangerang, Banten yang tergenang air selama 2021 ini.

"Angka genangan kami masih banyak, masih ada 300 titik," ujar Decky kepada awak media, Jumat (19/2/2021) sore.

Ia mengatakan, 300 titik genangan itu menyebar di seluruh kecamatan yang ada di Kota Tangerang.

Untuk menanggulangi genangan yang ada, sambung Decky, DPUPR Kota Tangerang telah melakukan sejumlah cara. Salah satunya, yaitu mengintegrasikan beberapa drainase yang ada menjadi satu.

Selain itu, kata Decky, pihaknya telah menambal beberapa tanggul yang jebol akibat banjir pada pada tahun 2020 lalu.

Baca juga: Dinas PUPR: Tanggul Kali Leduk Tidak Jebol tetapi Longsor

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami kejar semua penambalan dan sebagainya. Seperti, (menambal tanggul) di Duren Villa (Ciledug, Kota Tangerang) itu," ujar Decky.

Decky turut mengatakan, Dinas PUPR juga baru saja menambal tanggul di Kali Leduk, Periuk, Kota Tangerang yang longsor sepanjang 7 meter pada Kamis (18/2/2021) malam.

Longsornya tanggul itu, menurut Decky, akibat aliran air di Kali Leduk yang naik menyebabkan tanggul yang terdiri dari gundukan tanah terkikis.

Untuk menutup titik  yang longsor itu, Dinas PUPR Kota Tangerang menambalnya dengan setumpukkan karung pasir.

"Kami sudah tahu penanganannya. Insya Allah enggak kenapa-kenapa (tanggul tersebut)," ungkap Decky.

Baca juga: Pintu Air Karet Siaga 1, Berikut 8 Wilayah Berpotensi Banjir

Ia turut menambahkan, pemicu dari munculnya genangan itu adalah intensitas hujan yang tinggi dan tersumbatnya drainase oleh tumpukan sampah.

"Memang pemicunya faktor hujan yang deras sekali. Ketika hujannya tinggi, kami harus mengantisipasi bagaimana sistem drainase ini bisa dimanfaatkan secara optimal," tutur Decky.

Untuk diketahui, Kota Tangerang sempat diguyur hujan lebat pada Selasa (16/2/2021) dan Rabu (17/2/2021) kemarin.

Akibat intensitas hujan yang tinggi, sejumlah wilayah sempat digenangi air hingga banjir.

Bahkan, genangan di tiga rukun warga (RW) di Gebang Raya, Periuk, Kota Tangerang tak kunjung surut sejak Kamis hingga Jumat.

Padahal, hujan tak lagi mengguyur wilayah di RW 21, 22, dan 25 itu hari ini.

Salah seorang warga setempat, Bian mengatakan bahwa ketinggian genangan di tempat tersebut bervariasi.

"Belum disebut banjir sih ya, karena ketinggiannya juga masih di bawah 1 meter. Ada yang 30 sentimeter, ada yang 80 sentimeter," ungkap Bian ketika ditemui, Jumat siang.

Ia berujar, terdapat sekitar 50 rumah warga di tiga RW itu yang tergenang air. Sebab, menurut dia, puluhan rumah warga itu memiliki ketinggian rumah yang cukup rendah.

Penyabab munculnya genangan itu adalah akibat dari hujan berintensitas tinggi dan luapan dari Kali Sabi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ODHA di Depok Masih Dapat Stigma Negatif

ODHA di Depok Masih Dapat Stigma Negatif

Megapolitan
Pemprov Jakarta Bentuk Tim Khusus Awasi Alat Makan Bahan Melamin Tak Ber-SNI

Pemprov Jakarta Bentuk Tim Khusus Awasi Alat Makan Bahan Melamin Tak Ber-SNI

Megapolitan
Pada Akhir Pekan, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Capai 90.000 Orang

Pada Akhir Pekan, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Capai 90.000 Orang

Megapolitan
PPKM Level 2, Regulasi PTM di Jakarta Barat Tidak Berubah

PPKM Level 2, Regulasi PTM di Jakarta Barat Tidak Berubah

Megapolitan
Massa Reuni 212 Bakal Kumpul di Patung Kuda, Ini Respons Wagub DKI

Massa Reuni 212 Bakal Kumpul di Patung Kuda, Ini Respons Wagub DKI

Megapolitan
Selidiki Tewasnya Anggota FBR Joglo, Polisi: Pemeriksaan Saksi Tanpa Bawa Nama Ormas

Selidiki Tewasnya Anggota FBR Joglo, Polisi: Pemeriksaan Saksi Tanpa Bawa Nama Ormas

Megapolitan
Warga Akan Patungan jika Pemkot Tak Segera Ganti Tutup Gorong-gorong di Margonda yang Hilang

Warga Akan Patungan jika Pemkot Tak Segera Ganti Tutup Gorong-gorong di Margonda yang Hilang

Megapolitan
Harga Minyak Goreng di Jakut Tembus Rp 22.000 per Liter, Pedagang: Naik Terus Tiap Minggu

Harga Minyak Goreng di Jakut Tembus Rp 22.000 per Liter, Pedagang: Naik Terus Tiap Minggu

Megapolitan
UPDATE: Tambah 70 Kasus di Jakarta, 462 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 70 Kasus di Jakarta, 462 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Respons Sahroni Diminta Mundur sebagai Ketua Pelaksana Formula E Jakarta

Respons Sahroni Diminta Mundur sebagai Ketua Pelaksana Formula E Jakarta

Megapolitan
Besi Penutup Gorong-gorong di Margonda Dicuri, 2 Minggu Belum Diperbaiki

Besi Penutup Gorong-gorong di Margonda Dicuri, 2 Minggu Belum Diperbaiki

Megapolitan
2,5 Juta Warga Jakarta Belum Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

2,5 Juta Warga Jakarta Belum Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Megapolitan
BEM UI Pecat Seorang Pengurusnya Terkait Kekerasan Seksual

BEM UI Pecat Seorang Pengurusnya Terkait Kekerasan Seksual

Megapolitan
Kota Bogor Turun ke PPKM Level 2, Kemungkinan karena Klaster PTM Terbatas

Kota Bogor Turun ke PPKM Level 2, Kemungkinan karena Klaster PTM Terbatas

Megapolitan
RSUD Kota Depok Siapkan Tangki Oksigen Kapasitas 10 Ton untuk Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

RSUD Kota Depok Siapkan Tangki Oksigen Kapasitas 10 Ton untuk Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.