Cerita 3 Pemuda Disabilitas Jatuh Bangun Pertahankan Kedai Kopi di Tengah Pandemi...

Kompas.com - 22/02/2021, 19:57 WIB
Kedai kopi Kito Rato di area Pasar Granada BSD, Rawa Buntu, Tangerang Selatan, Sabtu (31/8/2019). Kedai kopi dalam bentuk food truck itu didirikan  tiga pemuda penyandang disabilitias. KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiKedai kopi Kito Rato di area Pasar Granada BSD, Rawa Buntu, Tangerang Selatan, Sabtu (31/8/2019). Kedai kopi dalam bentuk food truck itu didirikan tiga pemuda penyandang disabilitias.

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah anjuran menjaga jarak saat pandemi Covid-19 membuat sejumlah bisnis kuliner banyak kehilangan pengunjung.

Tidak terkecuali kedai kopi bernama Kito Rato yang berlokasi di area Pasar Granada BSD di Rawa Buntu, Tangerang Selatan.

Bisnis yang dijalani tiga pemuda difabel yakni Wahyu Alistia, Saldi Rahman, dan Rendi Agusta, sepi pembeli di tengah ramainya kendaraan yang melintas.

Wahyu Alista menceritakan, bisnis kopi berkonsep food truck dengan VW Kombi yang disulap serupa meja barista mengalami penurunan sejak awal adanya pandemi Covid-19.

"Intinya hampir 50 persen dari sebelum dan ada pandemi Covid-19," ujar pria yang akrab disapa Alis saat dihubungi, Senin (22/2/2021).

Baca juga: Kisah Pilot Jadi Pedagang Mi Ayam Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Apalagi tidak adanya event pada akhir pekan saat ini pun membuat ketiganya harus menghembuskan napas panjang.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Padahal momen itulah yang dijadikan Alis dan kedua rekannya untuk meraup keuntungan di luar terparkirnya VW kombi.

"Acara-acara saat akhir pekan sudah tidak ada, car free day dan sebagainya. Sekarang cuma ada di mobil dan toko di Gang Masjid, Tangerang Selatan," kata dia.

Meski diterpa pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat mereka untuk tetap bertahan dalam bisnis tersebut.

Baca juga: Banyak PHK Selama Pandemi, Jokowi: Buat Pekerja Kembali Bekerja

Setelah hampir satu tahun beradaptasi dengan kondisi saat ini, mereka dapat melahirkan taktik pendapatan.

Kini, mereka memberikan layanan jemput bola dengan pesan melalui online.

"Alternatif pesanan online. Kalau yang terjangkau kita antar," kata Alis.

Adapun harga untuk satu gelas kopi Kito Rato tidak terlalu mahal, berkisar Rp 15.000 hingga Rp 25.000 sesuai ukuran.

Rekan Alis, Rendi Agusta mengungkapkan kalau cara pesan online itu dapat mendongkrak penurunan omset di tengah pandemi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

29.000 Warga Jaktim Jadi Sasaran Vaksinasi Setiap Hari demi Tercapai Kekebalan Komunal

29.000 Warga Jaktim Jadi Sasaran Vaksinasi Setiap Hari demi Tercapai Kekebalan Komunal

Megapolitan
Kapolri hingga Menkes Datangi Kampung Lockdown, Tanyakan Awal Kasus Covid-19 di Gandaria Selatan

Kapolri hingga Menkes Datangi Kampung Lockdown, Tanyakan Awal Kasus Covid-19 di Gandaria Selatan

Megapolitan
[GRAFIK] 639 Kasus Baru Hari Ini, Pasien Covid-19 Depok Lampaui Puncak Gelombang Pertama

[GRAFIK] 639 Kasus Baru Hari Ini, Pasien Covid-19 Depok Lampaui Puncak Gelombang Pertama

Megapolitan
Tes Acak di 4 Stasiun KRL Pagi Ini, 5 Orang Reaktif Covid-19

Tes Acak di 4 Stasiun KRL Pagi Ini, 5 Orang Reaktif Covid-19

Megapolitan
Rabu Besok, 6.000 Warga Usia 18 Tahun ke Atas Bakal Divaksinasi di Puspemkot Tangerang

Rabu Besok, 6.000 Warga Usia 18 Tahun ke Atas Bakal Divaksinasi di Puspemkot Tangerang

Megapolitan
Ini Syarat dan Cara Mendonorkan Plasma Konvalesen bagi Pasien Covid-19 Bergejala Berat hingga Kritis

Ini Syarat dan Cara Mendonorkan Plasma Konvalesen bagi Pasien Covid-19 Bergejala Berat hingga Kritis

Megapolitan
Kapolres Jakpus Koreksi Dinkes DKI soal Zona Merah di Rawasari

Kapolres Jakpus Koreksi Dinkes DKI soal Zona Merah di Rawasari

Megapolitan
Didatangi Orangtua Siswa yang Keluhkan Situs PPDB Eror, SMAN 1 Tangerang: Kami Minta Sabar

Didatangi Orangtua Siswa yang Keluhkan Situs PPDB Eror, SMAN 1 Tangerang: Kami Minta Sabar

Megapolitan
Kasudinkes: Penambahan Kasus Covid-19 di Jaktim di Atas 1.000 dalam 5 Hari Terakhir

Kasudinkes: Penambahan Kasus Covid-19 di Jaktim di Atas 1.000 dalam 5 Hari Terakhir

Megapolitan
Jenazah Korban Covid-19 di Sunter Tergeletak di Depan Rumah, Warga Tak Berani Pindahkan

Jenazah Korban Covid-19 di Sunter Tergeletak di Depan Rumah, Warga Tak Berani Pindahkan

Megapolitan
8.000 Orang Bakal Ikut Vaksinasi Massal di Stadion Patriot, Wali Kota Bekasi Targetkan Selesai 3 Jam

8.000 Orang Bakal Ikut Vaksinasi Massal di Stadion Patriot, Wali Kota Bekasi Targetkan Selesai 3 Jam

Megapolitan
Ketua Komisi A Sebut Pemprov DKI Ogah Perketat PSBB karena Pendapatan Rendah

Ketua Komisi A Sebut Pemprov DKI Ogah Perketat PSBB karena Pendapatan Rendah

Megapolitan
Balita yang Ditemukan Tewas di Kanal Banjir Barat Terseret Arus Selokan di Tanjung Barat

Balita yang Ditemukan Tewas di Kanal Banjir Barat Terseret Arus Selokan di Tanjung Barat

Megapolitan
Tabrak Truk di Tol JORR Jatiwarna, Sopir Mobil Tewas

Tabrak Truk di Tol JORR Jatiwarna, Sopir Mobil Tewas

Megapolitan
Vaksin Covid-19 di Terminal Poris Plawad, Targetnya Sopir Bus hingga Pedagang

Vaksin Covid-19 di Terminal Poris Plawad, Targetnya Sopir Bus hingga Pedagang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X