Terjebak Arus Deras, Korban Banjir di Kabupaten Bekasi Buat Tenda Darurat di Tanggul

Kompas.com - 23/02/2021, 09:51 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi menemui para pengungsi yang terdampak banjir setinggi sekitar dua meter yang sudah merendam rumah mereka berhari-hari. Banjir terjadi karena tanggul aliran Sungai Citarum jebol. Arus sungai yang deras pun langsung mengalir ke rumah warga. Sehingga, warga juga sulit mencari tempat pengungsian yang layak karena akses terputusa total. Dua kampung di Kecamatan Pabayuran, Kabupaten Bekasi, terisolir. IstimewaWakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi menemui para pengungsi yang terdampak banjir setinggi sekitar dua meter yang sudah merendam rumah mereka berhari-hari. Banjir terjadi karena tanggul aliran Sungai Citarum jebol. Arus sungai yang deras pun langsung mengalir ke rumah warga. Sehingga, warga juga sulit mencari tempat pengungsian yang layak karena akses terputusa total. Dua kampung di Kecamatan Pabayuran, Kabupaten Bekasi, terisolir.
Penulis Farid Assifa
|

BEKASI, KOMPAS.com - Tanggul Saluran Tarum Barat (STB) yang merupakan daerah aliran Sungai Citarum jebol sepanjang 10 meter.

Dampaknya, rumah yang dihuni 200 kepala keluarga di Babakan Banten Desa Sumber Urip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi terendam banjir.

"Tanggul Babakan Banten jebol, ada 2 kampung yang terisolir," ujar anggota DPR RI, Dedi Mulyadi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (22/2/2021).

Baca juga: Banjir di Jakarta Jadi Sorotan, Banjir di Kabupaten Bekasi Siapa Peduli?

Karena rumahnya terendam, kata Dedi, warga di dua kampung terpaksa membangun tenda di tanggul aliran sungai.

Di kampung pertama, sebanyak 50 kepala keluarga menempati tenda darurat. Di kampung kedua, ada 20 kepala keluarga yang tinggal di tenda.

"Mereka bikin tenda di atas tanggul," kata Dedi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Senin siang, Dedi mencoba menembus daerah paling ujung yang permukimannya terendam akibat tanggul jebol. Dedi ke sana dibantu oleh tim dari Kodam Jaya dan Marinir.

Baca juga: Banjir Kabupaten Bekasi: Jembatan Jalur Pantura Ambles akibat Luapan Citarum, Akses Truk Terputus

"Kebetulan mereka bawa perahu. Saya tembus ke sana" kata dia.

Menurut pengamatannya, aliran air di sana masih sangat deras. "Masih deras (menggenang permukiman)," kata Dedi.

Dedi berharap, Kementerian PUPR melakukan langkah-langkah penanganan terhadap jebolnya tanggul Babakan Banten ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penembak Misterius di Tol Bintaro Ternyata Seorang Polisi Lalu Lintas

Penembak Misterius di Tol Bintaro Ternyata Seorang Polisi Lalu Lintas

Megapolitan
Antisipasi Varian Omicron, Wali Kota Tangerang Minta RS Tingkatkan Kewaspadaan

Antisipasi Varian Omicron, Wali Kota Tangerang Minta RS Tingkatkan Kewaspadaan

Megapolitan
Terekam CCTV, Aksi 2 Maling Curi Motor di Sunter

Terekam CCTV, Aksi 2 Maling Curi Motor di Sunter

Megapolitan
Sopir Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR Ganti Biaya Perbaikan 2 Mobil yang Ditabraknya

Sopir Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR Ganti Biaya Perbaikan 2 Mobil yang Ditabraknya

Megapolitan
Ketua DPRD Sebut Pembangunan Sumur Resapan di Jaksel Rusak Jalan dan Hambat Arus Lalu Lintas

Ketua DPRD Sebut Pembangunan Sumur Resapan di Jaksel Rusak Jalan dan Hambat Arus Lalu Lintas

Megapolitan
Terapkan Crowd Free Night pada Malam Tahun Baru 2022, Polisi: Kami Akan Buat Jakarta Sepi

Terapkan Crowd Free Night pada Malam Tahun Baru 2022, Polisi: Kami Akan Buat Jakarta Sepi

Megapolitan
Bekas Lokasi Parkir Liar di Flyover Arif Rahman Hakim Depok Akan Dibangun Sarana Olahraga

Bekas Lokasi Parkir Liar di Flyover Arif Rahman Hakim Depok Akan Dibangun Sarana Olahraga

Megapolitan
Tracing Covid-19 Rendah, Pemkot Tangerang Minta Hal Ini ke Kemenkes

Tracing Covid-19 Rendah, Pemkot Tangerang Minta Hal Ini ke Kemenkes

Megapolitan
Unjuk Rasa Lagi di Balai Kota, Buruh Minta Anies Naikkan UMP Jakarta 5 Persen

Unjuk Rasa Lagi di Balai Kota, Buruh Minta Anies Naikkan UMP Jakarta 5 Persen

Megapolitan
KSPI Minta Anies Revisi UMP Jakarta 2022 Paling Lambat Malam Ini

KSPI Minta Anies Revisi UMP Jakarta 2022 Paling Lambat Malam Ini

Megapolitan
Pemprov DKI Tunggu Jawaban Kemenaker soal Usulan Kenaikan UMP Jakarta 2022

Pemprov DKI Tunggu Jawaban Kemenaker soal Usulan Kenaikan UMP Jakarta 2022

Megapolitan
Sudah Pulang dari RS, Polisi yang Dianiaya Anggota Pemuda Pancasila Lakukan Rawat Jalan

Sudah Pulang dari RS, Polisi yang Dianiaya Anggota Pemuda Pancasila Lakukan Rawat Jalan

Megapolitan
Kota Tangerang Kembali Terapkan PPKM Level 2, Wali Kota Arief Ungkap Penyebabnya

Kota Tangerang Kembali Terapkan PPKM Level 2, Wali Kota Arief Ungkap Penyebabnya

Megapolitan
Pihak Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di KPI Protes Temuan Komnas HAM

Pihak Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di KPI Protes Temuan Komnas HAM

Megapolitan
Ancaman Varian Covid-19 Omicron, Wagub DKI: Sangat Bergantung Disiplin Masyarakat

Ancaman Varian Covid-19 Omicron, Wagub DKI: Sangat Bergantung Disiplin Masyarakat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.