Data Banjir Jakarta Dipertanyakan, Wagub DKI Beri Penjelasan

Kompas.com - 23/02/2021, 12:01 WIB
Ahmad Riza Patria, Wakil Gubernur DKI Jakarta memberikan sambutan di ruangan Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (18/11/2020). BMW Group Indonesia memberikan bantuan penanganan Covid-19 berupa APD untuk tenaga medis melalui BPBD. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGAhmad Riza Patria, Wakil Gubernur DKI Jakarta memberikan sambutan di ruangan Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (18/11/2020). BMW Group Indonesia memberikan bantuan penanganan Covid-19 berupa APD untuk tenaga medis melalui BPBD.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyediakan data banjir secara lengkap dalam beberapa tahun.

Pemprov DKI Jakarta, sebut Riza, juga tidak menyembunyikan data banjir per tahun. Menurut Riza, informasi yang diunggah merupakan data banjir besar yang pernah terjadi di Ibu Kota.

"Kalau teman-teman mau data setiap tahun, ada datanya, ada titik-titiknya, ada semua, lengkap. Silakan cek ke Kominfo dan SDA. Ini data yang ditampilkan data yang banjir besar yang hujan ekstrem saja," kata Riza melalui rekaman suara, Senin (22/2/2021) malam.

Sebelumnya, banyak pihak yang mempertanyakan data banjir yang diunggah melalui akun Instagram @dkijakarta. Sebab data yang disebutkan hanya mencantumkan banjir pada tahun 2002, 2007, 2013, 2015, 2020, dan 2021.

Baca juga: Kala Anies Pamer Penanganan Banjir Melalui Kesaksian Pengurus RT/RW

Sementara Kepala Dinas Informasi, Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta Atika Nur Rahmania mengatakan, masyarakat dapat mengakses informasi banjir secara tepat waktu melalui aplikasi Pantau Banjir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aplikasi tersebut juga menyediakan data banjir lintas tahun dan dapat diakses melalui situs https://pantaubanjir.jakarta.go.id/data-banjir-lintas-tahun.

Selain itu, data banjir lintas tahun juga tersedia dalam portal data terbuka Pemprov DKI Jakarta dan dapat diakses melalui tautan pada Jakarta Open Data pada https://data.jakarta.go.id/dataset/rekapitulasi-kejadian-banjir-pertahun.

Data banjir

Dalam data yang diunggah, Riza menyebut ada penurunan signifikan pada luas area yang tergenang. Pada tahun 2002, Pemprov DKI Jakarta mencatat, luas wilayah yang tergenang banjir mencapai 168 kilometer persegi.

Lalu pada tahun 2007 luas area yang tergenang 455 kilometer persegi. Pada tahun 2013 dan 2015 wilayah yang terendam seluas 240 kilometer persegi dan 281 kilometer pergi.

Kemudian pada tahun 2020, luasan area tersegnang 156 kilometer persegi. Pada banjir tahun 2021, Riza memaparkan, wilayah yang tergenang 4 kilometer persegi.

Baca juga: Janji Kampanye Anies dalam Mengatasi Banjir Jakarta yang Minim Realisasi...

Namun, penghitungan luas ini dilakukan berdasarkan penghitungan poligon luas area pada peta berbasis RT yang dapat dilihat pada situs Pantau Banjir.

Data yang ditampilkan juga menunjukkan jumlah pengungsi, area strategis yang tergenang, jumlah pengungsi, korban meninggal, waktu surut, curah hujan, jumlah RW yang tergenang, dan waktu surut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pekerja Proyek LRT di Kuningan Jatuh dari Ketinggian 8 Meter, Ini Fakta-faktanya

Pekerja Proyek LRT di Kuningan Jatuh dari Ketinggian 8 Meter, Ini Fakta-faktanya

Megapolitan
59 Ruang Terbuka Hijau di Jakarta Buka Lagi Mulai Sabtu Besok, Ini Daftarnya

59 Ruang Terbuka Hijau di Jakarta Buka Lagi Mulai Sabtu Besok, Ini Daftarnya

Megapolitan
4 Fakta Klaster Pesantren Babussalam Depok, 46 Penghuni Positif Covid-19 hingga Diduga Berawal dari Santri Cuti

4 Fakta Klaster Pesantren Babussalam Depok, 46 Penghuni Positif Covid-19 hingga Diduga Berawal dari Santri Cuti

Megapolitan
UPDATE 21 Oktober 2021: Ada 17 Kasus Baru Covid-19 di Depok

UPDATE 21 Oktober 2021: Ada 17 Kasus Baru Covid-19 di Depok

Megapolitan
Pengacara Pastikan Rachel Vennya Siap Jalani Proses Hukum

Pengacara Pastikan Rachel Vennya Siap Jalani Proses Hukum

Megapolitan
UPDATE 21 Oktober: Tambah 3 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 41 Pasien Dirawat

UPDATE 21 Oktober: Tambah 3 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 41 Pasien Dirawat

Megapolitan
Usai Diperiksa Polda Metro Jaya, Rachel Vennya: Maaf Sudah Meresahkan Masyarakat

Usai Diperiksa Polda Metro Jaya, Rachel Vennya: Maaf Sudah Meresahkan Masyarakat

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Jabodetabek Diguyur Hujan Siang Nanti

Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Jabodetabek Diguyur Hujan Siang Nanti

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Pencuri Motor Diseret dan Diamuk Massa | Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Wajib Bawa Tes PCR

[POPULER JABODETABEK] Pencuri Motor Diseret dan Diamuk Massa | Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Wajib Bawa Tes PCR

Megapolitan
Dua Buaya Peliharaan di Kemayoran Diamankan, Pemiliknya Menangis Saat Evakuasi

Dua Buaya Peliharaan di Kemayoran Diamankan, Pemiliknya Menangis Saat Evakuasi

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Baru 51,3 Persen dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Baru 51,3 Persen dari Target

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Dibuka, Pengelola Terapkan Screening Berlapis Lewat Aplikasi PeduliLindungi

Taman Margasatwa Ragunan Dibuka, Pengelola Terapkan Screening Berlapis Lewat Aplikasi PeduliLindungi

Megapolitan
Hendak Selundupkan Sabu di Pesawat, Seorang Pria di Kota Tangerang Ditangkap Polisi

Hendak Selundupkan Sabu di Pesawat, Seorang Pria di Kota Tangerang Ditangkap Polisi

Megapolitan
Ajak Kerja Sama Antardaerah, Anies: Indonesia Terlalu Besar untuk Bekerja Sendiri-sendiri

Ajak Kerja Sama Antardaerah, Anies: Indonesia Terlalu Besar untuk Bekerja Sendiri-sendiri

Megapolitan
UPDATE 21 Oktober: Bertambah 7 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel

UPDATE 21 Oktober: Bertambah 7 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.