Keberangkatan KA Jarak Jauh dari Jakarta Sudah Kembali Normal

Kompas.com - 24/02/2021, 10:48 WIB
Jalur Kereta Api Jarak Jauh mulai beroperasi kembali setelah diperbaiki usai banjir doc. EvaJalur Kereta Api Jarak Jauh mulai beroperasi kembali setelah diperbaiki usai banjir
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Semua keberangkatan Kereta Api ( KA) Jarak Jauh dari Jakarta sudah kembali normal, Rabu (24/2/2021). Sebelumnya, sejumlah perjalanan KA Jarak Jauh sempat mengalami pembatalan karena jalur KA yang terendam banjir dan mengalami kerusakan.

Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan, jalur KA yang terdampak banjir di lintas Stasiun Kedunggedeh - Lemah Abang Km 55 +100 s.d Km 53+600 telah selesai diperbaiki.

"Seluruh keberangkatan KA dari area Daop 1 Jakarta kembali berjalan normal. PT KAI Daop 1 Jakarta mengucapkan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat cuaca ekstrem," kata Eva dalam keterangan tertulis, Rabu pagi.

Baca juga: Rel yang Tergerus Banjir di Bekasi Diperbaiki, KA dari Surabaya ke Jakarta Kembali Beroperasi

Secara total terdapat 15 keberangkatan dari Daop 1 Jakarta hari ini. Delapan KA keberangkatan dari Stasiun Gambir dan tujuh KA keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen.

"Semua KA tersebut akan berjalan normal pascaperbaikan jalur yang sempat ditutup," kata Eva.

Berikut jadwal keberangkatan semua KA dari area Daop 1 Jakarta pada Rabu ini:

Stasiun Pasar Senen

  1. KA 292 Bengawan (Pasar Senen-Purwosari) keberangkatan pukul 06.30 WIB
  2. KA 130 Dharmawangsa (Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi) keberangkatan pukul 08.50 WIB
  3. KA 320 Tegal Ekspres (Pasar Senen-Tegal) keberangkatan pukul 09.20 WIB
  4. KA 302 Serayu (Pasar Senen-Purwokerto) keberangkatan pukul 09.30 WIB
  5. KA 106 Jayabaya (Pasar Senen-Malang) keberangkatan pukul 16.45 WIB
  6. KA 254 Jayakarta (Pasar Senen-Surabaya Gubeng) keberangkatan pukul 17.10 WIB
  7. KA 306 Serayu (Pasar Senen-Purwokerto) keberangkatan pukul 20.35 WIB

Stasiun Gambir

  1. KA 38 Argo Parahyangan (Gambir-Bandung) keberangkatan pukul 06.50 WIB
  2. KA 2 Argo Bromo Anggrek (Gambir-Surabaya Pasar Turi) keberangkatan pukul 08.00
  3. KA 10A Argo Dwipangga (Gambir-Solo Balapan) keberangkatan pukul 08.30
  4. KA 76A Bima (Gambir-Surabaya Gubeng) keberangkatan pukul 17.00 WIB
  5. KA 72A Gajayana (Gambir-Malang) keberangkatan pukul 18.10 WIB
  6. KA 42 Argo Parahyangan (Gambir-Kiaracondong) keberangkatan pukul 18.40 WIB
  7. KA 8A Argo Lawu (Gambir-Solo Balapan) keberangkatan pukul 20.00 WIB
  8. 8. KA 4 Argo Bromo Anggrek (Gambir-Surabaya Pasar Turi) keberangkatan pukul 20.30 WIB

Hujan deras pada Sabtu (20/2/2021) menyebabkan meningkatnya debit air sungai Citarum dan Cibeet serta sejumlah bendungan. Kondisi tersebut membuat banjir di area jalur rel antara Lemah Abang - Kedung Gedeh dan menyebabkan pondasi jalur kereta api tergerus banjir.

Untuk mendukung mempercepat perbaikan jalur KA yang rusak dampak banjir di lintas Stasiun Kedunggedeh - Lemah Abang, PT KAI Daop 1 Jakarta mengerahkan sekitar 200 pekerja untuk proses pemulihan.

SPT KAI juga menurunkan beberapa alat berat untuk mendukung proses perbaikan.

Penanganan jalur rel agar dapat kembali dilalui KA berhasil diselesaikan pada Selasa siang kemarin dan sejumlah KA mulai dioperasikan melalui jalur tersebut pada hari yang sama.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluhkan Kenaikan Harga Cabai Rawit Merah, Warga Kurangi Pembelian hingga Ganti Menu Makanan

Keluhkan Kenaikan Harga Cabai Rawit Merah, Warga Kurangi Pembelian hingga Ganti Menu Makanan

Megapolitan
Kasus di Jakarta Masih Tinggi Setelah Setahun Covid-19, Epidemiolog: Anies Lebih Sibuk Berpolemik dengan Pusat

Kasus di Jakarta Masih Tinggi Setelah Setahun Covid-19, Epidemiolog: Anies Lebih Sibuk Berpolemik dengan Pusat

Megapolitan
Begini Cara Perbaiki Akta hingga Ijazah Rusak Akibat Banjir

Begini Cara Perbaiki Akta hingga Ijazah Rusak Akibat Banjir

Megapolitan
Petani Terdampak Banjir, Harga Cabai Rawit Merah di Jakbar Naik 2 Kali Lipat

Petani Terdampak Banjir, Harga Cabai Rawit Merah di Jakbar Naik 2 Kali Lipat

Megapolitan
Perantau di Jabodetabek Tak Perlu Pulang Kampung untuk Urus SIM, Begini Caranya

Perantau di Jabodetabek Tak Perlu Pulang Kampung untuk Urus SIM, Begini Caranya

Megapolitan
Anggota DPRD DKI dan Keluarganya Jalani Vaksinasi Covid-19

Anggota DPRD DKI dan Keluarganya Jalani Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Pelayan Publik di Jakarta Barat Mulai Divaksinasi Covid-19 April

Pelayan Publik di Jakarta Barat Mulai Divaksinasi Covid-19 April

Megapolitan
Antisipasi Penyebaran Mutasi Virus Corona B.1.1.7, Ini Langkah Bandara Soekarno-Hatta

Antisipasi Penyebaran Mutasi Virus Corona B.1.1.7, Ini Langkah Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Kapolsek Menteng: Geng Motor yang Bacok Polisi Ingin Cari Lawan

Kapolsek Menteng: Geng Motor yang Bacok Polisi Ingin Cari Lawan

Megapolitan
Bangunan Liar Ditertibkan, Lahan di Kebagusan Akan Dibangun Asrama Mahasiswa

Bangunan Liar Ditertibkan, Lahan di Kebagusan Akan Dibangun Asrama Mahasiswa

Megapolitan
Tertibkan Bangunan di Kebagusan, Pemkot Jaksel: Tembok Kami Dirobohkan Mereka

Tertibkan Bangunan di Kebagusan, Pemkot Jaksel: Tembok Kami Dirobohkan Mereka

Megapolitan
IDI Jakarta: Setahun Pandemi Covid-19 Harus Jadi Pelajaran bagi Kita Semua

IDI Jakarta: Setahun Pandemi Covid-19 Harus Jadi Pelajaran bagi Kita Semua

Megapolitan
3 Tersangka Pencurian 49 Tabung Oksigen di Penjaringan Ditangkap

3 Tersangka Pencurian 49 Tabung Oksigen di Penjaringan Ditangkap

Megapolitan
Setahun Pandemi: Munculnya Hobi Tanam Sayur Hidroponik dan Budidaya Lele di Tengah Berbagai Pembatasan

Setahun Pandemi: Munculnya Hobi Tanam Sayur Hidroponik dan Budidaya Lele di Tengah Berbagai Pembatasan

Megapolitan
Damkar Bekasi Serahkan Buaya yang Diterima dari Warga ke Balai Konservasi

Damkar Bekasi Serahkan Buaya yang Diterima dari Warga ke Balai Konservasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X