Kompas.com - 25/02/2021, 08:22 WIB
Pedagang Pasar Tanah Abang antre untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 tahap kedua di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Rabu (17/2/2021). Vaksinasi Covid-19 hari ini menyasar kurang lebih 1.500 orang pedagang pasar Tanah Abang dari total 10.000 dosis. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOPedagang Pasar Tanah Abang antre untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 tahap kedua di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Rabu (17/2/2021). Vaksinasi Covid-19 hari ini menyasar kurang lebih 1.500 orang pedagang pasar Tanah Abang dari total 10.000 dosis.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kegiatan vaksinasi Covid-19 kepada para pedagang di Pasar Tanah Abang akan kembali dilanjutkan Kamis (24/2/2021) pagi ini.

Kegiatan vaksinasi yang digelar di lantai 8 dan lantai 12 Blok A Pasar Tanah Abang itu sempat dihentikan pada Selasa siang karena menimbulkan kerumunan. Rabu kemarin, vaksinasi juga tidak dilanjutkan.

Namun, Kemenkes dan PD Pasar Jaya memastikan vaksinasi tetap digelar sampai semua pedagang yang terdaftar terlayani.

"Vaksinasi tetap dilanjut, mulai efektif lagi hari ini," kata Penanggung Jawab Pelaksana Vaksinasi Pedagang Pasar Tanah Abang dari Kemenkes, Siti Nur Halimah, saat dihubungi, Kamis pagi.

Baca juga: 21.000 Pedagang Daftar Vaksinasi di Pasar Tanah Abang, Sisanya Diminta ke Puskesmas

Siti menjelaskan, semula pedagang yang mendaftar untuk divaksinasi sebanyak 9.720 orang. Hampir semuanya sudah terlayani dan disuntik vaksin sampai hari keenam atau Selasa lalu.

Namun setelah kegiatan vaksinasi berjalan, ternyata banyak pedagang di Pasar Tanah Abang yang baru mendaftar. Kini, total pedagang yang telah terdaftar mencapai 21.453 orang. Siti memastikan semua pedagang akan terlayani.

"Pendaftaran sementara kami tutup karena sudah banyak. Kalau masih ada yang belum daftar akan tetap kami layani di puskesmas," ucapnya.

Siti optimistis tak akan lagi terjadi kerumunan pedagang yang justru bisa menyebabkan penyebaran Covid-19. Sebab, pada Rabu kemarin tata ruang di lokasi vaksinasi sudah diatur ulang.

Para pedagang yang telah terdaftar juga sudah diberikan kupon yang berisi jadwal jam dan titik vaksinasi. Dengan kupon itu, diharapkan pedagang tak lagi datang dalam waktu bersamaan.

"Kami akan layani 2.000 pedagang yang memegang kupon per harinya," kata Siti.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Es di Bekasi, BMKG Ingatkan Warga Waspada

Hujan Es di Bekasi, BMKG Ingatkan Warga Waspada

Megapolitan
Sejarawan Minta Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Rumah Menlu Pertama RI Achmad Soebardjo

Sejarawan Minta Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Rumah Menlu Pertama RI Achmad Soebardjo

Megapolitan
Debat Panas Rizieq Shihab dengan Bima Arya soal Siapa yang Bohong dan Tutupi Hasil PCR

Debat Panas Rizieq Shihab dengan Bima Arya soal Siapa yang Bohong dan Tutupi Hasil PCR

Megapolitan
Hujan Es Turun di Bekasi, Ini Penjelasan BMKG

Hujan Es Turun di Bekasi, Ini Penjelasan BMKG

Megapolitan
Cegah Tawuran, Polisi Kota Tangerang Tingkatkan Patroli dan Ancam Pelaku Tak Bisa Lebaran di Rumah

Cegah Tawuran, Polisi Kota Tangerang Tingkatkan Patroli dan Ancam Pelaku Tak Bisa Lebaran di Rumah

Megapolitan
Kadin Tangsel Minta Pekerja Memaklumi jika Perusahaan Tak Bayar THR Penuh

Kadin Tangsel Minta Pekerja Memaklumi jika Perusahaan Tak Bayar THR Penuh

Megapolitan
64 Petak Makam di TPU Rorotan Sudah Terisi

64 Petak Makam di TPU Rorotan Sudah Terisi

Megapolitan
Kejari Sudah Periksa 6 Orang soal Dugaan Korupsi Damkar Depok

Kejari Sudah Periksa 6 Orang soal Dugaan Korupsi Damkar Depok

Megapolitan
LPSK Diminta Lindungi Sandi, Anggota Damkar Depok yang Ungkap Dugaan Korupsi

LPSK Diminta Lindungi Sandi, Anggota Damkar Depok yang Ungkap Dugaan Korupsi

Megapolitan
Usai Tangkap Mahasiswa, Polisi Kejar Bandar dan Kelompok Pengedar Ganja di Kampus Jakarta

Usai Tangkap Mahasiswa, Polisi Kejar Bandar dan Kelompok Pengedar Ganja di Kampus Jakarta

Megapolitan
Mencoba Aplikasi SIM Online, Langsung Muncul 'RPC Timeout' dan Gagal Masuk

Mencoba Aplikasi SIM Online, Langsung Muncul "RPC Timeout" dan Gagal Masuk

Megapolitan
Dua Pohon Tumbang di Jakarta Barat akibat Hujan Deras, Salah Satunya Timpa Rumah

Dua Pohon Tumbang di Jakarta Barat akibat Hujan Deras, Salah Satunya Timpa Rumah

Megapolitan
Bawa Kasus Rizieq Shihab ke Pidana, Bima Arya: Agar Jadi Pembelajaran bagi Semua

Bawa Kasus Rizieq Shihab ke Pidana, Bima Arya: Agar Jadi Pembelajaran bagi Semua

Megapolitan
Pemprov DKI Klaim Frekuensi Kebakaran di Jakarta Turun berkat Sosialisasi lewat Pengeras Suara Masjid

Pemprov DKI Klaim Frekuensi Kebakaran di Jakarta Turun berkat Sosialisasi lewat Pengeras Suara Masjid

Megapolitan
Kritik Pembangunan Tugu Sepeda, Fraksi PDI-P DPRD DKI: Kerja Jangan Berdasarkan Mimpi

Kritik Pembangunan Tugu Sepeda, Fraksi PDI-P DPRD DKI: Kerja Jangan Berdasarkan Mimpi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X