Cerita Pemerintah Hindia Belanda Habiskan Jutaan Gulden, tetapi Tak Bisa Atasi Banjir Jakarta

Kompas.com - 25/02/2021, 09:41 WIB
Pada 8 Januari malam hingga 9 Januari 1932 dini hari, hujan deras mengguyur Batavia, sekarang Jakarta. Saat itu curah hujan mencapai 150 mm. Akibatnya, air meluap sehingga terjadi banjir, seperti di kawasan selatan Koningsplein (sekarang Monas), tepatnya di Gang Holle (kini Jalan Sabang), terlihat mobil mogok di tengah genangan air. Nederlands IndiePada 8 Januari malam hingga 9 Januari 1932 dini hari, hujan deras mengguyur Batavia, sekarang Jakarta. Saat itu curah hujan mencapai 150 mm. Akibatnya, air meluap sehingga terjadi banjir, seperti di kawasan selatan Koningsplein (sekarang Monas), tepatnya di Gang Holle (kini Jalan Sabang), terlihat mobil mogok di tengah genangan air.

JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir Jakarta bukan merupakan hal baru. Bencana tahunan kala Jakarta dilanda hujan dengan intensitas tinggi itu sudah berlangsung bahkan sejak Indonesia merdeka.

Dalam buku yang ditulis Sawarendro berjudul "Sistem Polder dan Tanggul Laut Penanganan Banjir Secara Madani di Jakarta", dijelaskan bahwa penanganan banjir Jakarta di masa pemerintahan Hindia Belanda, yang menghabiskan jutaan gulden, tetap bisa menuntaskan banjir Jakarta hingga saat ini.

Seorang professor dari Negeri Kincir Angin (julukan negeri Belanda), Herman van Breen, didatangkan untuk menuntaskan permasalahan banjir yang kala itu Jakarta bernama Batavia.

Baca juga: Sejarah Banjir Jakarta dari Zaman Tarumanegara hingga Hindia Belanda

"Jika dihitung-hitung, jutaan gulden sudah digelontorkan pemerintah Hindia Belanda untuk mengatasi banjir di Batavia ini," tulis Sawarendro.

Van Breen kemudian mengemukakan beberapa ide-ide brilian penanganan banjir yang mengacu pada apa yang sudah diterapkan di Belanda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Konsep yang ditiru Van Breen bukan sekadar memindahkan rancangan yang ada di Belanda untuk dibangun di Jakarta. Tetapi juga dimatangkan dengan penyesuaian kondisi Jakarta kala itu.

Salah satu percobaan pengendalian banjir milik Van Breen adalah sistem tata air di Rawa Menteng di lembah Kali Cideng di daerah Kampung Lima dan Rawa Tanah Tinggi. Kala itu, daerah yang disebut dicap sebagai daerah langganan banjir ketika hujan datang.

Baca juga: Mengenal Polder yang Jadi Andalan Yusmada untuk Mengatasi Banjir Jakarta

"Untuk mengeringkan daerah tersebut di musim hujan, Van Breen memilih menggunakan pompa-pompa air, mirip seperti yang dilakukan di banyak tempat di Belanda," tulis Sawarendro.

Konsep pompa air tersebut dilakukan Van Breen bukan tanpa alasan. Pada saat itu kekhawatiran genangan air yang menyebabkan malaria marak terjadi.

Sehingga dinilai penerapan pompa air untuk pengeringan wilayah tergenang menjadi sangat penting.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca BMKG: Sejumlah Wilayah di Jakarta Diguyur Hujan Disertai Petir

Prakiraan Cuaca BMKG: Sejumlah Wilayah di Jakarta Diguyur Hujan Disertai Petir

Megapolitan
Ketua JPKL: Pelabelan Plastik Mengandung Zat BPA pada Kemasan Makanan Sudah Tepat

Ketua JPKL: Pelabelan Plastik Mengandung Zat BPA pada Kemasan Makanan Sudah Tepat

Megapolitan
Seorang Pria Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal Usai Shalat Maghrib

Seorang Pria Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal Usai Shalat Maghrib

Megapolitan
Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Megapolitan
Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Megapolitan
3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Megapolitan
Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Megapolitan
Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Megapolitan
Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

Megapolitan
Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Megapolitan
Soal Penyebab Kecelakaan 'Adu Banteng' di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Soal Penyebab Kecelakaan "Adu Banteng" di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.