Terdampak Banjir Kabupaten Bekasi, 2 Jalur KA antara Stasiun Kedunggedeh-Lemah Abang Selesai Diperbaiki

Kompas.com - 25/02/2021, 22:14 WIB
Dua orang pengendara motor menggunakan jasa gerobak untuk melintasi banjir di Jalan Bosih, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (8/2/2021). Menurut warga banjir menggenangi wilayah tersebut pada pukul 05.00 WIB akibat luapan aliran kali Jambe. ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAHDua orang pengendara motor menggunakan jasa gerobak untuk melintasi banjir di Jalan Bosih, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (8/2/2021). Menurut warga banjir menggenangi wilayah tersebut pada pukul 05.00 WIB akibat luapan aliran kali Jambe.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Humas Daerah Operasi (Daop) 1 PT Kereta Api Indonesia (KAI) Jakarta Eva Chairunnisa menyatakan, dua jalur antara Stasiun Kedunggedeh-Lemah Abang KM 55+100 sampai KM 53+600 yang sebelumnya terdampak banjr Kabupaten Bekasi telah selesai diperbaiki, Kamis (25/2/2021).

Sebelum diperbaiki, hanya satu jalur yang dapat beroperasi, sehingga kereta harus melaju secara bergantian.

"Dengan selesainya perbaikan kedua jalur tersebut pada Kamis, maka kereta api yang melintas tidak lagi bergantian," kata Eva dalam keterangan tertulis, Kamis.

Untuk memperbaiki jalur tersebut, PT KAI mengerahkan sebanyak 200 pekerja.

"Selain itu juga diturunkan beberapa alat berat milik PT KAI untuk mendukung proses percepatan penanganan," lanjut Eva.

Baca juga: Banjir di Jakarta Jadi Sorotan, Banjir di Kabupaten Bekasi Siapa Peduli?

Di samping itu, Eva menjelaskan bahwa seluruh pemberangkatan kereta api dari Stasiun Gambir maupun Stasiun Pasar Senen telah berjalan sesuai jadwal.

"Secara total, terdapat 15 keberangkatan kereta api dari Daop 1 Jakarta," ungkapnya.

15 keberangkatan tersebut, yakni delapan keberangkatan dari Stasiun Gambir dan tujuh keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen.

Bagi calon penumpang, Eva mengingatkan untuk memperhatikan persyaratan yang harus dipenuhi.

"Calon penumpang diwajibkan menunjukkan surat keterangan negatif GeNose C19 atau rapid test antigen atau RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum jam keberangkatan," jelas Eva.

Baca juga: Saat Bantuan Logistik untuk Korban Banjir di Kabupaten Bekasi Tertahan Rombongan Presiden

"Sementara, untuk keberangkatan selama libur panjang atau libur keagamaan, sampel tes wajib diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum jam keberangkatan," lanjutnya.

Di samping itu, Eva menuturkan bahwa calon penumpang harus dalam kondisi sehat, suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, menggunakan masker, dan mengenakan pelindung wajah (faceshield) yang disediakan oleh PT KAI.

Calon penumpang juga harus mengikuti ketentuan jaga jarak fisik selama di stasiun dan di dalam kereta api.

"Serta diimbau untuk menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket, dan selalu rutin membersihkan tangan dengan air dan sabun atau cairan antiseptik," lanjut Eva.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 22 April: Ada 1.266 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 7.045 Pasien Dirawat

UPDATE 22 April: Ada 1.266 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 7.045 Pasien Dirawat

Megapolitan
Jenazah Radhar Panca Dahana Akan Dimakamkan di TPU Tanah Kusir

Jenazah Radhar Panca Dahana Akan Dimakamkan di TPU Tanah Kusir

Megapolitan
Budayawan Radhar Panca Dahana Meninggal Dunia akibat Serangan Jantung

Budayawan Radhar Panca Dahana Meninggal Dunia akibat Serangan Jantung

Megapolitan
UPDATE 22 April: Ada 615 Pasien Covid-19 di Tangsel

UPDATE 22 April: Ada 615 Pasien Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Obituari Radhar Panca Dahana: Berjuang untuk Seni dan Budaya Indonesia hingga Napas Terakhir

Obituari Radhar Panca Dahana: Berjuang untuk Seni dan Budaya Indonesia hingga Napas Terakhir

Megapolitan
Radhar Panca Dahana Bertahun-tahun Berjuang Lawan Gagal Ginjal, Seminggu 3 Kali Cuci Darah

Radhar Panca Dahana Bertahun-tahun Berjuang Lawan Gagal Ginjal, Seminggu 3 Kali Cuci Darah

Megapolitan
Budayawan Radhar Panca Dahana Meninggal Dunia

Budayawan Radhar Panca Dahana Meninggal Dunia

Megapolitan
Dimulai 2019, Penanaman 200.000 Pohon di Jakarta Ditargetkan Terpenuhi pada 2022

Dimulai 2019, Penanaman 200.000 Pohon di Jakarta Ditargetkan Terpenuhi pada 2022

Megapolitan
Saat Rizieq Shihab 'Ngamuk': Kesal karena Sidang Online, Cap Bima Arya Pembohong, Bentak Jaksa dan Satpol PP

Saat Rizieq Shihab "Ngamuk": Kesal karena Sidang Online, Cap Bima Arya Pembohong, Bentak Jaksa dan Satpol PP

Megapolitan
Tumpukan Ban Bekas di Kampung Boncos Terbakar, Api Merambat ke Rumah Warga

Tumpukan Ban Bekas di Kampung Boncos Terbakar, Api Merambat ke Rumah Warga

Megapolitan
Ini Kronologi Kasus Pencurian Motor di Joglo yang Pelakunya Terekam CCTV

Ini Kronologi Kasus Pencurian Motor di Joglo yang Pelakunya Terekam CCTV

Megapolitan
Kak Seto: Walau yang Perkosa dan Jual Remaja di Bekasi Anak Anggota DPRD, Polisi Harus Tegas

Kak Seto: Walau yang Perkosa dan Jual Remaja di Bekasi Anak Anggota DPRD, Polisi Harus Tegas

Megapolitan
Salah Gunakan Dana BOS dan BOP, Mantan Kepala SMKN 53 Ditetapkan Jadi Tersangka

Salah Gunakan Dana BOS dan BOP, Mantan Kepala SMKN 53 Ditetapkan Jadi Tersangka

Megapolitan
Pingsan Setelah Ditonjok Sopir Lain, Pengemudi Taksi Tabrak Gerbang Mapolres Jakbar

Pingsan Setelah Ditonjok Sopir Lain, Pengemudi Taksi Tabrak Gerbang Mapolres Jakbar

Megapolitan
Praktik Prostitusi Online Anak di Penginapan Tebet, Warga: Enggak Terpikir Jadi Tempat Open BO

Praktik Prostitusi Online Anak di Penginapan Tebet, Warga: Enggak Terpikir Jadi Tempat Open BO

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X