Satpol PP Akui Ada Beberapa Tempat Usaha yang Langgar Prokes tapi Lolos Penindakan

Kompas.com - 26/02/2021, 11:43 WIB
Suasana Kafe RM, TKP penembakkan tiga orang pada Kamis (25/2/2021). KOMPAS.com/SONYA TERESASuasana Kafe RM, TKP penembakkan tiga orang pada Kamis (25/2/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasatpol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat mengatakan, terdapat beberapa tempat usaha yang melanggar protokol kesehatan, tetapi lolos dari penindakan pihaknya.

"Kalu memang ada yang lolos kami juga akui karena namanya pengusaha kafe restoran ada yang coba-coba," ungkap Tamo ketika ditemui wartawan Jumat (26/2/2021).

Apalagi, pengawasan yang dilakukan Satpol PP biasanya berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

"Memang pengawasan kita kan berpindah-pindah, jadi umpamanya di Cengkareng Oktober fokus di Cengkareng, nanti November pindah lagi ke kecamatan lain," jelas Tamo.

Baca juga: Jadi TKP Penembakan, Kafe RM di Cengkareng Sudah Dua Kali Langgar Protokol Kesehatan

Pasalnya, jumlah personel Satpol PP Jakarta Barat tak sebanyak tempat usaha yang harus diawasi pihaknya.

"Jakarta Barat ini ada 8 kecamatan, anggota saya kalau untuk malam, jam 21.00 WIB ke atas hanya tinggal 60 orang untuk 8 kecamatan ditambah tingkat kota," kata Tamo.

"Sementara, kafe tempat hiburan sejenisnya di Jakbar ini 5000-an, sehingga kita melakukan pengawasan berpindah pindah, ketika itulah mereka melakukan kegiatan yang melanggar aturan," lanjutnya.

Tamo mengaku setiap harinya Satpol PP melakukan pengawasan pada malam hari.

Baca juga: TKP Penembakan oleh Bripda CS di Cengkareng Disegel Permanen

"Setiap malam ada tiga restoran, kafe yang kita lakukan tindakan penutupan 1x24 jam, dalam bulan Januari saja sudah melakukan penutupan 131 tempat usaha," jelasnya.

Hal tersebut disampaikan Tamo menyusul kabar masih beroperasinya Kafe RM yang berlokasi di Jalan Lingkar Luar Barat, Cengkareng, melampaui batas waktu operasional yang ditentukan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jakarta.

Kafe RM diketahui melanggar aturan jam operasional setelah terjadi tragedi penembakkan oleh seorang oknum polisi berinisial Bripda CS yang menewaskan tiga orang pada Kamis (25/2/2021).

Kejadian tersebut berlangsung Kamis pagi, sekitar pukul 04.00 di dalam kafe.

Adapun, pihak Satpol PP telah menutup permanen kafe tersebut pada Jumat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 22 April: Ada 1.266 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 7.045 Pasien Dirawat

UPDATE 22 April: Ada 1.266 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 7.045 Pasien Dirawat

Megapolitan
Jenazah Radhar Panca Dahana Akan Dimakamkan di TPU Tanah Kusir

Jenazah Radhar Panca Dahana Akan Dimakamkan di TPU Tanah Kusir

Megapolitan
Budayawan Radhar Panca Dahana Meninggal Dunia akibat Serangan Jantung

Budayawan Radhar Panca Dahana Meninggal Dunia akibat Serangan Jantung

Megapolitan
UPDATE 22 April: Ada 615 Pasien Covid-19 di Tangsel

UPDATE 22 April: Ada 615 Pasien Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Obituari Radhar Panca Dahana: Berjuang untuk Seni dan Budaya Indonesia hingga Napas Terakhir

Obituari Radhar Panca Dahana: Berjuang untuk Seni dan Budaya Indonesia hingga Napas Terakhir

Megapolitan
Radhar Panca Dahana Bertahun-tahun Berjuang Lawan Gagal Ginjal, Seminggu 3 Kali Cuci Darah

Radhar Panca Dahana Bertahun-tahun Berjuang Lawan Gagal Ginjal, Seminggu 3 Kali Cuci Darah

Megapolitan
Budayawan Radhar Panca Dahana Meninggal Dunia

Budayawan Radhar Panca Dahana Meninggal Dunia

Megapolitan
Dimulai 2019, Penanaman 200.000 Pohon di Jakarta Ditargetkan Terpenuhi pada 2022

Dimulai 2019, Penanaman 200.000 Pohon di Jakarta Ditargetkan Terpenuhi pada 2022

Megapolitan
Saat Rizieq Shihab 'Ngamuk': Kesal karena Sidang Online, Cap Bima Arya Pembohong, Bentak Jaksa dan Satpol PP

Saat Rizieq Shihab "Ngamuk": Kesal karena Sidang Online, Cap Bima Arya Pembohong, Bentak Jaksa dan Satpol PP

Megapolitan
Tumpukan Ban Bekas di Kampung Boncos Terbakar, Api Merambat ke Rumah Warga

Tumpukan Ban Bekas di Kampung Boncos Terbakar, Api Merambat ke Rumah Warga

Megapolitan
Ini Kronologi Kasus Pencurian Motor di Joglo yang Pelakunya Terekam CCTV

Ini Kronologi Kasus Pencurian Motor di Joglo yang Pelakunya Terekam CCTV

Megapolitan
Kak Seto: Walau yang Perkosa dan Jual Remaja di Bekasi Anak Anggota DPRD, Polisi Harus Tegas

Kak Seto: Walau yang Perkosa dan Jual Remaja di Bekasi Anak Anggota DPRD, Polisi Harus Tegas

Megapolitan
Salah Gunakan Dana BOS dan BOP, Mantan Kepala SMKN 53 Ditetapkan Jadi Tersangka

Salah Gunakan Dana BOS dan BOP, Mantan Kepala SMKN 53 Ditetapkan Jadi Tersangka

Megapolitan
Pingsan Setelah Ditonjok Sopir Lain, Pengemudi Taksi Tabrak Gerbang Mapolres Jakbar

Pingsan Setelah Ditonjok Sopir Lain, Pengemudi Taksi Tabrak Gerbang Mapolres Jakbar

Megapolitan
Praktik Prostitusi Online Anak di Penginapan Tebet, Warga: Enggak Terpikir Jadi Tempat Open BO

Praktik Prostitusi Online Anak di Penginapan Tebet, Warga: Enggak Terpikir Jadi Tempat Open BO

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X