Viral Video Mobil Masuk Jalur Sepeda Permanen, MTI Berharap Pemprov DKI Konsisten Tegakkan Aturan

Kompas.com - 01/03/2021, 17:09 WIB
Sebuah mobil berada di jalur sepeda permanen di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat pada Jumat (26/2/2021). Screenshot Instagram Koalisi Pejalan KakiSebuah mobil berada di jalur sepeda permanen di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat pada Jumat (26/2/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Harya Setyaka mengingatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai jalur sepeda permanen di sepanjang Jalan Thamrin-Sudirman.

Selain itu, Pempov DKI Jakarta juga diminta untuk menegakkan aturan secara konsisten, ketika jalur sepeda tersebut aktif digunakan. Menurut Harya, perubahan perilaku pengendara memang membutuhkan waktu.

"Sebagaimana dulu ketika jalur busway baru dibangun tentunya dibutuhkan penegakan konsisten sekaligus sosialisasi. Saya yakin bisa steril," tutur Harya kepada Kompas.com, Senin (1/3/2021).

Baca juga: Viral, Video Mobil Masuk Jalur Sepeda Permanen di Jalan Jenderal Sudirman

Dengan upaya ini, maka diharapkan jalur tersebut bisa steril dari kendaraan lain. Sebab, sebelumnya viral video mobil yang masuk ke jalur sepeda permanen, yang sudah disterilkan dari kendaraan lain.

Video berdurasi 22 detik yang memperlihatkan sebuah mobil yang melewati jalur sepeda permanen di Jalan Jenderal Sudirman di sekitaran kompleks Gelora Bung Karno (GBK) itu viral di media sosial.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebab mobil berwarna hitam itu terlihat menyalakan lampu sein kiri. Padahal di depannya terdapat sepeda lipat berwarna biru yang berhenti. Mobil lalu membunyikan klakson.

"Ini kan jalur sepeda ya, Om?" ujar seorang perempuan yang tampak dalam video tersebut.

"Ya terus," jawab seorang laki-laki dalam video.

Baca juga: Jalur Sepeda di Sudirman Diterobos Mobil, Sudinhub Bilang Hanya Bisa Patroli Pagi dan Sore

Video itu awalnya diunggah oleh Koalisi Pejalan Kaki pada akun Instagramnya, Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus mengatakan, video tersebut diambil pada Jumat (26/2/2021).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Koalisi Pejalan Kaki (@koalisipejalankaki)


Saat itu, mobil baru keluar dari sebuah pintu gerbang kawasan GBK. Alfred menuturkan, video dibuat sebagai bentuk protes karena mobil masuk ke jalur sepeda yang telah terproteksi. Video itu juga dibuat sebagai salah satu bentuk edukasi.

Alfred menyatakan, seharusnya kendaraaan bermotor tidak boleh masuk ke jalur sepeda permanen. Terlebih, pada saat itu tengah dilakukan uji coba jalur sepeda.

"Itu kan sedang uji coba jalur sepeda terproteksi. Seharusnya tak boleh masuk," kata Alfred.

Alfred menambahkan, mobil tersebut akhirnya mundur karena ada sepeda yang diparkirkan di depannya. Dia pun berharap adanya jalur sepeda permanen dapat mengedukasi para pesepeda dan pengendara motor untuk saling berbagi ruang di jalan raya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ombudsman: 3 Petugas Lapas Tangerang yang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Bisa Dinonaktifkan

Ombudsman: 3 Petugas Lapas Tangerang yang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Bisa Dinonaktifkan

Megapolitan
Tak Ada Izin, Tower BTS di Jatibening Disegel

Tak Ada Izin, Tower BTS di Jatibening Disegel

Megapolitan
Pemprov DKI Surati Kemendikbud Minta Penjelasan Data Klaster Sekolah Tatap Muka

Pemprov DKI Surati Kemendikbud Minta Penjelasan Data Klaster Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Megapolitan
Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Megapolitan
73,4 Persen Warga Lansia di Kota Tangerang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

73,4 Persen Warga Lansia di Kota Tangerang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

Megapolitan
Dinkes Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang

Dinkes Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang

Megapolitan
Belum Ada Upaya Damai, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Atta Halilintar Berlanjut

Belum Ada Upaya Damai, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Atta Halilintar Berlanjut

Megapolitan
Soal Penonaktifan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham: Kalapas yang Pertimbangkan

Soal Penonaktifan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham: Kalapas yang Pertimbangkan

Megapolitan
Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Cahaya Swalayan

Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Cahaya Swalayan

Megapolitan
Tidak Ada Laporan Temuan Klaster Covid-19 dari PTM di Jakarta Pusat

Tidak Ada Laporan Temuan Klaster Covid-19 dari PTM di Jakarta Pusat

Megapolitan
Instruksi Anies, Banjir Jakarta Surut Kurang dari 6 Jam

Instruksi Anies, Banjir Jakarta Surut Kurang dari 6 Jam

Megapolitan
Pengelola TPS Ilegal di Kota Tangerang: Kalau Ditutup, Saya Ikut Pemerintah

Pengelola TPS Ilegal di Kota Tangerang: Kalau Ditutup, Saya Ikut Pemerintah

Megapolitan
Data Vaksinasi Depok Cantumkan 14 Orang Selain Nakes Terima Dosis 3, Ini Penjelasan Dinkes

Data Vaksinasi Depok Cantumkan 14 Orang Selain Nakes Terima Dosis 3, Ini Penjelasan Dinkes

Megapolitan
UPDATE 23 September: Tambah 23 Kasus Covid-19 di Tangsel, 22 Orang Sembuh

UPDATE 23 September: Tambah 23 Kasus Covid-19 di Tangsel, 22 Orang Sembuh

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.