Hoaks Setahun Pandemi, Covid-19 Bisa Disembuhkan Air Rebusan Bawang Putih dan Menular lewat Ponsel

Kompas.com - 02/03/2021, 10:38 WIB
Ilustrasi hoaks pandemi virus corona, Covid-19 SHUTTERSTOCK/MARTA DMIlustrasi hoaks pandemi virus corona, Covid-19

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabar tidak benar atau hoaks muncul di tengah masyarakat yang berupaya memproteksi diri guna mencegah penularan virus pada awal pandemi Covid-19 merebak di dunia.

Kabar yang muncul, yakni mengenai ramuan untuk menjaga kondisi tubuh di tengah pandemi Covid-19.

Air rebusan bawang putih sembuhkan Covid-19

Salah satu informasi yang beredar di media sosial, air rebusan bawang putih disebut bisa mencegah dan menyembuhkan itu virus SARS-CoV-2.

Dalam unggahan saat itu, air rebusan bawang putih itu diminum langsung sebanyak dua gelas.

"Ini bawang putih yang besar ambil 8 biji, dikupas kulitnya ditaruh mangkuk dituang 7 gelas air mendidih selama 3 menit setelah itu diminum langsung 2 gelas, ternyata pasien yang kena virus corona sembuh di hari kedua/setelah malam minum air bawang putih ini!!!!," demikian narasi yang tersebar.

Baca juga: Hoaks, Air Rebusan Bawang Putih untuk Sembuhkan Virus Corona

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat itu, Achmad Yurianto, menegaskan bahwa informasi mengenai penangkal virus itu tidak benar.

"Tidak benar itu, sampai saat ini secara ilmiah belum ditemukan obatnya," ujar Yurianto saat dihubungi Kompas.com, 29 Januari 2020.

Menurut Yurianto, air rebusan bawang putih tidak menimbulkan efek apa pun bagi tubuh.

"Tidak ada efeknya," lanjut Yurianto.

Masyarakat saat itu pun diimbau agar tidak termakan oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Baca juga: Setahun Pandemi Covid-19: Saat Penimbun Masker Dibekuk, Tujuan Cari Untung Jadi Dihukum

Ahli vaksin dari OMNI Hospitals Pulomas dr Dirga Sakti Rambe, SpPD saat itu mengungkapkan bahwa belum ada obat atau vaksin yang teruji bisa menghalau virus SARS-CoV-2.

Ponsel tularkan Covid-19

Bukan hanya soal penangkal, kabar hoaks mengenai penularan Covid-19 melalui ponsel buatan China, Xiaomi, juga beredar di media sosial.

Kabar tersebut diunggah oleh pemilik akun Twitter @coromodol.

Dalam twitnya, dia menyatakan, siapa pun yang bersalaman dengan pengguna ponsel Xiaomi untuk segera mencuci tangan.

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia dr Daeng M Faqih menjelaskan, penularan sebuah virus melalui ponsel itu tidaklah benar.

Baca juga: Viral Virus Corona Menyebar Lewat Ponsel Xiaomi, IDI: Tidak Benar

Adapun penularan seperti yang viral di media sosial tersebut harus dibuktikan dengan pemeriksaan.

"Harus dibuktikan kalau terpapar dengan pemeriksaan," ujarnya kepada Kompas.com, 29 Januari 2020.

Daeng mengatakan, ponsel Xiaomi yang beredar tidak bisa disebutkan mengandung virus SARS-CoV-2 meski dibuat di China.

Benda itu bisa menularkan virus jika terpapar oleh cairan tubuh penderita, lalu benda itu dipegang tanpa cuci tangan.

Cairan yang dimaksud seperti air liur, bersin, batuk, ingus, darah, dan semacamnya.

Namun, prinsipnya, hal itu harus dibuktikan dengan pemeriksaan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ratusan PNS Jakarta Ogah Naik Jabatan, Ketua Komisi A: Mereka Malas

Ratusan PNS Jakarta Ogah Naik Jabatan, Ketua Komisi A: Mereka Malas

Megapolitan
Pemudik Ini Tak Kapok Dipaksa Putar Balik 5 Kali di Kedungwaringin demi Jumpa Anak di Tegal

Pemudik Ini Tak Kapok Dipaksa Putar Balik 5 Kali di Kedungwaringin demi Jumpa Anak di Tegal

Megapolitan
Kapolda Metro: 310 Kilogram Sabu yang Diselundupkan dari Iran Bernilai Rp 400 Miliar

Kapolda Metro: 310 Kilogram Sabu yang Diselundupkan dari Iran Bernilai Rp 400 Miliar

Megapolitan
Wali Kota Tangerang: Pemudik yang Kembali Harus Bawa Surat Bebas Covid-19, atau Pulang Lagi

Wali Kota Tangerang: Pemudik yang Kembali Harus Bawa Surat Bebas Covid-19, atau Pulang Lagi

Megapolitan
Selama Larangan Mudik, Sekitar 400 Calon Penumpang Kereta Api Ditolak

Selama Larangan Mudik, Sekitar 400 Calon Penumpang Kereta Api Ditolak

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Imbau Warganya Tidak Takbiran Keliling

Wali Kota Tangerang Imbau Warganya Tidak Takbiran Keliling

Megapolitan
Transjakarta Siapkan 11 Layanan Tambahan 14-16 Mei

Transjakarta Siapkan 11 Layanan Tambahan 14-16 Mei

Megapolitan
Kasus Penyelundupan 310 Kilogram Sabu, Polisi: Produsen dari Iran, Jaringan Pengedar dari Nigeria

Kasus Penyelundupan 310 Kilogram Sabu, Polisi: Produsen dari Iran, Jaringan Pengedar dari Nigeria

Megapolitan
Baznas Kota Tangerang Terima Pembayaran Zakat hingga Rabu Malam

Baznas Kota Tangerang Terima Pembayaran Zakat hingga Rabu Malam

Megapolitan
Beragam Antisipasi demi Cegah Takbiran Keliling di Jakarta, Ada Filterisasi hingga Penindakan dengan Sanksi

Beragam Antisipasi demi Cegah Takbiran Keliling di Jakarta, Ada Filterisasi hingga Penindakan dengan Sanksi

Megapolitan
Preman Minta THR ke Pedagang Pasar Ciputat, Korban: 5 Orang Datang dalam 5 Menit

Preman Minta THR ke Pedagang Pasar Ciputat, Korban: 5 Orang Datang dalam 5 Menit

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Penyekatan di Bekasi-Karawang Dibuka |Pangdam Jaya Bertekad Tumpas Premanisme

[POPULER JABODETABEK] Penyekatan di Bekasi-Karawang Dibuka |Pangdam Jaya Bertekad Tumpas Premanisme

Megapolitan
Fauzi dan Siasat Lolos dari Pos Penyekatan Mudik

Fauzi dan Siasat Lolos dari Pos Penyekatan Mudik

Megapolitan
UPDATE: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 202 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 202 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: Tambah 76 Kasus di Depok, Seorang Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE: Tambah 76 Kasus di Depok, Seorang Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X