Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hanya Dapat 33.400 Dosis Vaksin Covid-19 untuk Tahap Dua, Depok Atur Proporsi

Kompas.com - 02/03/2021, 14:02 WIB
Vitorio Mantalean,
Egidius Patnistik

Tim Redaksi

DEPOK, KOMPAS.com - Vaksinasi Covid-19 tahap dua di Depok, Jawa Barat, akan dilakukan secara proporsional. Penyebabnya, Depok baru mendapatkan 33.400 dosis vaksin Covid-19 dari Pemprov Jawa Barat, sedangkan kebutuhan vaksin yang diusulkan lebih dari itu.

"Pada intinya, kami akan mengakomodir semua masyarakat yang memenuhi kriteria tapi kembali lagi kepada jumlah vaksin yang diberikan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita, ketika dihubungi Kompas.com, Senin (1/3/2021).

Novarita enggan membeberkan usulan jumlah dosis yang ia kirim ke Pemprov Jawa Barat.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Lansia Depok Sementara Fokus di 10 Kelurahan Zona Merah Ini

Beberapa kalangan yang akan menerima vaksinasi Covid-19 tahap dua di antaranya ialah anggota TNI, Polri, ASN, pejabat struktural, tenaga pendidik, wartawan, dan kalangan lansia.

Dari daftar itu, ada beberapa kelompok yang akan divaksinasi 100 persen.

"Pejabat-pejabat (struktural), kemudian TNI/Polri, itu harus 100 persen," kata Novarita.

"Pejabat instansi seperti DPRD itu juga harus 100 persen," tambahnya.

Selebihnya, untuk sementara kelompok-kelompok lain seperti tenaga pendidik, kalangan lansia, pedagang pasar, dan petugas pelayanan publik lain akan divaksin sebagian saja, sambil menunggu distribusi vaksin berikutnya dikirim Pemprov Jawa Barat.

Ambil contoh, tenaga pendidik. Pekan lalu, Dinas Pendidikan Kota Depok menyatakan telah mengirim usulan 18.850 tenaga pendidik agar divaksinasi Covid-19.

Namun, lantaran jumlah vaksin yang tersedia belum memadai, baru sekitar 3.420 atau 18 persennya yang akan menerima vaksin.

"Tenaga guru itu dilaksanakan (vaksinasi) di puskesmas. Jadi satu puskesmas melaksanakan (vaksinasi untuk) kira-kira 90 guru. Jadi tinggal diatur siapa yang duluan," kata Novarita.

"Ketika dapat (vaksin) lagi, kami akomodir yang kurang-kurang, yang belum dapat (vaksin) kami akomodir," tambahnya.

Meski demikian, ia menjamin bahwa vaksinasi akan dilaksanakan serentak bagi seluruh kalangan sejak kemarin.

Artinya, tak ada kalangan yang lebih dulu maupun lebih akhir mendapatkan vaksinasi Covid-19 tahap dua ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Korban Dugaan Pelecehan di Universitas Pancasila Minta Perlindungan, LPSK Putuskan Maksimal 30 Hari

Korban Dugaan Pelecehan di Universitas Pancasila Minta Perlindungan, LPSK Putuskan Maksimal 30 Hari

Megapolitan
Kurangi Jajan Anak gara-gara Harga Beras Naik, Emak-emak: Pemerintah Mah Enak Duitnya Banyak

Kurangi Jajan Anak gara-gara Harga Beras Naik, Emak-emak: Pemerintah Mah Enak Duitnya Banyak

Megapolitan
Ternyata Ini Biang Gangguan LRT Jabodebek Senin Pagi

Ternyata Ini Biang Gangguan LRT Jabodebek Senin Pagi

Megapolitan
Diundur, Penonaktifan NIK Warga Jakarta di Luar Daerah Tunggu Penetapan Hasil Pemilu

Diundur, Penonaktifan NIK Warga Jakarta di Luar Daerah Tunggu Penetapan Hasil Pemilu

Megapolitan
Terbongkarnya Produksi Ribuan Video Porno Anak di Bawah Umur Jaringan Internasional, Kerja Sama dengan FBI

Terbongkarnya Produksi Ribuan Video Porno Anak di Bawah Umur Jaringan Internasional, Kerja Sama dengan FBI

Megapolitan
Modus Sindikat Jual Beli Video Porno Jaringan Internasional, Pelaku Iming-imingi Korban Pakai Uang

Modus Sindikat Jual Beli Video Porno Jaringan Internasional, Pelaku Iming-imingi Korban Pakai Uang

Megapolitan
Dilema Yuyun di Tengah Kenaikan Harga Beras: Lama-lama Lontong Saya Kayak Momogi...

Dilema Yuyun di Tengah Kenaikan Harga Beras: Lama-lama Lontong Saya Kayak Momogi...

Megapolitan
Pemilik Bengkel di Limo Depok Ditampar Pelanggan di Pipi Kiri Sampai ke Telinga

Pemilik Bengkel di Limo Depok Ditampar Pelanggan di Pipi Kiri Sampai ke Telinga

Megapolitan
Polisi Selidiki Penyebab Kematian Perempuan Paruh Baya di Tambora

Polisi Selidiki Penyebab Kematian Perempuan Paruh Baya di Tambora

Megapolitan
Harga Beras Naik, Emak-emak: Bikin Pusing Kepala

Harga Beras Naik, Emak-emak: Bikin Pusing Kepala

Megapolitan
Aiman Witjaksono Minta Hakim Kabulkan Gugatan Praperadilan

Aiman Witjaksono Minta Hakim Kabulkan Gugatan Praperadilan

Megapolitan
Hengki Dalang Kasus Pungli di Rutan KPK Kini Bertugas di Sekretariat DPRD DKI

Hengki Dalang Kasus Pungli di Rutan KPK Kini Bertugas di Sekretariat DPRD DKI

Megapolitan
Tak Bacakan Kesimpulan di Praperadilan Aiman, Polda Metro Langsung Tinggalkan Ruang Sidang

Tak Bacakan Kesimpulan di Praperadilan Aiman, Polda Metro Langsung Tinggalkan Ruang Sidang

Megapolitan
Hilang Kendali, Pengendara Motor dan Penumpangnya Tewas Terlindas Truk Trailer di Plumpang

Hilang Kendali, Pengendara Motor dan Penumpangnya Tewas Terlindas Truk Trailer di Plumpang

Megapolitan
Pemerintah Impor 3,6 Juta Ton Beras Sepanjang 2024, Baru 500 Ton Masuk ke Indonesia

Pemerintah Impor 3,6 Juta Ton Beras Sepanjang 2024, Baru 500 Ton Masuk ke Indonesia

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com