Kompas.com - 02/03/2021, 17:43 WIB
Seorang guru tengah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum menjalani vaksinasi Covid-19 di SMPN 11 Tangerang Selatan, Selasa (2/3/2021). KOMPAS.com/Tria SutrisnaSeorang guru tengah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum menjalani vaksinasi Covid-19 di SMPN 11 Tangerang Selatan, Selasa (2/3/2021).
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Puluhan guru di wilayah Tangerang Selatan, Banten harus kecewa karena gagal menjalani vaksinasi Covid-19 tahap kedua.

Mereka tidak bisa disuntik vaksin Covid-19 akibat tidak lolos saat pemeriksaan kesehatan. Kebanyakan di antaranya mengalami hipertensi dan memiliki penyakit penyerta lainnya.

Meski begitu, para guru tersebut berharap tetap bisa menjalani vaksinasi untuk mengantisipasi penularan Covid-19.

Sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka bisa segera digelar.

Marsani, Guru SDN Pisangan 02 Ciputat Timur mendatangi gedung SMPN 11 Tangerang Selatan pada Selasa (2/3/2021) siang.

Baca juga: Setahun Pandemi Covid-19: Empon-empon yang Jarang Dilirik, lalu Jadi Primadona

Menggunakan pakaian dinas bernuansa coklat, dia bersama rekannya sesama guru langsung masuk ke ruang kelas di lantai 2 yang menjadi ruang vaksinasi Covid-19.

Marsani duduk ke meja pendaftaran peserta vaksinasi Covid-19. Setelah itu, dia langsung menuju meja dua untuk menjalani screening atau pemeriksaan kesehatan.

Setelah diberikan sejumlah pertanyaan mengenai kondisi kesehatan dan diperiksa tekanan darahnya, petugas tidak langsung memperkenankan Marsani menjalani penyuntikan vaksin Covid-19 di meja tiga.

Marsani dan petugas pemeriksa kesehatan sempat berbincang sejenak sampai akhirnya dia keluar dari ruang vaksinasi Covid-19 dengan raut wajah kecewa.

Dia diminta melapor kepada petugas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangerang Selatan yang berada di lantai 1 gedung SMPN 11 Tangerang Selatan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Radhar Panca Dahana Bertahun-tahun Berjuang Lawan Gagal Ginjal, Seminggu 3 Kali Cuci Darah

Radhar Panca Dahana Bertahun-tahun Berjuang Lawan Gagal Ginjal, Seminggu 3 Kali Cuci Darah

Megapolitan
Budayawan Radhar Panca Dahana Meninggal Dunia

Budayawan Radhar Panca Dahana Meninggal Dunia

Megapolitan
Dimulai 2019, Penanaman 200.000 Pohon di Jakarta Ditargetkan Terpenuhi pada 2022

Dimulai 2019, Penanaman 200.000 Pohon di Jakarta Ditargetkan Terpenuhi pada 2022

Megapolitan
Saat Rizieq Shihab 'Ngamuk': Kesal karena Sidang Online, Cap Bima Arya Pembohong, Bentak Jaksa dan Satpol PP

Saat Rizieq Shihab "Ngamuk": Kesal karena Sidang Online, Cap Bima Arya Pembohong, Bentak Jaksa dan Satpol PP

Megapolitan
Tumpukan Ban Bekas di Kampung Boncos Terbakar, Api Merambat ke Rumah Warga

Tumpukan Ban Bekas di Kampung Boncos Terbakar, Api Merambat ke Rumah Warga

Megapolitan
Ini Kronologi Kasus Pencurian Motor di Joglo yang Pelakunya Terekam CCTV

Ini Kronologi Kasus Pencurian Motor di Joglo yang Pelakunya Terekam CCTV

Megapolitan
Kak Seto: Walau yang Perkosa dan Jual Remaja di Bekasi Anak Anggota DPRD, Polisi Harus Tegas

Kak Seto: Walau yang Perkosa dan Jual Remaja di Bekasi Anak Anggota DPRD, Polisi Harus Tegas

Megapolitan
Salah Gunakan Dana BOS dan BOP, Mantan Kepala SMKN 53 Ditetapkan Jadi Tersangka

Salah Gunakan Dana BOS dan BOP, Mantan Kepala SMKN 53 Ditetapkan Jadi Tersangka

Megapolitan
Pingsan Setelah Ditonjok Sopir Lain, Pengemudi Taksi Tabrak Gerbang Mapolres Jakbar

Pingsan Setelah Ditonjok Sopir Lain, Pengemudi Taksi Tabrak Gerbang Mapolres Jakbar

Megapolitan
Praktik Prostitusi Online Anak di Penginapan Tebet, Warga: Enggak Terpikir Jadi Tempat Open BO

Praktik Prostitusi Online Anak di Penginapan Tebet, Warga: Enggak Terpikir Jadi Tempat Open BO

Megapolitan
Bersikeras Dua Terdakwa Kasus 192 Kg Ganja Divonis Mati, PN Tangerang Resmi Ajukan Banding

Bersikeras Dua Terdakwa Kasus 192 Kg Ganja Divonis Mati, PN Tangerang Resmi Ajukan Banding

Megapolitan
Aturan Perjalanan Pakai Kendaraan Pribadi ke Luar Jakarta Selama Larangan Mudik

Aturan Perjalanan Pakai Kendaraan Pribadi ke Luar Jakarta Selama Larangan Mudik

Megapolitan
KPAI Sebut Guru-guru di Jakarta Kelelahan Mengajar Tatap Muka dan Daring

KPAI Sebut Guru-guru di Jakarta Kelelahan Mengajar Tatap Muka dan Daring

Megapolitan
Semrawut, Kolong Flyover Roxy Akan Ditata Ulang

Semrawut, Kolong Flyover Roxy Akan Ditata Ulang

Megapolitan
Evaluasi Belajar Tatap Muka, Disdik DKI Tegaskan Akan Tutup Sekolah jika Tak Disiplin Protokol Kesehatan

Evaluasi Belajar Tatap Muka, Disdik DKI Tegaskan Akan Tutup Sekolah jika Tak Disiplin Protokol Kesehatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X