Kompas.com - 02/03/2021, 19:10 WIB
Selebgram Millen Cyrus (tengah) jalani tes urine saat terjaring razia protokol kesehatan yang dilaksanakan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya di Bar Brotherhood Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu dini hari (28/2/2021).  ANTARA/Fianda Rassat Selebgram Millen Cyrus (tengah) jalani tes urine saat terjaring razia protokol kesehatan yang dilaksanakan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya di Bar Brotherhood Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu dini hari (28/2/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Seksi Pengawasan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta Iffan mengatakan, Kafe Brotherhood di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, diizinkan kembali beroperasi karena hanya melakukan pelanggaran protokol kesehatan (prokes).

Sehingga, Satpol PP DKI Jakarta hanya memberikan sanksi kepada pengelola Kafe Brotherhood dengan penutupan 1x24 jam.

"Yang ditemukan adalah pelanggaran prokes, jadi kalau pelanggaran prokes itu mengaju pada Pergub 3 tahun 2021, dan itu (sanksi) sudah dilakukan penutupan 1x24 jam oleh Satpol PP," kata Iffan saat dihubungi melalui telepon, Selasa (2/3/2021).

Baca juga: Kasatpol PP DKI: Kafe Brotherhood Berkamuflase Saat Beroperasi Melebihi Jam Operasional

Iffan juga menjelaskan, dari hasil pemeriksaan aparat kepolisian tidak ditemukan bukti bahwa Kafe Brotherhood menjadi tempat peredaran narkotika atau psikotropika.

Sehingga sanksi penutupan permanen sesuai dengan Pergub 18 Tahun 2018 tidak bisa dilakukan.

Dalam Pergub 18 Tahun 2018, sanksi terhadap pelanggaran narkotika, prostitusi dan perjudian terdapat di Pasal 54 dengan sanksi pencabutan TDUP (tanda daftar usaha pariwisata).

Pasal 54 Ayat 4 menjelaskan:

"Terhadap pengusaha pariwisata yang dikenakan sanksi pencabutan TDUP karena peredaran, penjualan dan pemakaian narkotika dan zat psikotropika lainnya dilarang mendirikan usaha pariwisata dan sejenisnya."

Iffan juga membenarkan hasil pemeriksaan dari selebgram Millen Cyrus, psikotropika jenis benzo yang digunakan merupakan obat yang dikonsumsi Millen Cyrus.

Sehingga tidak ada temuan dari kepolisian mengenai pidana penyalahgunaan narkotika dan psikotropika di Kafe Brotherhood.

"Iya betul (tidak ada temuan)," ucap Iffan.

Baca juga: Satpol PP Kaji Penutupan Permanen Kafe Brotherhood

Sebelumnya Kafe Brotherhood terjaring razia dan terbukti melanggar batasan jam operasional kafe selama pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berlangsung.

Dalam operasi penertiban jam operasional yang digelar Minggu (28/2/2021), diamankan juga selebgram Millen Cyrus beserta tiga temannya setelah hasil tes urine dinyatakan positif benzo.

"Millen Cyrus diamankan beserta tiga temannya di kafe dan positif benzo," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 22 April: Ada 1.266 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 7.045 Pasien Dirawat

UPDATE 22 April: Ada 1.266 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 7.045 Pasien Dirawat

Megapolitan
Jenazah Radhar Panca Dahana Akan Dimakamkan di TPU Tanah Kusir

Jenazah Radhar Panca Dahana Akan Dimakamkan di TPU Tanah Kusir

Megapolitan
Budayawan Radhar Panca Dahana Meninggal Dunia akibat Serangan Jantung

Budayawan Radhar Panca Dahana Meninggal Dunia akibat Serangan Jantung

Megapolitan
UPDATE 22 April: Ada 615 Pasien Covid-19 di Tangsel

UPDATE 22 April: Ada 615 Pasien Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Obituari Radhar Panca Dahana: Berjuang untuk Seni dan Budaya Indonesia hingga Napas Terakhir

Obituari Radhar Panca Dahana: Berjuang untuk Seni dan Budaya Indonesia hingga Napas Terakhir

Megapolitan
Radhar Panca Dahana Bertahun-tahun Berjuang Lawan Gagal Ginjal, Seminggu 3 Kali Cuci Darah

Radhar Panca Dahana Bertahun-tahun Berjuang Lawan Gagal Ginjal, Seminggu 3 Kali Cuci Darah

Megapolitan
Budayawan Radhar Panca Dahana Meninggal Dunia

Budayawan Radhar Panca Dahana Meninggal Dunia

Megapolitan
Dimulai 2019, Penanaman 200.000 Pohon di Jakarta Ditargetkan Terpenuhi pada 2022

Dimulai 2019, Penanaman 200.000 Pohon di Jakarta Ditargetkan Terpenuhi pada 2022

Megapolitan
Saat Rizieq Shihab 'Ngamuk': Kesal karena Sidang Online, Cap Bima Arya Pembohong, Bentak Jaksa dan Satpol PP

Saat Rizieq Shihab "Ngamuk": Kesal karena Sidang Online, Cap Bima Arya Pembohong, Bentak Jaksa dan Satpol PP

Megapolitan
Tumpukan Ban Bekas di Kampung Boncos Terbakar, Api Merambat ke Rumah Warga

Tumpukan Ban Bekas di Kampung Boncos Terbakar, Api Merambat ke Rumah Warga

Megapolitan
Ini Kronologi Kasus Pencurian Motor di Joglo yang Pelakunya Terekam CCTV

Ini Kronologi Kasus Pencurian Motor di Joglo yang Pelakunya Terekam CCTV

Megapolitan
Kak Seto: Walau yang Perkosa dan Jual Remaja di Bekasi Anak Anggota DPRD, Polisi Harus Tegas

Kak Seto: Walau yang Perkosa dan Jual Remaja di Bekasi Anak Anggota DPRD, Polisi Harus Tegas

Megapolitan
Salah Gunakan Dana BOS dan BOP, Mantan Kepala SMKN 53 Ditetapkan Jadi Tersangka

Salah Gunakan Dana BOS dan BOP, Mantan Kepala SMKN 53 Ditetapkan Jadi Tersangka

Megapolitan
Pingsan Setelah Ditonjok Sopir Lain, Pengemudi Taksi Tabrak Gerbang Mapolres Jakbar

Pingsan Setelah Ditonjok Sopir Lain, Pengemudi Taksi Tabrak Gerbang Mapolres Jakbar

Megapolitan
Praktik Prostitusi Online Anak di Penginapan Tebet, Warga: Enggak Terpikir Jadi Tempat Open BO

Praktik Prostitusi Online Anak di Penginapan Tebet, Warga: Enggak Terpikir Jadi Tempat Open BO

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X