Kompas.com - 03/03/2021, 17:09 WIB
Kholifah (30), seorang pedagang cabai rawit merah di Pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten. Ia menjual cabai rawit merah dengan harga Rp 130.000 tiap satu kilonya. KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFALKholifah (30), seorang pedagang cabai rawit merah di Pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten. Ia menjual cabai rawit merah dengan harga Rp 130.000 tiap satu kilonya.

TANGERANG, KOMPAS.com - Harga cabai rawit merah meroket di beberapa pasar di Kota Tangerang, Banten.

Seorang pedagang cabai di Pasar Anyar, Kholifah (30) menyatakan, cabai yang harganya melonjak hanya cabai rawit merah. Satu kilo cabai rawit merah ia jual dengan harga Rp 130.000.

"Sebelumnya, sekilo cabe rawit merah itu harganya cuma Rp 80.000," kata Kholifah, Rabu (3/2/2021) sore.

Kholifah tak tahu penyebab melonjaknya harga cabai rawit merah. Ia menyatakan, kenaikan harga cabai tersebut sudah berlangsung satu bulan.

Baca juga: Petani Terdampak Banjir, Harga Cabai Rawit Merah di Jakbar Naik 2 Kali Lipat

Walai harga naik, kata Kholifah, pembeli cabai rawit merah tak berkurang.

"Tetap di sini yang beli dari restoran, kafe, ibu-ibu biasa juga tetap beli," ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati demikian, tak sedikit pula pembeli yang menanyakan alasan harga cabai rawit melonjak.

Untuk menyiasati lonjakan harga itu, Kholifah mencampur cabai rawit merah dengan cabai rawit kuning dan hijau. Dengan demikian harga cabai rawit merah campuran itu bisa ia turunkan.

"Jadi yang campuran harganya Rp 110.000. Saya campur yang merah sama yang ijo (dan) kuning gini," urai dia.

Seorang pembeli cabai rawit merah di Pasar Anyar, Hariyati (46) mengaku keberatan dengan melonjaknya harga cabai tersebut. Hariyati hendak mengadakan pesta pernikahan dan ia membutuhkan cabai yang banyak.

"Iya nih kebetulan mau ada hajatan, jadi pingin beli cabe yang banyak gitu. Ya saya campur aja beli cabe biasa sama cabe rawit," ujar dia.

Harga cabai rawit merah di Pasar Lama juga mengalami kenaikan. Rosyid (39), pedagang di pasar itu menjual cabai rawit merah dengan rentang harga Rp 125.000 - Rp 130.000.

"Iya saya ngejual harga segini sudah sejak beberapa minggu lalu. Hampir sebulan kayanya, ya," kata Rosyid, Rabu sore.

Rosyid mengatakan, banyak pembeli di lapaknya yang protes.

Dia berharap pemerintah mampu menanggulangi kelonjakan harga cabai rawit merah itu.

"Harapan saya sih Pemkot (Pemerintah Kota Tangerang) bisa membantu penjual cabe, biar harganya bisa turun," kata Rosyid.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jakarta Tambah 155 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,2 Persen

Jakarta Tambah 155 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,2 Persen

Megapolitan
Soal 'Commitment Fee' Formula E di Jakarta yang Mahal, Wagub DKI Sebut Itu Sesuai Aturan

Soal "Commitment Fee" Formula E di Jakarta yang Mahal, Wagub DKI Sebut Itu Sesuai Aturan

Megapolitan
Polisi: Korban Penembakan di Pinang Tangerang Ahli Pengobatan Alternatif dan Ketua Majelis Taklim

Polisi: Korban Penembakan di Pinang Tangerang Ahli Pengobatan Alternatif dan Ketua Majelis Taklim

Megapolitan
Tersangka pada Kasus Korupsi Damkar Depok Diharapkan Bukan sebagai Tumbal

Tersangka pada Kasus Korupsi Damkar Depok Diharapkan Bukan sebagai Tumbal

Megapolitan
Polisi Uji Proyektil pada Kasus Penembakan di Pinang, Kota Tangerang

Polisi Uji Proyektil pada Kasus Penembakan di Pinang, Kota Tangerang

Megapolitan
Pengacara Sebut Pria yang Gantung Diri Saat 'Live' di Tiktok Diduga Dibunuh, Polisi: Belum Mengarah ke Sana

Pengacara Sebut Pria yang Gantung Diri Saat 'Live' di Tiktok Diduga Dibunuh, Polisi: Belum Mengarah ke Sana

Megapolitan
Pengacara Duga Pria yang Gantung Diri Saat 'Live' di Tiktok Korban Pembunuhan Berencana

Pengacara Duga Pria yang Gantung Diri Saat 'Live' di Tiktok Korban Pembunuhan Berencana

Megapolitan
Pengelola Sebut TMII Saat Weekend Sudah Didatangi Ribuan Pengunjung

Pengelola Sebut TMII Saat Weekend Sudah Didatangi Ribuan Pengunjung

Megapolitan
Tugu Sepatu di Jalan Sudirman Dicorat-coret Saat Baru Dipamerkan, Wagub DKI Prihatin

Tugu Sepatu di Jalan Sudirman Dicorat-coret Saat Baru Dipamerkan, Wagub DKI Prihatin

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Usut Pelaku Vandalisme Tugu Sepatu di Jalan Jenderal Sudirman

Pemprov DKI Akan Usut Pelaku Vandalisme Tugu Sepatu di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
Seorang Pemuda Terpeleset dan Tenggelam di Kali Kawasan Sunter Jaya

Seorang Pemuda Terpeleset dan Tenggelam di Kali Kawasan Sunter Jaya

Megapolitan
Ganjil Genap di Kawasan Wisata Pengaruhi Jumlah Pegunjung TMII

Ganjil Genap di Kawasan Wisata Pengaruhi Jumlah Pegunjung TMII

Megapolitan
Polisi Selidiki Kematian Seorang Pria di Tangerang yang Ditembak Orang Tak Dikenal

Polisi Selidiki Kematian Seorang Pria di Tangerang yang Ditembak Orang Tak Dikenal

Megapolitan
Antisipasi Ganjil Genap Kawasan Wisata, Ancol Siapkan Dua Kantong Parkir

Antisipasi Ganjil Genap Kawasan Wisata, Ancol Siapkan Dua Kantong Parkir

Megapolitan
Seorang Pemuda Curi Motor Milik Temannya di Tambora

Seorang Pemuda Curi Motor Milik Temannya di Tambora

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.