Ketika Keluarga Anggota DPRD DKI Jakarta Turut Masuk Vaksinasi Tahap 2 saat Vaksin Covid-19 Masih Terbatas...

Kompas.com - 03/03/2021, 18:11 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19, uji vaksin Covid-19 pada varian virus corona Afrika Selatan. Novovax dan Johnson & Johnson ujikan vaksin virus corona pada varian baru virus corona Afrika Selatan, hasilnya efikasi vaksin kurang efektif. SHUTTERSTOCK/PalSandIlustrasi vaksin Covid-19, uji vaksin Covid-19 pada varian virus corona Afrika Selatan. Novovax dan Johnson & Johnson ujikan vaksin virus corona pada varian baru virus corona Afrika Selatan, hasilnya efikasi vaksin kurang efektif.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengungkapkan hal terkait vaksinasi Covid-19 tahap kedua di mana wakil rakyat menjadi salah satu prioritas.

Menurut Edi, vaksinasi Covid-19 untuk anggota dewan di Ibu Kota sudah dimulai pada Selasa (2/3/2021).

Para anggota DPRD DKI yang disuntik di Kebon Sirih, lanjut Edi, disuntik vaksin bersama keluarganya.

Baca juga: Pimpinan DPRD DKI: Vaksinasi Covid-19 Keluarga Anggota Dewan Baru Diajukan

"Kami terjadwal Selasa sampai Kamis, dan semua kami ini (mengikuti cara) seperti DPR RI, (bersama) istri juga bisa sama keluarga," kata Edi saat ditemui di Gedung DPRD DKI, Selasa.

Pernyataan Edi soal keikutsertaan keluarga anggota dewan di vaksinasi Covid-19 tahap kedua itu lantas ditanggapi Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik.

Taufik menjelaskan, pihaknya baru mengajukan usulan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta agar keluarga dewan juga masuk prioritas tahap 2.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Baru mau (diajukan). Kemarin atas permintaan kawan-kawan (anggota Dewan) kita ajukan," kata Taufik melalui keterangan suara, Rabu (3/3/2021).

Taufik mengoreksi keterangan Edi bahwa vaksinasi Covid-19 yang sudah dilakukan di DPRD DKI sejauh ini juga termasuk untuk keluarga anggota Dewan.

"Enggak (termasuk keluarga), jumlahnya (divaksinasi sesuai jumlah) anggota (Dewan) ya 106," terangnya.

Taufik memaparkan pula alasan mengapa keluarga anggota dewan juga perlu masuk prioritas vaksinasi Covid-19.

Menurut politisi partai Gerindra itu, anggota dewan acapkali berhubungan dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat. Sehingga, mereka berpotensi membawa virus SARS-COV-2 ke rumah.

"Kita kan berhubungan dengan masyarakat, kita pulang (khawatir membawa virus) ke rumah gimana," tuturnya.

Taufik menambahkan, usulan itu telah disampaikan ke Dinas Kesehatan DKI Jakarta, tapi belum bisa terealisasi.

Jatah vaksin masih terbatas

Untuk diketahui, selain wakil rakyat, pejabat negara dan daerah, sasaran vaksinasi Covid-19 tahap kedua antara lain tenaga pendidik, pedagang pasar, tokoh agama, atlet, wartawan, keamanan, pelayanan publik, pelayanan transportasi publik, dan pelaku sektor pariwisata.

Selain itu, ada pula masyarakat lanjut usia (lansia) yang saat ini dalam proses divaksin secara bertahap.

Baca juga: Stok Vaksin Covid-19 Capai 25 Juta Sebulan Mulai Juni 2021, Menkes: Sehari 1 Juta Orang Divaksin

Terkait vaksinasi untuk kelompok lansia, juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengungkapkan, saat ini stok vaksin masih terbatas.

Dia memastikan bahwa semua lansia berusia di atas 60 tahun dipastikan akan disuntik vaksin.

"Tetapi untuk tahap pertama karena vaksinnya terbatas hanya sebagian lansia yang akan divaksinasi," kata Nadia kepada Kompas.com, Senin (22/2/2021).

Keterbatasan vaksin juga membuat banyak wartawan belum mendapat jatah selama pelaksanaan vaksinasi tahap 2 ini.

Padahal, wartawan juga terjun langsung ke publik demi menyuguhkan berita dan pulang ke rumah masing-masing dengan berpotensi membawa virus SARS-COV-2.

"Saya tidak mendapat jatah vaksin untuk saat ini. Bingung juga karena saya masih bolak-balik ke kantor setiap hari," kata wartawan Indosport, Ivan Manurung kepada Kompas.com, Rabu.

Karena itu, Ivan mengaku kecewa mendengar wakil rakyat mengajukan keluarganya untuk masuk prioritas vaksinasi.

"Kecewa, seberapa sering mereka turun ke masyarakat? Saya tidak mendengar mereka bersosialisasi ke warga setiap hari seperti kami yang memang setiap hari harus meliput," ujar Ivan.

Menurutnya, anggota dewan harus memprioritaskan masyarakat sesuai yang sebelumnya ditentukan pemerintah, seperti wartawan,

"Anggota dewan kan punya uang yang cukup untuk mereka menjaga kesehatan seperti membeli vitamin dan sebagainya. Kenapa enggak masyarakat pekerja yang tetap diutamakan vaksin gratis ini? Presiden Jokowi juga bilang wartawan masuk prioritas kok," ucapnya lagi.

Jangan beri contoh buruk

Terkait usulan anggota DPRD yang menurut Edi berkaca pada vaksinasi untuk keluarga anggota DPR, pemerintah diminta untuk tetap fokus melakukan vaksinasi Covid-19 pada kelompok prioritas.

Hal itu diutarakan Co-Founder Kawal Covid-19 Elina Ciptadi. Menurutnya, keluarga anggota dewan tidak termasuk kelompok prioritas yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Keluarga anggota DPR bukan pelayan publik, tidak seharusnya lebih didahulukan dari lansia atau pelayan publik," terang Elina dihubungi Kompas.com, Jumat (25/2/2021).

Elina menambahkan, vaskinasi keluarga anggota DPR menjadi contoh buruk bagi masyarakat.

"Ini memberi contoh yang buruk bagi masyarakat bahwa masyarakat non prioritas tidak apa-apa menyerobot antrean," tuturnya.

(Reporter : Singgih Wiryono, Tatang Guritno / Editor : Sandro Gatra, Krisiandi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 20 Oktober: Jakarta Catat Penambahan 103 Kasus Covid-19

UPDATE 20 Oktober: Jakarta Catat Penambahan 103 Kasus Covid-19

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober: Tambah 4 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 20 Oktober: Tambah 4 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Masih Bisa Pakai Tes Antigen sebagai Syarat Terbang

Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Masih Bisa Pakai Tes Antigen sebagai Syarat Terbang

Megapolitan
Kembali Dibuka, Tempat Bermain Anak TangCity Mal Mulai Dikunjungi

Kembali Dibuka, Tempat Bermain Anak TangCity Mal Mulai Dikunjungi

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Pengunjung Supermarket-Pasar Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

PPKM Level 2 Jakarta, Pengunjung Supermarket-Pasar Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

Megapolitan
Pemkot Bogor Siapkan 68 Motor Sampah untuk Angkut Sampah di Wilayah yang Sulit Dijangkau Truk

Pemkot Bogor Siapkan 68 Motor Sampah untuk Angkut Sampah di Wilayah yang Sulit Dijangkau Truk

Megapolitan
Kota Bogor Hadapi Cuaca Ekstrem, Bima Arya Minta Jajarannya Siaga

Kota Bogor Hadapi Cuaca Ekstrem, Bima Arya Minta Jajarannya Siaga

Megapolitan
Pengelola Catat Ada 15.000 Pengunjung pada Hari Pertama Anak Boleh Masuk Ancol

Pengelola Catat Ada 15.000 Pengunjung pada Hari Pertama Anak Boleh Masuk Ancol

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka pada Sabtu, 23 Oktober

Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka pada Sabtu, 23 Oktober

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Kapasitas Pasar yang Jual Non-kebutuhan Sehari-hari Jadi 75 Persen

PPKM Level 2 Jakarta, Kapasitas Pasar yang Jual Non-kebutuhan Sehari-hari Jadi 75 Persen

Megapolitan
Tempat Bermain Anak dan Tempat Hiburan di Mal di Jakarta Boleh Beroperasi Selama PPKM Level 2

Tempat Bermain Anak dan Tempat Hiburan di Mal di Jakarta Boleh Beroperasi Selama PPKM Level 2

Megapolitan
PPKM Level 2 di Jakarta, Kapasitas Gym Naik Jadi Maksimal 50 Persen

PPKM Level 2 di Jakarta, Kapasitas Gym Naik Jadi Maksimal 50 Persen

Megapolitan
Aturan PPKM Level 2, Kantor Non-esensial di Jakarta Bisa Terapkan WFO Maksimal 50 Persen

Aturan PPKM Level 2, Kantor Non-esensial di Jakarta Bisa Terapkan WFO Maksimal 50 Persen

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Jumlah Jemaah Tempat Ibadah Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

PPKM Level 2 Jakarta, Jumlah Jemaah Tempat Ibadah Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

Megapolitan
Aturan PPKM Level 2 di Jakarta, Anak di Bawah 12 Tahun Diizinkan Masuk Bioskop

Aturan PPKM Level 2 di Jakarta, Anak di Bawah 12 Tahun Diizinkan Masuk Bioskop

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.