Penanggulangan Banjir di Kebon Pala yang Menunggu Kelanjutan Normalisasi Ciliwung...

Kompas.com - 04/03/2021, 09:20 WIB
Kondisi banjir di depan rumah Ketua WP KPK Yudi Purnomo di RT 005 RW 009 Kebon Pala, Jakarta Timur, Sabtu (20/2/2021). Dokumentasi Pribadi Yudi PurnomoKondisi banjir di depan rumah Ketua WP KPK Yudi Purnomo di RT 005 RW 009 Kebon Pala, Jakarta Timur, Sabtu (20/2/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Masalah banjir di wilayah Kebon Pala, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, belum teratasi.

Kali terakhir, banjir menerjang wilayah tersebut pada Jumat (26/2/2021). Ketinggian air sempat mencapai 100 sentimeter.

Banjir yang terjadi tujuh hari sebelumnya atau pada 19 Februari 2021 bahkan lebih parah.

Ketinggian air sempat 200 sentimeter dan mengakibatkan sedikitnya 618 jiwa mengungsi.

Wilayah Kebon Pala memiliki riwayat banjir dari tahun ke tahun.

Setiap kali meluap dan curah hujan tinggi, warga di sana harus siaga banjir.

Permukaan sejajar dengan sungai

Wilayah Kebon Pala mencakup RW 004, 005, 006, 007, dan 008 Kelurahan Kampung Melayu.

Wilayah-wilayah tersebut memiliki permukaan tanah yang sejajar dengan bibir Kali Ciliwung.

Jika Kali Ciliwung meluap, terlebih curah hujan tinggi, banjir akan terjadi.

"Kalau ada banjir, sini yang kena pertama," ucap warga setempat, Faisal, saat ditemui di lokasi, Selasa (8/12/2020).

Baca juga: Sempat Surut, Permukiman di Kebon Pala Jakarta Timur Kebanjiran Lagi

Hal yang sama juga diungkapkan Lurah Kampung Melayu Setiawan.

"Banjir di Kebon Pala itu akibat luapan Kali Ciliwung. Seperti diketahui, permukaan tanahnya sejajar dengan sungai. Ketika air naik, air akan tumpah ke permukiman warga. Ketika kalinya normal, ya enggak ada masalah," ujar Setiawan, Rabu (3/3/2021).

Setiawan menyebutkan, banjir di Kebon Pala bergantung pada ketinggian air di pintu air Katulampa Bogor dan Depok.

Menunggu kelanjutan normalisasi

Setiawan dan warga ingin normalisasi Kali Ciliwung segera dilanjutkan.

Kali terakhir, normalisasi terjadi pada 2017.

"Terakhir normalisasi pada 2015, selesai 2017. Itu mencakup RW 001, 002, dan 003 atau yang biasa disebut wilayah Kampung Pulo," kata Setiawan, Rabu.

Setiawan berharap, pemerintah daerah dan pemerintah pusat segera berkoordinasi melanjutkan normalisasi seperti di wilayah Kampung Pulo.

Baca juga: Lurah Kampung Melayu Desak Normalisasi Kali Ciliwung Segera Dilanjutkan

Harapan yang sama juga diungkapkan salah satu warga Kebon Pala, Encung.

"Harus dikeruk kalinya. Ya sekitar tujuh meterlah dalamnya. Itu enggak mungkin banjir lagi," kata Encung, Selasa (8/12/2020).

Sementara itu, warga yang lain, Haryanti, mengaku pasrah dengan keadaan.

"Ya mau gimana lagi, sudah begini keadaannya," ujar Haryanti.

Haryanti mengatakan, sempat ada wacana warga akan digusur, tetapi kini kabar itu tidak jelas.

"Dulu ada rencana digusur, tapi enggak jadi tuh. Sekarang berhenti dan enggak ada kelanjutan," ucap dia.

Selalu siaga

Warga di Kebon Pala selalu siaga jika ada peringatan akan datang banjir.

"Intinya kami update informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), selalu komunikasi soal ketinggian air di pintu air Katulampa dan Depok," kata Setiawan, Rabu.

"Ketika kami dapat informasi, kami teruskan informasi ini ke warga," tambah dia.

Baca juga: Terpaksa Berkawan dengan Banjir Kampung Melayu...

Setiawan menyebutkan, air dari Katulampa sampai ke Kebon Pala antara 8-9 jam, sedangkan dari Depok antara 5-6 jam.

"Jadi masih ada waktu bagi warga bersiap-siap menerima air kiriman dari Bogor maupun Depok," ujar Setiawan.

Komunikasi dengan warga soal banjir terus dilakukan melalui grup WhatsApp.

"Jadi kalau siaga 2 atau siaga 1, kami menyiapkan posko pengungsian. Warga yang rentan atau di titik terendah kami imbau untuk mengungsi lebih awal," kata Setiawan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Kembali Perpanjangan PPKM hingga 31 Mei

Anies Kembali Perpanjangan PPKM hingga 31 Mei

Megapolitan
Ada 9.291 Pergerakan Penumpang di Soekarno-Hatta pada Hari Terakhir Larangan Mudik

Ada 9.291 Pergerakan Penumpang di Soekarno-Hatta pada Hari Terakhir Larangan Mudik

Megapolitan
Berstatus Mantan Narapidana, Tuntutan Hukuman Rizieq Shihab dalam Kasus Kerumunan Diperberat

Berstatus Mantan Narapidana, Tuntutan Hukuman Rizieq Shihab dalam Kasus Kerumunan Diperberat

Megapolitan
Fakta Pelaku Pencurian dan Pemerkosaan Anak di Bekasi: Positif Narkoba, Ada Residivis, Aktor Utama Buron

Fakta Pelaku Pencurian dan Pemerkosaan Anak di Bekasi: Positif Narkoba, Ada Residivis, Aktor Utama Buron

Megapolitan
Komisioner KPK Berharap Bisa Segera Fokus pada Kerja Pemberantasan Korupsi Setelah Ada Pernyataan Presiden Soal TWK

Komisioner KPK Berharap Bisa Segera Fokus pada Kerja Pemberantasan Korupsi Setelah Ada Pernyataan Presiden Soal TWK

Megapolitan
Banjir Sempat Melanda Kampung Baru, Warga: Sudah Biasa

Banjir Sempat Melanda Kampung Baru, Warga: Sudah Biasa

Megapolitan
Warga Cimahpar Bogor Pasang Spanduk Tolak Pemudik yang Kembali Tanpa Surat Bebas Covid-19

Warga Cimahpar Bogor Pasang Spanduk Tolak Pemudik yang Kembali Tanpa Surat Bebas Covid-19

Megapolitan
5 Terdakwa Kasus Kerumunan Petamburan Dituntut Penjara Selama 1 Tahun 6 Bulan

5 Terdakwa Kasus Kerumunan Petamburan Dituntut Penjara Selama 1 Tahun 6 Bulan

Megapolitan
Banjir di 6 RT di Pondok Pinang Sudah Surut Senin Sore

Banjir di 6 RT di Pondok Pinang Sudah Surut Senin Sore

Megapolitan
Kasus Kerumunan Petamburan, Rizieq Shihab Dituntut Penjara Selama 2 Tahun

Kasus Kerumunan Petamburan, Rizieq Shihab Dituntut Penjara Selama 2 Tahun

Megapolitan
10.000 Rapid Test Antigen Gratis Disiapkan Dinkes Kota Tangerang untuk Antisipasi Lonjakan Covid-19

10.000 Rapid Test Antigen Gratis Disiapkan Dinkes Kota Tangerang untuk Antisipasi Lonjakan Covid-19

Megapolitan
Dinkes DKI Lanjutkan Vaksinasi AstraZeneca Selain Batch CTMAV547

Dinkes DKI Lanjutkan Vaksinasi AstraZeneca Selain Batch CTMAV547

Megapolitan
UPDATE 17 Mei: 21 Kasus Covid-19 Baru di Tangsel, 1 Pasien Meninggal

UPDATE 17 Mei: 21 Kasus Covid-19 Baru di Tangsel, 1 Pasien Meninggal

Megapolitan
Antisipasi Lonjakan Covid-19, Polisi Sediakan 3.400 Tes Antigen Gratis di Sejumlah Titik di Kota Tangerang

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Polisi Sediakan 3.400 Tes Antigen Gratis di Sejumlah Titik di Kota Tangerang

Megapolitan
Penumpang yang Tiba di Terminal Kalideres Dites Cepat Antigen Covid-19, Dua Positif

Penumpang yang Tiba di Terminal Kalideres Dites Cepat Antigen Covid-19, Dua Positif

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X