Kisah Satpam di Tengah Banjir Kemang, Suasana Mencekam dan Air Seperti Tsunami

Kompas.com - 05/03/2021, 07:17 WIB
Banjir di kawasan Plaza Bisnis Kemang, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Sabtu (20/2/2021) pagi. Banjir terpantau hingga 2,5 meter di titik terdalam. Banjir di Plaza Bisnis Kemang bertambah parah karena tembok bagian belakang jebol. Dok. WargaBanjir di kawasan Plaza Bisnis Kemang, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Sabtu (20/2/2021) pagi. Banjir terpantau hingga 2,5 meter di titik terdalam. Banjir di Plaza Bisnis Kemang bertambah parah karena tembok bagian belakang jebol.

JAKARTA, KOMPAS.com - Malam itu terasa mencekam bagi Hale. Hujan deras turun di Kemang, Bangka, Jakarta Selatan. Pintu mobil-mobil di area Plaza Luapan air Kali Krukut mulai terendam. Listrik padam. Tembok yang berbatasan dengan Kali Krukut Jebol.

Hale bertugas pada malam hingga pagi hari. Ia bersama Kurniawan (35) dan Rury (42) sesama satpam, dan rekannya, Asmin. Asmin tinggal di seberang Plaza Bisnis Kemang.

Jumat (19/2/2021) pukul 22.30 WIB, hujan mulai turun. Hale tak menyangka hujan tersebut membuat dirinya dan teman-temannya kelimpungan sepanjang malam.

Yang ada di kepala hanya mengamankan tempatnya bekerja dan dirinya.

Baca juga: Banjir Jakarta Buat Kawasan Elite Kemang Berubah Bak Sungai Kumuh...

"Sempat terpikir enggak akan selamat. Kalau kita berdiri di bawah dekat lobi, mungkin bisa terseret. Air waktu itu deras sekali seperti tsunami," kata Hale saat ditemui di pos jaga Plaza Bisnis Kemang, Rabu (3/3/2021) malam.

Menyelamatkan kendaraan motor adalah rutinitas biasa bila hujan turun deras di Kemang.

Luapan air Kali Krukut mengisi gang tempat keluar mobil dan motor. Air pun perlahan merendam pos berjaga. Air menabrak dinding dan berbelok ke segala penjuru Plaza Bisnis Kemang..

Baca juga: Anies Bilang Banjir Kemang Dampak Kiriman Depok, Plh Wali Kota: Wajar, Air Selalu dari Atas ke Bawah

Hale bersama Kurniawan dan Rury lalu memindahkan motor di dekat pos satpam. Pertama mereka pindahkan ke lobi gedung. Masih ragu karena air semakin tinggi, motor dipindahkan ke lantai satu.

"Dari lobi pindah ke lantai satu. Kami angkat motor bertiga lewat tangga. Baru kali ini juga naikin motor sampai lantai satu. Waktu itu air sudah deras," kata Hale.

Motor-motor mereka mulai dipindahkan sekitar pukul 00.30 WIB. Hari berganti. Hujan masih turun bahkan semakin deras.

Tiga satpam Plaza Bisnis Kemang yaitu Hale (50), kiri; Rury (42), tengah; dan Kurniawan (35) kanan yang sempat merasakan banjir di kawasan Kemang, Bangka, Jakarta Selatan pada Sabtu (20/2/2021) dini hari. Mereka berjibaku melaksanakan tugas di tengah banjir yang merendam kawasan Kemang.KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO Tiga satpam Plaza Bisnis Kemang yaitu Hale (50), kiri; Rury (42), tengah; dan Kurniawan (35) kanan yang sempat merasakan banjir di kawasan Kemang, Bangka, Jakarta Selatan pada Sabtu (20/2/2021) dini hari. Mereka berjibaku melaksanakan tugas di tengah banjir yang merendam kawasan Kemang.

Malam itu benar-benar sibuk bagi Hale dan rekan-rekan satpam Plaza Bisnis Kemang. Mereka berjibaku untuk menyelamatkan barang-barang agar tak terendam banjir. Untuk mengabarkan keluarga saja Hale pun tak sempat.

"Itu Kurniawan juga sampai lepas seragam buat selamatkan kunci kantor dan kartu parkir di pos satpam. Tau-tau kok air gede. Saya teriak dari lobi, Wan keluar ada banjir mau masuk," kata Hale.

Baca juga: Jalan Kemang Raya Banjir 2 Meter, Sejumlah Mobil Terendam

Baterai handphone Hale sudah hampir habis. Ia hanya sempat mengabarkan teknisi gedung untuk segera mematikan kamera CCTV. Ia hanya berpikir agar korsleting listrik tak terjadi.

Cahaya yang muncul pun hanya dari mobil. Kelistrikan mobil sudah korslet. Lampu sein mobil berpendar di tengah gelapnya Plaza Bisnis Kemang.

Hale bersama Kurniawan dan Rury hanya bisa mengandalkan senter dari handphone. Banjir sekilas hanya berwarna hitam. Malam itu terasa panjang bagi Hale.

Tembok jebol

Tembok belakang Plaza Bisnis Kemang yang berbatasan dengan Kali Krukut jebol karena tak kuat menahan derasnya air pada Sabtu (20/2/2021) dini hari. Air dari Kali Krukut lalu meluap dan merendam kawasan Kemang.Dok. Warga Tembok belakang Plaza Bisnis Kemang yang berbatasan dengan Kali Krukut jebol karena tak kuat menahan derasnya air pada Sabtu (20/2/2021) dini hari. Air dari Kali Krukut lalu meluap dan merendam kawasan Kemang.

Pada malam itu, perhatian Hale bersama rekan-rekannya tersita di bagian depan Plaza Bisnis Kemang. Kengerian tampak dari raut wajah dan intonasi suara Hale saat mendeskripsikan banjir di Kemang pada Februari lalu.

Ia tak berpikir tembok belakang dekat Kali Krukut jebol. Banjir di Kemang bagi Hale sudah biasa. Namun, banjir pada Sabtu (20/2/2021) ini tak biasa.

Dari lantai satu Plaza Bisnis Kemang, Hale bersama rekannya mengecek tembok belakang. Dengan bantuan senter seadanya, ia hanya melihat sekelebat tembok sudah jebol. Air meluap membawa batang pohon dan material lain.

"Beberapa kaca gedung di belakang pecah, tertimpa batang-batang pohon ditambah batu dan material banjir lainnya," tambah Hale.

Baca juga: Banjir di Jalan Raya Kemang, Hotel dan Restoran Mewah Ikut Terendam

Ia memperkirakan tembok belakang jebol sekitar pukul 00.44 WIB. Mereka pun kaget melihat air yang begitu deras. Hale dan rekan-rekannya memang sudah curiga lantaran melihat air yang begitu deras di area lobi.

"Mobil-mobil terendam, Avanza itu. Mobil beratnya satu ton aja geser," ujar Hale menggambarkan derasnya banjir saat itu.

Mereka hanya bisa bertahan di dalam gedung. Semua pakaian mereka basah. Pada pagi hari, akhirnya mereka mengevakuasi diri dengan menggunakan perahu karet.

Bagi Hale dan rekan-rekannya, banjir pada malam itu adalah yang terparah. Tinggi banjir saat itu mencapai 2,5 meter. Biasanya, banjir hanya sekitar 1,3 meter.

"Setelah hujan ringan itu, saya enggak nyangka banjir begitu parah," kata Hale.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Anies Siapkan Dua Lapis Screening Saat Arus Balik

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Anies Siapkan Dua Lapis Screening Saat Arus Balik

Megapolitan
Jakarta Catat 632 Kasus Baru Covid-19, 30 Pasien Meninggal dalam Sehari

Jakarta Catat 632 Kasus Baru Covid-19, 30 Pasien Meninggal dalam Sehari

Megapolitan
Update: 53 Kasus Baru Covid-19 di Depok

Update: 53 Kasus Baru Covid-19 di Depok

Megapolitan
Hari Kedua Lebaran, Hampir 23.000 Orang Kunjungi TMII

Hari Kedua Lebaran, Hampir 23.000 Orang Kunjungi TMII

Megapolitan
Penyekatan Kendaraan Keluar Jakata Berakhir Malam Ini, Tol Layang MBZ Pun Kembali Dibuka

Penyekatan Kendaraan Keluar Jakata Berakhir Malam Ini, Tol Layang MBZ Pun Kembali Dibuka

Megapolitan
Kebakaran Hanguskan 3 Toko dan 2 Rumah di Jalan Sultan Agung Bekasi

Kebakaran Hanguskan 3 Toko dan 2 Rumah di Jalan Sultan Agung Bekasi

Megapolitan
Polisi Periksa Korban dan Tersangka pada Kasus Tamu Hotel Bobobox Direkam Saat Mandi

Polisi Periksa Korban dan Tersangka pada Kasus Tamu Hotel Bobobox Direkam Saat Mandi

Megapolitan
Proyektil Peluru Ditemukan di Rumah Warga di Pondok Pucung

Proyektil Peluru Ditemukan di Rumah Warga di Pondok Pucung

Megapolitan
Kuota Pengunjung Terpenuhi, Pintu Utama Ancol Ditutup Sementara

Kuota Pengunjung Terpenuhi, Pintu Utama Ancol Ditutup Sementara

Megapolitan
Cerita Natalia Tetap Bekerja Saat Merayakan Lebaran dan Kenaikan Yesus Kristus

Cerita Natalia Tetap Bekerja Saat Merayakan Lebaran dan Kenaikan Yesus Kristus

Megapolitan
Banyak yang Tak Pakai Masker di TPU Sawangan, Peziarah: Kayak Gak Takut Covid-19

Banyak yang Tak Pakai Masker di TPU Sawangan, Peziarah: Kayak Gak Takut Covid-19

Megapolitan
Petugas Cegat Warga yang Gunakan Ambulans untuk Jalan-jalan

Petugas Cegat Warga yang Gunakan Ambulans untuk Jalan-jalan

Megapolitan
Pengunjung Membeludak, Pintu Timur Ancol Ditutup Sementara

Pengunjung Membeludak, Pintu Timur Ancol Ditutup Sementara

Megapolitan
Pengguna KRL Naik Selama Libur Lebaran, KCI Tambah 6 Jadwal Perjalanan

Pengguna KRL Naik Selama Libur Lebaran, KCI Tambah 6 Jadwal Perjalanan

Megapolitan
SMA Negeri 12 Bekasi Dibobol Maling Saat Malam Takbiran, Laptop dan Ponsel Raib

SMA Negeri 12 Bekasi Dibobol Maling Saat Malam Takbiran, Laptop dan Ponsel Raib

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X