Gerebek Lumpur hingga Sumur Resapan Dinilai Upaya Minor Atasi Banjir Jakarta

Kompas.com - 05/03/2021, 22:19 WIB
Warga menggunakan perahu rakitan mengevakuasi warga di Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (8/2/2021). Banjir setinggi 30-150 cm yang melanda tiga RW di Pejaten Timur itu disebabkan oleh luapan air Sungai Ciliwung. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga menggunakan perahu rakitan mengevakuasi warga di Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (8/2/2021). Banjir setinggi 30-150 cm yang melanda tiga RW di Pejaten Timur itu disebabkan oleh luapan air Sungai Ciliwung.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar Tata Kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga mengatakan, Pemprov DKI Jakarta perlu menyusun prioritas penanganan dan pencegahan banjir di Ibu Kota.

Usaha pencegahan banjir yang kerap kali didengungkan dinilai baru sebatas upaya minor  seperti pembuatan sumur resapan dan grebek lumpur.

"Jadi kita apresiasi (upayanya), tapi yang perlu kita highlight adalah ini pekerjaan minor. Kalau memang mau bebas banjir, ya selesaikan masalah banjir sesuai tipe banjirnya tadi," kata Nirwono kepada Kompas.com, Kamis (4/3/2021).

Baca juga: Formappi: Usul Hak Interpelasi soal Banjir Jakarta Jangan Dianggap Lelucon

Nirwono berani menyebut, kedua langkah tersebut tidak akan menyelesaikan masalah banjir.

Upaya lain seperti penambahan pompa dirasa kurang apabila ruang untuk membuang air, yakni sungai dan situ, danau, embung, waduk (SDEW) belum bisa dimaksimalkan.

Oleh karenanya, Pemprov DKI Jakarta seharusnya fokus dalam upaya mayor, dalam hal ini pembenahan saluran air dan sungai.

"Prioritasnya yang harus jelas. Makanya kalau tadi tanya butuh sumur resapan atau revitalisasi SDEW (situ, danau, embung, waduk)? Ya, revitalisasi SDEW. Mau gerebek lumpur atau pembenahan sungai? Ya, pembenahan sungai. Kemudian pompa atau saluran air? Saluran air dulu," kata Nirwono.

Nirwono menyarankan agar Pemprov DKI Jakarta perlu melakukan pembenahan saluran-saluran air di Jakarta.

Hal ini bisa dimulai dengan membuat Rencana Induk Saluran Air Kota yang berfungsi untuk memetakan wilayah-wilayah yang perlu diperbaiki.

Baca juga: Pengamat: Apakah DPRD DKI Tidak Merasa Banjir Jakarta Masalah Serius?

Rencana induk ini juga berfungsi untuk memberikan prioritas penanganan saluran air di Ibu Kota. Sehingga pembenahan saluran air di Jakarta memiliki jangka waktu yang jelas.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jakarta Catat 977 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate 9,3 Persen

Jakarta Catat 977 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate 9,3 Persen

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok, Ada 230 Kasus Baru

UPDATE Covid-19 di Depok, Ada 230 Kasus Baru

Megapolitan
UPDATE: Kabupaten Bekasi Catat 140 Kasus Baru Covid-19

UPDATE: Kabupaten Bekasi Catat 140 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Polisi Petakan 10 Titik Penyekatan Pemudik di Kabupaten Bekasi, dari Jalan Alternatif hingga Tol

Polisi Petakan 10 Titik Penyekatan Pemudik di Kabupaten Bekasi, dari Jalan Alternatif hingga Tol

Megapolitan
Pemkot Pastikan Stok Pangan di Tangsel Aman Sepanjang Ramadhan 2021

Pemkot Pastikan Stok Pangan di Tangsel Aman Sepanjang Ramadhan 2021

Megapolitan
Penyekatan Pemudik di Kota Bekasi Masih Menanti Instruksi Pemerintah Pusat

Penyekatan Pemudik di Kota Bekasi Masih Menanti Instruksi Pemerintah Pusat

Megapolitan
Layanan Bus AKAP Ditutup pada 6-17 Mei, Kepala Terminal Tanjung Priok: Tak Ada Penolakan dari PO Bus

Layanan Bus AKAP Ditutup pada 6-17 Mei, Kepala Terminal Tanjung Priok: Tak Ada Penolakan dari PO Bus

Megapolitan
Antisipasi Aksi Teror Saat Ramadhan, Polisi Bakal Lakukan Patroli Berkala di Lokasi Rawan

Antisipasi Aksi Teror Saat Ramadhan, Polisi Bakal Lakukan Patroli Berkala di Lokasi Rawan

Megapolitan
Damkar Tangkap Ular Sanca Batik 3 Meter yang Masuk Rumah Warga di Serpong

Damkar Tangkap Ular Sanca Batik 3 Meter yang Masuk Rumah Warga di Serpong

Megapolitan
PHRI Sebut Pemprov DKI Akan Upayakan Vaksinasi Covid-19 untuk Pegawai Restoran dan Hotel

PHRI Sebut Pemprov DKI Akan Upayakan Vaksinasi Covid-19 untuk Pegawai Restoran dan Hotel

Megapolitan
Mudik Dilarang, Pemkot Belum Berencana Tutup Terminal Bekasi

Mudik Dilarang, Pemkot Belum Berencana Tutup Terminal Bekasi

Megapolitan
Pemkot Tangsel Larang Pawai Obor Jelang Ramadhan karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Pemkot Tangsel Larang Pawai Obor Jelang Ramadhan karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
Diduga Intervensi, Terduga Pemerkosa Wanita Tunarungu di Bekasi Diminta Hormati Proses Hukum

Diduga Intervensi, Terduga Pemerkosa Wanita Tunarungu di Bekasi Diminta Hormati Proses Hukum

Megapolitan
Penjual dan Pembeli Takjil di DKI Jakarta Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Penjual dan Pembeli Takjil di DKI Jakarta Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Megapolitan
Jam Operasional Restoran di Jakarta Diperpanjang Selama Ramadhan, Ini Kata PHRI

Jam Operasional Restoran di Jakarta Diperpanjang Selama Ramadhan, Ini Kata PHRI

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X