Kompas.com - 09/03/2021, 19:32 WIB
Suasana malam hari zona 2 Rumah Lawan Covid-19 Tangerang Selatan, Rabu (3/3/2021). Tribun Jakarta / Jaisy Rahman TohirSuasana malam hari zona 2 Rumah Lawan Covid-19 Tangerang Selatan, Rabu (3/3/2021).

TANGSEL, KOMPAS.com - Pembangunan tenda karantina di zona dua Rumah Lawan Covid-19 Kota Tangerang Selatan rampung dan akan mulai digunakan Sabtu (13/3/2021) mendatang.

Pusat karantina untuk pasien Covid-19 tanpa gejala hingga gejala ringan yang semula hanya memiliki 150 unit tempat tidur, kini bertambah menjadi 300 unit.

"Hari ini adalah peresmian zona dua Rumah Lawan Covid-19 yang mudah-mudahan akan segera digunakan," kata Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, Selasa (9/3/2021).

Untuk tahap awal, kata Airin, tenda-tenda di zona dua akan diisi pasien positif yang dikarantina di gedung utama Rumah Lawan Covid-19.

Para pasien akan dipindahkan karena pihaknya berencana memperbaiki sejumlah fasilitas yang ada di gedung utama pusat karantina.

"Jumlah pasien per hari ini ada 87 pasien di gedung utama, nanti kami akan pindahkan ke sini dulu untuk perbaikan di gedung pertamanya," kata Airin.

Zona dua Rumah Lawan Covid-19 berisi 16 tenda utama. Setiap tenda memiliki 10 tempat tidur isolasi pasien Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tenda-tenda itu dibagi dalam empat klaster lengkap dengan fasilitas kamar mandi, tempat mencuci, dan pelataran untuk berjemur.

Setiap klaster diberi nama sesuai dengan pepohonan yang ditanam di area tersebut, mulai dari Klaster Palem, Klaster Ketapang, Klaster Bougenville, dan Klaster Cemara.

Seluruh klaster tenda karantina dihiasi lampu-lampu kecil sehingga membuat suasana di zona dua pada malam hari terlihat estetik.

Keempat klaster itu terhubung dengan jalan selebar 1,5 meter yang terbuat dari material bata dan dapat bisa dilintasi buggy car untuk evakuasi pasien Covid-19.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kelabui Petugas, Penyelundup Masukkan 144.100 Benih Lobster ke Koper Tamasya

Kelabui Petugas, Penyelundup Masukkan 144.100 Benih Lobster ke Koper Tamasya

Megapolitan
4 Tersangka Penyelundup 144.100 Benih Lobster ke Singapura Ditangkap

4 Tersangka Penyelundup 144.100 Benih Lobster ke Singapura Ditangkap

Megapolitan
Pemprov DKI Minta Kemendikbud Hati-Hati Gunakan Istilah Klaster Covid-19 akibat PTM

Pemprov DKI Minta Kemendikbud Hati-Hati Gunakan Istilah Klaster Covid-19 akibat PTM

Megapolitan
Pemprov DKI Sanggah Temuan Kemendikbud Ristek soal 25 Klaster Covid-19 di Sekolah, Ini Fakta Versi DKI

Pemprov DKI Sanggah Temuan Kemendikbud Ristek soal 25 Klaster Covid-19 di Sekolah, Ini Fakta Versi DKI

Megapolitan
Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok Juga Tusuk Seorang Warga

Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok Juga Tusuk Seorang Warga

Megapolitan
Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok Ditangkap

Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok Ditangkap

Megapolitan
Ganjil Genap Tempat Wisata di Jakarta Masih Berlaku hingga 3 Oktober

Ganjil Genap Tempat Wisata di Jakarta Masih Berlaku hingga 3 Oktober

Megapolitan
Apa Artinya Crowd Free Night yang Berlaku di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi?

Apa Artinya Crowd Free Night yang Berlaku di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi?

Megapolitan
Disdik DKI: Survei Kemendikbud Terkait Klaster Belajar Tatap Muka Keliru

Disdik DKI: Survei Kemendikbud Terkait Klaster Belajar Tatap Muka Keliru

Megapolitan
Saluran Air Mulai Dibangun 27 September, Jalan I Gusti Ngurah Rai Klender Akan Ditutup

Saluran Air Mulai Dibangun 27 September, Jalan I Gusti Ngurah Rai Klender Akan Ditutup

Megapolitan
Pemkot Depok Targetkan 1,6 Juta Warga Sudah Vaksin Covid-19 pada Desember 2021

Pemkot Depok Targetkan 1,6 Juta Warga Sudah Vaksin Covid-19 pada Desember 2021

Megapolitan
Disdik Banten Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 akibat PTM di SMA di Kota Tangerang

Disdik Banten Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 akibat PTM di SMA di Kota Tangerang

Megapolitan
Mayat yang Ditemukan di Patoembak Depok adalah Anggota TNI, Diduga Korban Pembunuhan

Mayat yang Ditemukan di Patoembak Depok adalah Anggota TNI, Diduga Korban Pembunuhan

Megapolitan
Antisipasi Musim Hujan, Pemkot Depok Fokus Pangkas Pohon Tinggi dan Minta Warga Tak 'Nyampah' di Kali

Antisipasi Musim Hujan, Pemkot Depok Fokus Pangkas Pohon Tinggi dan Minta Warga Tak "Nyampah" di Kali

Megapolitan
Depok Satu-satunya Wilayah Jabodetabek Tak Punya BPBD, padahal Rentan Bencana

Depok Satu-satunya Wilayah Jabodetabek Tak Punya BPBD, padahal Rentan Bencana

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.