Polisi Bentuk Tim Khusus Selidiki Rangkaian Pembakaran Posko Ormas di Tangsel

Kompas.com - 10/03/2021, 16:45 WIB
Kondisi posko salah satu organisasi masyarakat (Ormas) yang hangus terbakar di Jalan Setiabudi, Pondok Aren, Tangerang Selatan. KOMPAS.com/Tria SutrisnaKondisi posko salah satu organisasi masyarakat (Ormas) yang hangus terbakar di Jalan Setiabudi, Pondok Aren, Tangerang Selatan.
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Polres Tangerang Selatan masih menyelidiki rentetan penyerangan dan pembakaran sejumlah posko organisasi masyarakat (ormas) yang terjadi beberapa pekan terakhir.

Tim Khusus (Timsus) Ungkap Kasus Adu Domba Antar-ormas pun dibentuk guna mempercepat proses pengungkapan kasus tersebut.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Imanuddin menjelaskan, pembentukan timsus dilakukan karena pihak menduga ada oknum yang ingin mengadu domba ormas di wilayah hukumnya.

Baca juga: Sejumlah Posko Ormas di Wilayah Tangsel Dibakar Orang Tak Dikenal

Menurut dia, proses penegakan hukum sudah berjalan seiring dengan dibentuknya Tim Khusus Ungkap Kasus Adu Domba Antar-ormas.

Aparat kepolisian bersama TNI juga bakal mengintensifkan patroli bersama di wilayah-wilayah yang dinilai rawan gangguan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Polres bersama-sama kodim (komando distrik militer) dan Pemerintah Kota Tangsel terus berupaya melakukan upaya preemtif, preventif, dan bahkan represif dalam bentuk penegakan hukum terhadap pelaku-pelaku yang melakukan tindak pidana tersebut,” kata Iman seperti dilansir Kompas.id, Rabu (10/3/2021).

Baca juga: Polisi Selidiki Pembakaran Sejumlah Posko Ormas di Tangsel

Saat ini, Polisi sudah menangkap satu orang terduga pelaku dalam rentetan aksi pembakaran posko milik organisasi di wilayah Tangerang Selatan.

"Saat ini sudah ada satu orang yang diduga pelaku dalam rangkaian kasus pembakaran posko ormas,” ujar Iman seperti dilansir dari Kompas.id, Rabu (10/3/2021).

Kendati demikian, Iman tidak menjelaskan secara rinci identitas dan lokasi penangkapan satu orang yang telah diamankan tersebut.

Polisi juga masih menyelidiki kasus pembakaran posko ormas yang terjadi di kawasan Parigi, Jumat (5/3/2021) dan Jalan Setiabudi, Minggu (7/3/2021).

Peristiwa tersebut juga diduga berkait dengan pembacokan dua remaja di sebuah pos ronda kawasan Rengas, Ciputat Timur, Minggu (28/3/2021) yang dikelola salah satu Ormas.

Baca juga: Polisi Tangkap Satu Pelaku Pembakaran Sejumlah Posko Ormas di Tangsel

Artikel ini telah tayang di Kompas.id dengan judul Tim Khusus Atasi Konflik Antar-ormas di Tangerang Selatan Dibentuk.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kelabui Polisi Saat Digerebek, Kantor Pinjol Ilegal di Kelapa Gading Mengaku Perusahaan Ekspedisi

Kelabui Polisi Saat Digerebek, Kantor Pinjol Ilegal di Kelapa Gading Mengaku Perusahaan Ekspedisi

Megapolitan
Polisi Pastikan Perusahaan Pinjol Ilegal di Kelapa Gading Tak Lagi Lakukan Penagihan

Polisi Pastikan Perusahaan Pinjol Ilegal di Kelapa Gading Tak Lagi Lakukan Penagihan

Megapolitan
Fakta Baru Kasus Kematian Perempuan di Tol Sedyatmo, Korban Ditabrak Sopir Taksi Online

Fakta Baru Kasus Kematian Perempuan di Tol Sedyatmo, Korban Ditabrak Sopir Taksi Online

Megapolitan
Pemkot Beri Perhatian Khusus pada Empat Kawasan Rawan Banjir di Jakbar

Pemkot Beri Perhatian Khusus pada Empat Kawasan Rawan Banjir di Jakbar

Megapolitan
Perempuan di Pesanggrahan Trauma dan Tak Nafsu Makan karena Pria Masturbasi Buang Sperma di Jok Motornya

Perempuan di Pesanggrahan Trauma dan Tak Nafsu Makan karena Pria Masturbasi Buang Sperma di Jok Motornya

Megapolitan
Sulit Berjalan, Pasien Berbobot 120 Kg Dievakuasi Petugas Damkar dari Lantai 2 Rumah ke RS

Sulit Berjalan, Pasien Berbobot 120 Kg Dievakuasi Petugas Damkar dari Lantai 2 Rumah ke RS

Megapolitan
Rapor Merah 4 Tahun Anies dari LBH: Gimik soal Reklamasi hingga Warga Sulit Punya Rumah di Jakarta

Rapor Merah 4 Tahun Anies dari LBH: Gimik soal Reklamasi hingga Warga Sulit Punya Rumah di Jakarta

Megapolitan
PPKM Jakarta Turun Jadi Level 2

PPKM Jakarta Turun Jadi Level 2

Megapolitan
Babak Baru Kasus Unlawful Killing Laskar FPI, Briptu Fikri dan Ipda Yusmin Didakwa Menganiaya hingga Korban Tewas

Babak Baru Kasus Unlawful Killing Laskar FPI, Briptu Fikri dan Ipda Yusmin Didakwa Menganiaya hingga Korban Tewas

Megapolitan
Cinta Satu Malam di Lokalisasi Gunung Antang Berujung Tewasnya Pelanggan yang Ogah Bayar

Cinta Satu Malam di Lokalisasi Gunung Antang Berujung Tewasnya Pelanggan yang Ogah Bayar

Megapolitan
UPDATE 18 Oktober: Tambah 1 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 40 Pasien Dirawat

UPDATE 18 Oktober: Tambah 1 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 40 Pasien Dirawat

Megapolitan
Bela Anies yang Diberi Rapor Merah, Wagub DKI: Tanya Masyarakat, Jakarta Semakin Baik...

Bela Anies yang Diberi Rapor Merah, Wagub DKI: Tanya Masyarakat, Jakarta Semakin Baik...

Megapolitan
Beri Rapor Merah untuk Anies, LBH Sebut Sulit Punya Tempat Tinggal di Jakarta

Beri Rapor Merah untuk Anies, LBH Sebut Sulit Punya Tempat Tinggal di Jakarta

Megapolitan
LBH Jakarta Sebut Pemprov DKI Masih Setengah Hati Tangani Pandemi Covid-19

LBH Jakarta Sebut Pemprov DKI Masih Setengah Hati Tangani Pandemi Covid-19

Megapolitan
Kantor Pinjol Ilegal di Kepala Gading Sepi Saat Digerebek, Ternyata Pegawainya WFH

Kantor Pinjol Ilegal di Kepala Gading Sepi Saat Digerebek, Ternyata Pegawainya WFH

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.