Kompas.com - 11/03/2021, 15:47 WIB
Foto dirilis Jumat (6/3/2020), memperlihatkan sejumlah warga menggunakan fasilitas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Gelora Bung Karno yang telah selesai direvitalisasi di Jalan Sudirman, Jakarta. Kenyamanan dan keselamatan bagi seluruh pejalan kaki di Jakarta hadir melalui pembangunan dan revitalisasi jalur-jalur pedestrian sebagai bagian dalam mendukung gerakan pejalan kaki. ANTARA FOTO/APRILLIO AKBARFoto dirilis Jumat (6/3/2020), memperlihatkan sejumlah warga menggunakan fasilitas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Gelora Bung Karno yang telah selesai direvitalisasi di Jalan Sudirman, Jakarta. Kenyamanan dan keselamatan bagi seluruh pejalan kaki di Jakarta hadir melalui pembangunan dan revitalisasi jalur-jalur pedestrian sebagai bagian dalam mendukung gerakan pejalan kaki.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Bina Marga DKI Jakarta mengingatkan warga Ibu Kota fungsi utama jembatan penyeberangan orang (JPO), yakni untuk pejalan kaki.

Melalui akun Instagram @binamargadki, Dinas Bina Marga DKI mengingatkan masyarakat bahwa JPO bukan area bermain skateboard, skuter, dan sepeda.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Bina Marga Jakarta (@binamargadki)

Dinas Bina Marga juga menekankan bahwa JPO diperuntukkan pejalan kaki yang hendak menyeberangi jalan raya lebar dengan kondisi lalu lintas ramai.

"Sesuai dengan fungsi utamanya, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dibangun dan digunakan untuk pejalan kaki yang akan menyeberang jalan yang kondisinya lalu lintasnya ramai dan lebar (termasuk jalan tol)," tulis akun tersebut.

"Sehingga pengguna JPO merasa aman dan nyaman dalam melakukan aktivitasnya," tambahnya.

Baca juga: Pesan Wagub DKI untuk Pemain Skateboard di JPO Salemba: Jadilah Warga yang Baik

Dalam infografis yang diunggah akun @binamargadki, tertera 4 larangan bagi warga yang menggunakan JPO, antara lain:

  • Dilarang merokok di dalam area JPO
  • Dilarang menggunakan skuter, skateboard, sepeda, dan sejenisnya di dalam area JPO
  • Dilarang melompat
  • Dan hal lain-lain yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Bina Marga DKI menekankan bahwa aturan tersebut sudah tertera dalam papan pemberitahuan yang ada di setiap JPO di Jakarta.

Ditegaskan lagi, bermain di JPO tak hanya mengganggu pejalan kaki, tetapi juga dapat merusak fasilitas di sana.

"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah menyiapkan ruang bermain yang tersebar di wilayah DKI Jakarta," lanjut akun @binamargadki.

"Mari bersama kita bijak dalam menggunakan fasilitas umum sesuai dengan fungsinya, saling menjaga, dan saling mematuhi peraturan yang ada," pungkasnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alat Berat Sulit Masuk karena Akses Sempit, Pengangkatan Puing Longsor di Jagakarsa Dikerjakan Manual

Alat Berat Sulit Masuk karena Akses Sempit, Pengangkatan Puing Longsor di Jagakarsa Dikerjakan Manual

Megapolitan
Sanksi untuk ASN DKI yang Nekat Mudik Lebaran, dari Teguran hingga Penurunan Pangkat

Sanksi untuk ASN DKI yang Nekat Mudik Lebaran, dari Teguran hingga Penurunan Pangkat

Megapolitan
Gelap dan Berisiko Longsor Susulan, Puing Rumah di Jagakarsa Belum Diangkat

Gelap dan Berisiko Longsor Susulan, Puing Rumah di Jagakarsa Belum Diangkat

Megapolitan
Longsor di Jagakarsa Rusak Rumah Warga, Tembok Retak dan Lantai Terangkat

Longsor di Jagakarsa Rusak Rumah Warga, Tembok Retak dan Lantai Terangkat

Megapolitan
Catat, Ini Jadwal Terbaru KRL Selama Masa Larangan Mudik 6-17 Mei

Catat, Ini Jadwal Terbaru KRL Selama Masa Larangan Mudik 6-17 Mei

Megapolitan
Sidang Kasus Kerumunan di Petamburan dan Megamendung, Saksi Ahli yang Dibawa Rizieq Shihab Akan Diperiksa

Sidang Kasus Kerumunan di Petamburan dan Megamendung, Saksi Ahli yang Dibawa Rizieq Shihab Akan Diperiksa

Megapolitan
Mudik Resmi Dilarang, Ingat Ada 31 Lokasi Check Point dan Pos Penyekatan di Jabodetabek!

Mudik Resmi Dilarang, Ingat Ada 31 Lokasi Check Point dan Pos Penyekatan di Jabodetabek!

Megapolitan
Kronologi Ditilangnya Pengemudi Pajero 'Jenderal' Kekaisaran Sunda Nusantara, Awalnya karena Pelat Palsu

Kronologi Ditilangnya Pengemudi Pajero "Jenderal" Kekaisaran Sunda Nusantara, Awalnya karena Pelat Palsu

Megapolitan
Konflik Jemaah Dilarang Bermasker di Masjid Bekasi, Pemuda Arogan Jadi 'Duta Masker'

Konflik Jemaah Dilarang Bermasker di Masjid Bekasi, Pemuda Arogan Jadi "Duta Masker"

Megapolitan
Seputar SIKM Jakarta, dari Cara Daftar hingga Syarat Dokumen

Seputar SIKM Jakarta, dari Cara Daftar hingga Syarat Dokumen

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Dokumen Wajib Penumpang Pesawat di Masa Larangan Mudik | Sidang Rizieq

[POPULER JABODETABEK] Dokumen Wajib Penumpang Pesawat di Masa Larangan Mudik | Sidang Rizieq

Megapolitan
Puing Longsoran Sumbat Kali, Ratusan Rumah di Jagakarsa Kebanjiran

Puing Longsoran Sumbat Kali, Ratusan Rumah di Jagakarsa Kebanjiran

Megapolitan
Update 5 Mei: Pasien Covid-19 Depok Berkurang Jadi 1.531 Orang

Update 5 Mei: Pasien Covid-19 Depok Berkurang Jadi 1.531 Orang

Megapolitan
Update 5 Mei: Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19

Update 5 Mei: Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Pondasi Terkikis, Bagian Belakang Rumah di Jagakarsa Longsor dan Timpa Bangunan Warga

Pondasi Terkikis, Bagian Belakang Rumah di Jagakarsa Longsor dan Timpa Bangunan Warga

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X