Kompas.com - 12/03/2021, 09:22 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam pertemuan di Jakarta, Rabu (10/3/2021). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam pertemuan di Jakarta, Rabu (10/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menemui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan pada Rabu (10/3/2021). Pertemuan itu disampaikan Luhut melalui akun Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan.

Dalam unggahannya, Luhut menyebut Anies menemuinya untuk membahas sejumlah permasalahan di Ibu Kota, di antaranya banjir dan percepatan pembangunan infrastruktur di Jakarta.

"Pertemuan ini merupakan salah satu dari rangkaian koordinasi saya dengan para Kepala Daerah, khususnya di bidang Infrastruktur dan Transportasi. Pak Anies adalah Gubernur terakhir dari Pulau Jawa yang saya temui setelah sebelumnya saya bertukar pikiran dengan Gubernur Jateng, Jabar, Banten, Jatim dan DIY," kata Luhut dikutip Kompas.com, Jumat (12/3/2021).

Luhut menyampaikan, permasalahan di Jakarta bisa diatasi selama koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah berjalan baik.

""Pak Luhut, I come to you with menu of problem." Begitulah kalimat pertama yang beliau sampaikan. Saya jawab "no problem pak, we can solve it. Asal harus terintegrasi."," ujar Luhut.

Baca juga: Ditemui Anies yang Menyampaikan Sederet Masalah Jakarta, Luhut: Kita Bisa Tangani

Anies kemudian meminta dukungan pemerintah pusat untuk mengatasi tiga permasalahan utama di Jakarta yakni pengendalian banjir, pengembangan transportasi, dan pengembangan pariwisata.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mengenai banjir Ibu Kota, menurut Luhut, pengendalian banjir harus dilakukan dari daerah hulu.

Luhut menyampaikan ada tiga penyebab banjir di Jakarta yakni rob yang datang dari laut, tanggul di daratan Ibu Kota, dan aliran sungai dari daerah hulu.

"Saya sampaikan perlu ada pengendalian banjir di hulu, di ibukota, aktivasi rumah pompa, dan bagaimana agar drainase di Ibukota berfungsi dengan baik," ujar Luhut.

"Yang tak kalah penting adalah penanganan sampah dan limbah di Jakarta dilakukan secara tepat. Jika semua hal ini dilakukan secara beriringan, saya kira banjir di Jakarta bisa kita atasi," lanjutnya.

 

Selanjutnya terkait pengembangan transportasi di Jakarta, Luhut menyarankan integrasi pembangunan infrastruktur transportasi publik demi memudahkan mobilitas warga.

"Terkait pengembangan transportasi yang perlu terus diintegrasikan termasuk pembangunan trase-trase infrastruktur transportasi publik demi kemudahan mobilitas warga Ibukota dan Jabodetabek," ucapnya.

Terakhir, untuk pengembangan pariwisata, Pemprov DKI diminta fokus mengembangkan potensi wilayah Kepulauan Seribu.

Baca juga: Anies Temui Luhut untuk Minta Dukungan Penanganan Banjir Jakarta

"Yang ketiga adalah pariwisata yang akan difokuskan di pengembangan kawasan Kepulauan Seribu," kata Luhut.

Luhut meminta Pemprov DKI melepaskan ego sektoral demi mengatasi permasalahan di Ibu Kota.

"Marilah kita lepaskan ego sektoral yang ada diantara kita demi suksesnya pembangunan Indonesia yang berkelanjutan," ujar Luhut.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 5 Agustus: Kabupaten Bekasi Catat 197 Kasus Baru Covid-19, Totalnya Tembus 44.094

UPDATE 5 Agustus: Kabupaten Bekasi Catat 197 Kasus Baru Covid-19, Totalnya Tembus 44.094

Megapolitan
PT LRT Sediakan Ruang Swapulih untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

PT LRT Sediakan Ruang Swapulih untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

Megapolitan
Komentar Wagub DKI soal Temuan BPK Ada Pemborosan Pengadaan Masker dan Rapid Tes Rp 6,9 M

Komentar Wagub DKI soal Temuan BPK Ada Pemborosan Pengadaan Masker dan Rapid Tes Rp 6,9 M

Megapolitan
Pakai Bikini di Pinggir Jalan, Dinar Candy Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pornografi

Pakai Bikini di Pinggir Jalan, Dinar Candy Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pornografi

Megapolitan
UPDATE 5 Agustus: Bertambah 189 Kasus Covid-19 di Tangsel, 683 Pasien Sembuh

UPDATE 5 Agustus: Bertambah 189 Kasus Covid-19 di Tangsel, 683 Pasien Sembuh

Megapolitan
Pekan Ini, Pemkot Jaktim Mulai Vaksinasi Dosis ke-3 bagi Nakes

Pekan Ini, Pemkot Jaktim Mulai Vaksinasi Dosis ke-3 bagi Nakes

Megapolitan
BPK Temukan Pemborosan Rp 5,8 Miliar Proyek Pengadaan Masker N95 di Pemprov DKI Jakarta

BPK Temukan Pemborosan Rp 5,8 Miliar Proyek Pengadaan Masker N95 di Pemprov DKI Jakarta

Megapolitan
Angkot Jurusan Pulogadung Terjebur Kali di Cakung

Angkot Jurusan Pulogadung Terjebur Kali di Cakung

Megapolitan
Banjir 50 Cm yang Rendam Cipinang Melayu Sudah Surut

Banjir 50 Cm yang Rendam Cipinang Melayu Sudah Surut

Megapolitan
Polisi Selidiki Perampokan Pemotor yang Disebut Bawa Rp 100 Juta di Pondok Cabe

Polisi Selidiki Perampokan Pemotor yang Disebut Bawa Rp 100 Juta di Pondok Cabe

Megapolitan
Banjir 50 Cm Rendam Cipinang Melayu, Damkar Kerahkan Tiga Mobil Pompa untuk Sedot Genangan

Banjir 50 Cm Rendam Cipinang Melayu, Damkar Kerahkan Tiga Mobil Pompa untuk Sedot Genangan

Megapolitan
Komisaris Utama PT ASA yang Diduga Dalang Penimbunan Obat Covid-19 Ditahan Polisi

Komisaris Utama PT ASA yang Diduga Dalang Penimbunan Obat Covid-19 Ditahan Polisi

Megapolitan
Seorang Polisi Gugur Saat Amankan Vaksinasi Covid-19 di Kembangan

Seorang Polisi Gugur Saat Amankan Vaksinasi Covid-19 di Kembangan

Megapolitan
RT di Cimanggis Disebut Ancam Warga yang Tolak Bansos Disunat, Lurah: Tidak Bisa Dibenarkan

RT di Cimanggis Disebut Ancam Warga yang Tolak Bansos Disunat, Lurah: Tidak Bisa Dibenarkan

Megapolitan
Disdik DKI: Peluang Sekolah Cepat Dibuka jika Anak Usia 12-17 Sudah Divaksin Covid-19

Disdik DKI: Peluang Sekolah Cepat Dibuka jika Anak Usia 12-17 Sudah Divaksin Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X