Kisah Keluarga Waluyo yang Termarjinalkan, Hidup di Pinggir Rel Manggarai Tanpa Listrik

Kompas.com - 14/03/2021, 07:06 WIB
Keluarga Waluyo bercengkerama sambil menghabiskan sore hari di pinggir rel kereta Manggarai-Cikarang tepatnya di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan pada Jumat (13/3/2021) sore. Keluarga Waluyo merupakan potret keluarga yang termarjinalkan di ibu kota. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOKeluarga Waluyo bercengkerama sambil menghabiskan sore hari di pinggir rel kereta Manggarai-Cikarang tepatnya di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan pada Jumat (13/3/2021) sore. Keluarga Waluyo merupakan potret keluarga yang termarjinalkan di ibu kota.

JAKARTA, KOMPAS.com – Matahari perlahan mulai tenggelam di arah barat. Kereta terus melintas ke arah Jatinegara dan Manggarai. Sementara itu, keluarga Waluyo menikmati senja di pinggiran rel kereta beralaskan kasur lusuh dan pemandangan gedung-gedung tinggi di ujung barat.

Sa'anih (34), istri Waluyo sibuk bermain dengan anak-anaknya. Anak bontotnya, Galih (2) dipeluknya. Sementara kakaknya, Dana (4) dan Ahmad (5) sibuk dengan mainan traktornya. Kakak sulung Galih, Putra (11) rebahan di kasur.

Galih tampak tak lepas dari ibunya. Sesekali, Dana naik ke paha ibunya. Putra asyik sendiri jumpalitan.

“Saya ga pernah keluar ke mana-mana. Paling kalau keluar, anaknya aja tuh naik odong-odong. Udah. Gitu aja. Sehari-harinya gitu,” ujar Sa'anih sambil tertawa saat ditemui pada Jumat (12/3/2021) sore.

Setiap hari Sa'anih bercanda dengan anak-anaknya sambil menghabiskan waktu sore di atas kasur yang digelar di atas kerikil. Mereka menunggu Waluyo pulang kerja. Semburat jingga di langit dan kereta lalu lalang seakan hiburan gratis bagi keluarga Waluyo.

“Noh kereta de, kereta,” ujar Saanih kepada Galih sambil menunjuk kereta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Ombudsman Dorong Penerapan Standar Minimal Pelayanan Publik untuk Kelompok Marjinal

Riuh ramai anak-anak Waluyo terdengar bersama deru pembangunan jembatan pembangunan mega proyek jembatan Double-Double Track (DDT) Manggarai-Cikarang. Tak jarang pertengkaran kecil muncul saat anak-anak Waluyo berkumpul.

Rumah Waluyo berada di pinggir bekas rel kereta Manggarai-Jatinegara tepatnya di Jalan Manggarai Selatan, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan. Rumahnya seakan tersembunyi di balik pepohonan.

“Noh, ayah pulang noh,” ujar Sa'anih saat melihat Waluyo pulang.

Waluyo (41) akhirnya pulang. Ia akhirnya bergabung dengan keluarga tercinta yang sudah menunggunya. Raut lelah terpancar dari wajah Waluyo. Letih terbayarkan ketika melihat istri dan anak-anaknya pada sore itu.

“Beli kopi, mas mau kopi ga,” ujar Waluyo seraya menawarkan kopi, Jumat (12/3/2021).

Di tengah kesulitan hidupnya, Waluyo masih memegang teguh etika bertamu. Ia terus menawarkan segelas kopi meski sudah ditolak. Terhitung lebih dari tiga kali ia menawarkan kopi.

“Bener nih Mas, mau kopi ya?,” kata Waluyo seraya menyalakan sebatang rokok.

Baca juga: Kisah Pemulung Tua Tidur di Trotoar Bandung demi Menahan Lapar...

Keluarga Waluyo bercengkerama sambil menghabiskan sore hari di pinggir rel kereta Manggarai-Cikarang tepatnya di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan pada Jumat (13/3/2021) sore. Keluarga Waluyo merupakan potret keluarga yang termarjinalkan di ibu kota.KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO Keluarga Waluyo bercengkerama sambil menghabiskan sore hari di pinggir rel kereta Manggarai-Cikarang tepatnya di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan pada Jumat (13/3/2021) sore. Keluarga Waluyo merupakan potret keluarga yang termarjinalkan di ibu kota.

Rokoknya ia hisap dalam-dalam lalu dihembuskan asapnya ke udara. Galih ia pangku. Senyum Waluyo tak habis ia keluarkan sambil bercerita.

“Saya ini merantau, asli Boyolali. Istri juga Boyolali,” kata Waluyo.

Waluyo merantau ke Jakarta sejak Putra berusia 40 hari. Rumahnya berpindah-pindah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disidak, 3 Gedung Kantor di Menteng Belum Punya Sumur Resapan

Disidak, 3 Gedung Kantor di Menteng Belum Punya Sumur Resapan

Megapolitan
LBH Jakarta: Anies Pakai Pergub yang Dibuat Ahok untuk Legalkan Penggusuran

LBH Jakarta: Anies Pakai Pergub yang Dibuat Ahok untuk Legalkan Penggusuran

Megapolitan
Crane Terguling di Depok, Ada Kemungkinan Jumlah Tersangka Bertambah

Crane Terguling di Depok, Ada Kemungkinan Jumlah Tersangka Bertambah

Megapolitan
Sopir Taksi Online yang Terlibat Tabrak Lari Perempuan di Tol Sedyatmo Jadi Tersangka

Sopir Taksi Online yang Terlibat Tabrak Lari Perempuan di Tol Sedyatmo Jadi Tersangka

Megapolitan
Kelebihan Muatan hingga Rem Blong, Truk Trailer Kecelakaan di Penjaringan

Kelebihan Muatan hingga Rem Blong, Truk Trailer Kecelakaan di Penjaringan

Megapolitan
Kronologi Tewasnya 6 Laskar FPI Versi Jaksa

Kronologi Tewasnya 6 Laskar FPI Versi Jaksa

Megapolitan
Peredaran 1,73 Ton Ganja Terbongkar, Polisi Sebut Jakarta Pasar yang Menjanjikan

Peredaran 1,73 Ton Ganja Terbongkar, Polisi Sebut Jakarta Pasar yang Menjanjikan

Megapolitan
LBH Jakarta: Pencabutan Izin Reklamasi oleh Anies hanya Gimik Belaka

LBH Jakarta: Pencabutan Izin Reklamasi oleh Anies hanya Gimik Belaka

Megapolitan
Wali Kota Targetkan Vaksinasi Covid-19 di Bekasi Capai 92 Persen pada Akhir Oktober

Wali Kota Targetkan Vaksinasi Covid-19 di Bekasi Capai 92 Persen pada Akhir Oktober

Megapolitan
Seorang Remaja Tewas Usai Tabrak Bengkel di Curug Tangerang

Seorang Remaja Tewas Usai Tabrak Bengkel di Curug Tangerang

Megapolitan
Polisi Ungkap Penyebab Bajing Loncat Sering Beraksi di Jalan Raya Bekasi, padahal Dekat Kompleks TNI AD

Polisi Ungkap Penyebab Bajing Loncat Sering Beraksi di Jalan Raya Bekasi, padahal Dekat Kompleks TNI AD

Megapolitan
Bos Indomaret Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipularang, Pelayat Padati Rumah Duka Heaven Atmajaya

Bos Indomaret Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipularang, Pelayat Padati Rumah Duka Heaven Atmajaya

Megapolitan
Polisi Bongkar Peredaran 1,73 Ton Ganja, Berawal dari Penangkapan di Ciputat

Polisi Bongkar Peredaran 1,73 Ton Ganja, Berawal dari Penangkapan di Ciputat

Megapolitan
Komunitas Lintas Agama Desak Pemerintah Serius Tangani Krisis Iklim

Komunitas Lintas Agama Desak Pemerintah Serius Tangani Krisis Iklim

Megapolitan
Dua Terdakwa Unlawful Killing Laskar FPI Tak Ajukan Keberatan Dakwaan

Dua Terdakwa Unlawful Killing Laskar FPI Tak Ajukan Keberatan Dakwaan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.