Antasari Azhar jadi Tersangka Pembunuhan 12 Tahun Lalu saat Hendak Bongkar Kasus Korupsi Besar

Kompas.com - 14/03/2021, 10:15 WIB
Antasari Azhar, saat masih menjabat Ketua KPK, dalam sebuah diskusi, 23 Desember 2008. Persda/Bian Harnansa Antasari Azhar, saat masih menjabat Ketua KPK, dalam sebuah diskusi, 23 Desember 2008.

JAKARTA, KOMPAS.com - Nama mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar terseret dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen, 12 tahun lalu saat hendak membongkar kasus korupsi besar.

Hal ini disampaikan oleh kuasa hukum Antasari, Juniver Girsang, pada Mei 2009 lalu, saat kasus pembunuhan Nasrudin pada 14 Maret 2009 sedang bergulir di persidangan.

Menurut Juniver, Antasari ditangkap dan ditetapkan sebagai aktor intelektual dibalik pembunuhan Nasrudin saat ia hendak membongkar kasus korupsi besar yang melibatkan sejumlah pejabat tinggi.

Kasus korupsi itu diduga merugikan negara hingga ratusan bahkan triliunan rupiah, seperti dilansir Harian Kompas, Minggu (10/5/2009).

"Beliau (Antasari) belum mau menyebutkan angka kerugian. Apakah cuma ratusan miliar atau bahkan triliunan,"

Baca juga: Tanda Tanya di Balik Pembunuh Nasrudin Zulkarnaen 12 Tahun Lalu, Benarkah Antasari Azhar Dalangnya?

Selama ini, Nasrudin disebut-sebut terus berhubungan dengan Antasari dan memasok informasi penting mengenai perkara korupsi di lingkungan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan kasus-kasus di luar badan usaha milik negara tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dengan penetapan klien saya sebagai tersangka, otomatis kewenangannya membongkar kasus ini terhenti," kata Juniver.

Penetapan Antasari sebagai tersangka, menurut dia, juga akan membuat citranya sebagai salah satu tokoh pemberantas korupsi hancur. Ini, kan yang dikehendaki para koruptor," ucap Juniver.

Sebagai informasi, Nasrudin adalah Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) yang bergerak di bidang distribusi obat- obatan dan jaringan apotek.

PRB adalah cucu perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) karena PT PRB adalah anak perusahaan PT Mitra Rajawali Banjaran, anak perusahaan PT RNI.

Baca juga: Sejarah Hari Ini: 12 Tahun Lalu, Peluru di Kepala Tewaskan Nasrudin Zulkarnaen, Seret Antasari Azhar

Pembunuhan Nasrudin

Nasrudin ditembak di kepala usai bermain golf di Tangerang, Banten, pada 14 Maret 2009.

Ketika mobil yang ia tumpangi bergerak lambat di tepian danau di dekat lapangan golf, tiba-tiba dua pria dengan sepeda motor muncul dari arah belakang kiri mobil.

Salah satu pria kemudian mengeluarkan senjarta api laras pendek dan menambak Nasrudin sebanyak dua kali. Peluru bersarang di pelipis kiri korban.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebagian Lampu PJU di Kota Tangerang Mulai Dinyalakan

Sebagian Lampu PJU di Kota Tangerang Mulai Dinyalakan

Megapolitan
Korban Pungli Bansos di Kota Tangerang Dapat Layangkan Pengaduan ke Nomor 08111500293

Korban Pungli Bansos di Kota Tangerang Dapat Layangkan Pengaduan ke Nomor 08111500293

Megapolitan
Wagub DKI Minta Warga Berdiam di Rumah demi Cegah Penularan Virus Corona Varian Delta Plus

Wagub DKI Minta Warga Berdiam di Rumah demi Cegah Penularan Virus Corona Varian Delta Plus

Megapolitan
Gudang Onderdil di  Sunter Terbakar, Api Berasal dari Obat Nyamuk yang Jatuh ke Kasur

Gudang Onderdil di Sunter Terbakar, Api Berasal dari Obat Nyamuk yang Jatuh ke Kasur

Megapolitan
Kecamatan Cakung Kekurangan Nakes, Capaian Vaksinasi Baru 40 Persen

Kecamatan Cakung Kekurangan Nakes, Capaian Vaksinasi Baru 40 Persen

Megapolitan
Anies: Beras Bansos di Jakarta Berupa Beras Premium dari Gapoktan

Anies: Beras Bansos di Jakarta Berupa Beras Premium dari Gapoktan

Megapolitan
Mau Gelar Pernikahan, Keluarga dan Tamu Kini Wajib Sudah Divaksinasi Covid-19

Mau Gelar Pernikahan, Keluarga dan Tamu Kini Wajib Sudah Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
Wagub DKI: Keterisian Tempat Tidur di Jakarta Sudah di Bawah 70 Persen, Ini Pertanda Baik

Wagub DKI: Keterisian Tempat Tidur di Jakarta Sudah di Bawah 70 Persen, Ini Pertanda Baik

Megapolitan
Polisi Periksa CCTV pada Kasus Pencurian Uang 20 Juta di Sebuah Truk di Cengkareng

Polisi Periksa CCTV pada Kasus Pencurian Uang 20 Juta di Sebuah Truk di Cengkareng

Megapolitan
Pemprov DKI Wajibkan Pekerja Sektor Esensial dan Kritikal yang WFO Sudah Divaksin

Pemprov DKI Wajibkan Pekerja Sektor Esensial dan Kritikal yang WFO Sudah Divaksin

Megapolitan
Sekwan Pastikan Tak Ada Kegiatan Vaksinasi Dosis Ketiga di Gedung DPRD DKI

Sekwan Pastikan Tak Ada Kegiatan Vaksinasi Dosis Ketiga di Gedung DPRD DKI

Megapolitan
Pada 1-29 Juli, Imigrasi Soekarno-Hatta Tolak Masuk 63 WNA

Pada 1-29 Juli, Imigrasi Soekarno-Hatta Tolak Masuk 63 WNA

Megapolitan
Jual Obat Terapi Covid-19 hingga 8 Kali Lipat Lebih Mahal, 4 Pegawai Apotek di Cikarang Ditangkap Polisi

Jual Obat Terapi Covid-19 hingga 8 Kali Lipat Lebih Mahal, 4 Pegawai Apotek di Cikarang Ditangkap Polisi

Megapolitan
Satpol PP Gadungan Manfaatkan Operasi Yustisi Saat PPKM sebagai Kesempatan untuk Menipu

Satpol PP Gadungan Manfaatkan Operasi Yustisi Saat PPKM sebagai Kesempatan untuk Menipu

Megapolitan
Dokter Anak: Sembarangan Jadi Donor ASI Bisa Jadi Tanpa Sadar Tularkan Penyakit

Dokter Anak: Sembarangan Jadi Donor ASI Bisa Jadi Tanpa Sadar Tularkan Penyakit

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X