Mercy Tabrak Pesepeda di Bundaran HI: Pelaku Ditahan, Korban Patah Tulang Rusuk

Kompas.com - 15/03/2021, 12:04 WIB
Terjadi kecelakaan antara pesepeda dan pengendara mobil di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (12/3/2021) pagi. Akun Twitter @TMCPoldaMetroTerjadi kecelakaan antara pesepeda dan pengendara mobil di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (12/3/2021) pagi.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menangkap pengemudi Mercy yang menabrak lari pesepeda di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.

Sementara itu, korban mengalami patah tulang rusuk akibat insiden tersebut.

Berikut sejumlah fakta yang dirangkum Kompas.com terkait kecelakaan tersebut:

Tabrak lari

Insiden kecelakaan yang terjadi pada Jumat (12/3/2021) pagi itu, pertama kali dilaporkan oleh akun twitter TMC Polda Metro Jaya.

"06.37 Terjadi Kecelakaan Tabrak lari antara pesepeda dgn kendaraan Roda 4 di sekitar Bundaran HI Jakpus saat ini sudah di tangani petugas Polri," tulis akun @TMCPoldaMetro.

Baca juga: Pesepeda Ditabrak Mobil di Bundaran HI, Pelaku Kabur

Akun itu juga mengunggah foto pesepeda yang terkapar di tengah jalan Bundaran HI. Pesepeda lain tampak membantu korban.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lalu pukul 06.59 WIB, akun Polda Metro Jaya mengunggah informasi lanjutan terkait peristiwa kecelakaan tersebut.

Kicauan terbaru itu disertai foto pesepeda tengah diangkut oleh petugas ke ambulans. Nomor plat mobil yang terlibat kecelakaan dengan sepeda sudah diketahui.

"06.59 Kecelakaan antara pesepeda dgn kendaraan Roda 4 Nopol B 1728 SAQ disekitar Bundaran HI Jakpus saat ini sudah di tangani petugas Polri," kicau akun TMC Polda Metro.

Menabrak dua kali

Setelah insiden itu, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, dan juga kamera CCTV.

Berdasarkan pemeriksaan, polisi menyimpulkan peristiwa itu adalah tabrak lari karena pengemudi Mercy tak berhenti usai menabrak korban.

Bahkan, pengemudi menabrak pesepeda sampai dua kali.

Baca juga: Pesepeda yang Ditabrak Pengemudi Mercy di Bundaran HI Alami Cedera Tulang Rusuk

"Untuk sampai saat ini kita lihat dari kejadian ya jelas bahwa setelah kejadian dia tidak memberikan pertolongan. Dia juga tidak menghentikan kendaraannya. Bahkan ada informasi dia sempat menabrak kedua kalinya," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar kepada wartawan, Jumat (12/3/2021).

Kronologi kecelakaan berawal saat pengemudi Mercy melaju dari arah utara ke selatan.

Pelaku kemudian berpindah ke lajur kiri di dekat pos polisi Bundaran HI, lalu menabrak pesepeda yang berjalan searah.

Usai menabrak, mobil Mercy itu melindas pesepeda tersebut. Fahri menyebut, usai peristiwa itu pengemudi Mercy juga tak langsung mendatangi kantor kepolisian.

"Jadi kalau kita kategorikan sebagai tabrak lari, untuk sementara kita simpulkan iya," ujarnya.

Sementara itu, korban pesepeda yang bernama Ivan Christopher langsung dilarikan ke rumah sakit. Ivan mengalami patah pada tulang rusuknya.

"Untuk info awal ada beberapa rusak pada tulang rusuk," kata Fahri.

Diburu Polisi

Polisi langsung berupaya memburu pelaku. Identitas pengemudi juga sudah dikantongi karena plat nomor kendaraannya terekam jelas CCTV.

"Petugas-petugas kami sudah kami kerahkan untuk melakukan pencarian," kata Fahri.

Fahri sempat mengimbau agar pelaku lebih dulu menyerahkan diri ke kantor polisi sebelum ditangkap.

"Jadi kami minta kepada yang bersangkutan silakan datang ke kantor untuk melakukan pemeriksaan" kata Fahri.

Baca juga: Polisi Tahan Remaja Pengemudi Mercy yang Tabrak Pesepeda di Bundaran HI

Kepolisian akhirnya menangkap pelaku berinisial DA (19).

"(Sudah) diamankan. Pelaku inisial DA usianya 19 tahun," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan, Sabtu (13/3/2021).

DA ditangkap pada hari yang sama dengan insiden kecelakaan atau pada Jumat. Remaja itu ditangkap di kediamannya di wilayah Bintaro, Tangerang Selatan.

Polisi juga turut menyita kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut sebagai barang bukti.

Ia langsung menjalani pemeriksaan di kantor Sub Direktorat Penegakkan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Jadi tersangka dan ditahan

Usai menjalani pemeriksaan, DA ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan sebagai tersangka berdasarkan dua alat bukti yang ditemukan penyidik termasuk rekaman kamera tersembunyi dan keterangan saksi maupun pelaku.

Polisi juga melakukan penahanan terhadap DA.

"Paling tidak tersangka ditahan selama 20 hari ke depan," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo.

Penyidik menjerat DA dengan Pasal 310 Ayat 3 juncto Pasal 312 Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2002 tentang kelalaian berkendaraan menyebabkan kecelakaan lalu lintas dengan korban luka berat.

DA terancam hukuman maksimal penjara lima tahun dan denda Rp 10 juta dan atau pidana penjara tiga tahun dan denda Rp 75 juta karena melarikan diri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Reklamasi Teluk Jakarta, Pemprov DKI: Pulau yang Terbangun Dikelola untuk Publik

Soal Reklamasi Teluk Jakarta, Pemprov DKI: Pulau yang Terbangun Dikelola untuk Publik

Megapolitan
Dikritik LBH Jakarta soal Hunian, Pemprov DKI: Tinggal Tidak Selalu Bermakna Memiliki Rumah

Dikritik LBH Jakarta soal Hunian, Pemprov DKI: Tinggal Tidak Selalu Bermakna Memiliki Rumah

Megapolitan
Keceriaan dan Antusias Warga hingga Pedagang di Balik Pembukaan Taman Margasatwa Ragunan

Keceriaan dan Antusias Warga hingga Pedagang di Balik Pembukaan Taman Margasatwa Ragunan

Megapolitan
Bantah LBH Jakarta soal Isu Banjir, Pemprov DKI Sebut Tidak Berorientasi Betonisasi

Bantah LBH Jakarta soal Isu Banjir, Pemprov DKI Sebut Tidak Berorientasi Betonisasi

Megapolitan
Pemprov DKI Tanggapi Rapor Merah LBH Jakarta soal Buruknya Kualitas Udara

Pemprov DKI Tanggapi Rapor Merah LBH Jakarta soal Buruknya Kualitas Udara

Megapolitan
Bantah Catatan LBH Jakarta soal Penggusuran di Jakarta, Pemprov DKI: Itu Penertiban

Bantah Catatan LBH Jakarta soal Penggusuran di Jakarta, Pemprov DKI: Itu Penertiban

Megapolitan
UPDATE: Tambah 7 Kasus di Depok, 151 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 7 Kasus di Depok, 151 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Mulai Minggu Ini, Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Wajib Bawa Tes PCR

Mulai Minggu Ini, Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Wajib Bawa Tes PCR

Megapolitan
UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 34 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 34 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Rumah di Kalideres Ambruk, Ibu dan Balitanya Ditemukan dalam Kondisi Berpelukan

Rumah di Kalideres Ambruk, Ibu dan Balitanya Ditemukan dalam Kondisi Berpelukan

Megapolitan
Maling Motor Beraksi di Ulujami, Dalam Satu Jam Curi Empat Motor

Maling Motor Beraksi di Ulujami, Dalam Satu Jam Curi Empat Motor

Megapolitan
Wanita Hamil di Cikarang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Sejumlah Luka Tusuk

Wanita Hamil di Cikarang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Sejumlah Luka Tusuk

Megapolitan
SMPN 280 Jakarta Dilanda Kebakaran, Awalnya Muncul Percikan Api dari Kabel Komputer

SMPN 280 Jakarta Dilanda Kebakaran, Awalnya Muncul Percikan Api dari Kabel Komputer

Megapolitan
Main di Tepi Kali Angke Tangsel, Bocah 9 Tahun Terpeleset lalu Hanyut

Main di Tepi Kali Angke Tangsel, Bocah 9 Tahun Terpeleset lalu Hanyut

Megapolitan
Polisi: Ganjil Genap di Tempat Wisata untuk Motor Bersifat Situasional, Diterapkan jika Pengunjung Melonjak

Polisi: Ganjil Genap di Tempat Wisata untuk Motor Bersifat Situasional, Diterapkan jika Pengunjung Melonjak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.