Kolong Tol Wiyoto Wiyono Penuh Sampah Lagi, Sudin LH: Itu Tanggung Jawab PPSU dan Pengelola Jalan Tol

Kompas.com - 15/03/2021, 19:19 WIB
Kolong tol Ir Wiyoto Wiyono di Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok Jakarta Utara terlihat kembali dipenuhi sampah pada Senin (15/3/2021) setelah sempat dibersihkan beberapa waktu lalu. KOMPAS.COM/ IRA GITAKolong tol Ir Wiyoto Wiyono di Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok Jakarta Utara terlihat kembali dipenuhi sampah pada Senin (15/3/2021) setelah sempat dibersihkan beberapa waktu lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kolong Tol Wiyoto Wiyono di Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, kembali dipenuhi tumpukan sampah setelah sebelumnya sempat dibersihkan.

Berkaitan dengan hal itu, Kasudin Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Utara Achmad Hariyadi mengatakan, penanganan sampah di wilayah tersebut merupakan tugas petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU).

"Saya sampaikan bahwa kewenang Sudin LH ada di depo. Kalau sampah di saluran, di jalan protokol, itu kewenangannya adalah PPSU," kata Achmad saat dihubungi Kompas.com, Senin (15/3/2021).

"PPSU sudah didelegasikan dari Sudinas LH kepada lurah. Sarana prasarana ada di PPSU, jadi PPSU mengangkut sampah-sampah ke depo," lanjutnya.

Baca juga: Kolong Tol Wiyoto Wiyono Penuh Sampah Lagi, Ketua RW: Warga Kucing-kucingan dengan Petugas PPSU

Selain itu, menurut Achmad, pihak pengelola jalan tol juga ikut bertanggung jawab mengawasi area tersebut.

"Ada unsur tanggung jawab juga dari PT CMNP, pengelola pihak jalan tolnya. Mereka juga punya tanggung jawab untuk mengawasi, jadi bukan hanya dari petugas saja," ujar Achmad.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Achmad menegaskan, bagi warga yang terbukti membuang sampah di kawasan tersebut akan dikenai sanksi dengan sebesar Rp 500.000.

Sebelumnya, Kompas.com mendatangi lokasi kolong tol yang berada di RW 008 Kelurahan Papanggo itu pada Senin siang.

Sebagian area terlihat sudah ditutupi pagar besi. Ada pula tulisan yang berisi larangan membuang sampah di pagar itu.

Baca juga: Cerita Warga Kolong Tol Wiyoto Wiyono, Pasrah Tinggal di Antara Tumpukan Sampah

Namun, sampah plastik makanan dan limbah rumah tangga masih tampak di mana-mana.

Ketua RW 008 Kelurahan Papanggo Ujang Abdul Mutolib mengatakan, petugas PPSU sudah membersihkan sampah di sana, tetapi masih banyak warga yang membuang sampah di lokasi tersebut.

"Memang kolong tol ini sering sekali kelurahan mengirim PPSU, tapi kan karena banyak warga yang membuang sampah di situ, ya kalah juga PPSU-nya," kata Ujang saat ditemui di lokasi.

"Lurah sudah berperan cukup baik, tapi warga juga pintar kucing-kucingan sama pengurus. Ketika pengurus enggak ada, dia buang dua karung, dua karung. Itu bukan satu, lebih dari satu," sambungnya.

Diketahui sebelumnya, area tersebut pernah dibersihkan oleh petugas gabungan pada April 2018 silam. Saat itu, petugas berhasil mengumpulkan 1.644 ton sampah.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Reaktif Covid-19, 1 Demonstran di Balai Kota Tangsel Diisolasi di Pusat Karantina

Reaktif Covid-19, 1 Demonstran di Balai Kota Tangsel Diisolasi di Pusat Karantina

Megapolitan
Kota Bogor Catat 30 Kematian akibat Covid-19 Hari Ini

Kota Bogor Catat 30 Kematian akibat Covid-19 Hari Ini

Megapolitan
Pengantar Makanan Online Meninggal Dalam Perjalanan, Bungkusan Jus Itu Masih Tergantung di Motor

Pengantar Makanan Online Meninggal Dalam Perjalanan, Bungkusan Jus Itu Masih Tergantung di Motor

Megapolitan
Kebutuhan Plasma Konvalesen Tinggi, PMI Kota Tangerang Siap Jemput Bola ke Kediaman Penyintas Covid-19

Kebutuhan Plasma Konvalesen Tinggi, PMI Kota Tangerang Siap Jemput Bola ke Kediaman Penyintas Covid-19

Megapolitan
Timbulkan Masalah dan Rugikan Masyarakat, Pemkot Bogor Peringati Kontraktor Proyek Rel Ganda Bogor-Sukabumi

Timbulkan Masalah dan Rugikan Masyarakat, Pemkot Bogor Peringati Kontraktor Proyek Rel Ganda Bogor-Sukabumi

Megapolitan
Mobil Ford Mustang 1966 Terbakar di Margaguna Raya, Pondok Indah

Mobil Ford Mustang 1966 Terbakar di Margaguna Raya, Pondok Indah

Megapolitan
Wagub DKI: Pasar Sangat Rentan Terjadi Penularan Covid-19 Dibanding Mal

Wagub DKI: Pasar Sangat Rentan Terjadi Penularan Covid-19 Dibanding Mal

Megapolitan
UPDATE 26 Juli: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambar 278, Pasien Dirawat Sebanyak 7.171 Orang

UPDATE 26 Juli: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambar 278, Pasien Dirawat Sebanyak 7.171 Orang

Megapolitan
Wagub DKI: Penyaluran Bansos Tunai Sudah Capai 90 Persen

Wagub DKI: Penyaluran Bansos Tunai Sudah Capai 90 Persen

Megapolitan
Viral, Video Seorang Wanita Tipu Pemilik Warung Kelontong di Tambora dan Bawa Kabur Barang

Viral, Video Seorang Wanita Tipu Pemilik Warung Kelontong di Tambora dan Bawa Kabur Barang

Megapolitan
Penimbun Alkes di Jakbar Juga Naikkan Harga Obat Terapi Covid-19 Hampir 19 Kali Lipat

Penimbun Alkes di Jakbar Juga Naikkan Harga Obat Terapi Covid-19 Hampir 19 Kali Lipat

Megapolitan
Demonstran di Balai Kota Tangsel Tuntut agar Satpol PP yang Arogan terhadap Pedagang Ditindak

Demonstran di Balai Kota Tangsel Tuntut agar Satpol PP yang Arogan terhadap Pedagang Ditindak

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Klaim Keterisian RS Menurun, Kini di Angka 65,5 Persen

Wali Kota Bekasi Klaim Keterisian RS Menurun, Kini di Angka 65,5 Persen

Megapolitan
UPDATE 26 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 281 Kasus Baru Covid-19, 515 Pasien Sembuh

UPDATE 26 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 281 Kasus Baru Covid-19, 515 Pasien Sembuh

Megapolitan
Hingga Lusa, Sudah Ada Antrean Jenazah Pasien Covid-19 yang Akan Dikremasi di TPU Tegal Alur

Hingga Lusa, Sudah Ada Antrean Jenazah Pasien Covid-19 yang Akan Dikremasi di TPU Tegal Alur

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X