Psikolog Bicara Dampak Positif dan Negatif Setahun Imbauan Produktif dari Rumah

Kompas.com - 16/03/2021, 11:41 WIB
Ilustrasi kerja dari rumah. ShutterstockIlustrasi kerja dari rumah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 yang melanda Tanah Air sejak awal Maret 2020 lalu telah mengubah banyak hal bagi masyarakat Indonesia.

Salah satunya adalah perubahaan kebiasaan dan perilaku seluruh masyarakat.

Sebab, di awal masa pandemi pemerintah mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan diminta tetap produktif dari dalam rumah.

"Saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah," ujar Presiden Jokowi dalam konferensi pers, 15 Maret 2020 lalu.

Sejak saat itu banyak perkantoran yang menerapkan work from home (WFH) bagi karyawannya, kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring, dan dilakukan pengurangan kapasitas penumpang transportasi umum.

Baca juga: WFH Sudah Setahun Diserukan Jokowi, Kasus Covid-19 Masih Terus Bertambah

Atau yang selanjutnya dinamakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan kini pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Psikolog Klinis Adityana Kasandra Putranto melihat dampak yang terjadi akibat kondisi tersebut dari dua sisi.

"Dampak seruan untuk belajar dan bekerja dari rumah serta beribadah dari rumah satu memberikan dampak baik positif maupun negatif pada masyarakat Indonesia," kata Adityana saat dihubungi Kompas.com, Selasa (16/3/2021).

Selain mengguncang perekonomian, pandemi Covid-19, kata Adityana juga mengubah gaya hidup masyarakat yang kini lebih memperhatikan kesehatan mereka.

Baca juga: Setahun Aktivitas di Rumah, Marak Live Shopping dalam Ekonomi Kreatif

"Selain juga menjalankan protap kesehatan yang sangat ketat mulai dari cuci tangan, menggunakan masker, jaga jarak, berolahraga dan menjaga asupan nutrisi selain juga giat berolahraga dan berjemur," sambungnya.

Menurut dia, pada dasarnya masyarakat Indonesia sangat mampu menerima dan beradaptasi dengan berbagai kondisi, bahkan yang sulit sekalipun.

Antara lain dengan memanfaatkan waktu untuk mendekatkan diri dengan keluarga, hingga mencari keahlian baru.

"Namun, sekali lagi dengan karakteristik yang khas masyarakat Indonesia bisa memaksimalkan hal positif dari makna Covid-19," ujar Adityana.

"Banyak masyarakat juga akhirnya menekuni hobi baru, bahkan menjalankan aktivitas- aktivitas yang ternyata bisa menjadi sumber penghasilan baru bagi mereka," tambahnya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Megapolitan
Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Megapolitan
3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Megapolitan
Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Megapolitan
Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Megapolitan
Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

Megapolitan
Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Megapolitan
Soal Penyebab Kecelakaan 'Adu Banteng' di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Soal Penyebab Kecelakaan "Adu Banteng" di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Megapolitan
Motor 'Adu Banteng', Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Motor "Adu Banteng", Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Megapolitan
Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.