Tak Percaya Tembok Roboh karena Banjir, Ruli Tutup Seluruh Akses ke Rumah Warga di Ciledug

Kompas.com - 16/03/2021, 14:34 WIB
Salah satu anak kecil yang menetap di gedung fitness milik keluarga Asep harus melewati dinding berkawat duri saat hendak memasuki kediaman mereka, Minggu (14/3/2021). KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFALSalah satu anak kecil yang menetap di gedung fitness milik keluarga Asep harus melewati dinding berkawat duri saat hendak memasuki kediaman mereka, Minggu (14/3/2021).

TANGERANG, KOMPAS.com - Penutupan akses ke rumah warga di wilayah Tajur, Ciledug, Kota Tangerang, Banten, menjadi sorotan belakangan ini.

Pasalnya, penghuni rumah yang jalannya ditutup tersebut harus menaiki tangga dan memanjat tembok setinggi 2 meter untuk keluar masuk pekarangan mereka.

Diberitakan sebelumnya, tembok sepanjang 300 meter didirikan oleh Asrul Burhan alias Ruli di depan rumah warga bernama Asep.

Ruli mengeklaim bahwa jalan yang ada di depan rumah Asep, yang juga merupakan tempat fitness, adalah milik ayahnya, Anas Burhan (kini telah meninggal).

Ruli mengaku masih memegang Akta Jual Beli (AJB) dari tanah tersebut.

Baca juga: Klarifikasi Pembangun Tembok 300 Meter di Ciledug hingga Keputusan Pemkot untuk Dibongkar

Latar belakang

Menurut Asep, bangunan seluas 1.000 meter persegi yang kini ia tempati bersama keluarganya dibeli oleh ayahnya, Munir (sudah meninggal), melalui pelelangan bank pada 2016.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bangunan itu dulunya merupakan tempat fitness. Setelah dibeli oleh Munir, ia dan keluarganya pindah ke bangunan tersebut.

Selain tinggal di sana, keluarga Munir juga masih mengelola bangunan tersebut sebagai tempat fitness.

Hanya saja bisnis mereka tergerus sejak tembok pembatas dibangun di depan bangunan tersebut.

Pada tahun 2019, Ruli yang mengaku sebagai ahli waris Anas mengatakan bahwa jalan yang ada di depan bangunan tersebut masih milik keluarganya.

Baca juga: Buntut Penutupan Akses ke Rumah Warga di Ciledug, Ruli Dipanggil Polisi dan Diminta Bongkar Tembok

Alhasil, ia mendirikan dua tembok di depan bangunan itu sebagai pembatas. Dulunya, Ruli masih menyediakan jalan masuk bagi keluarga Asep, cukup untuk dilewati pejalan kaki dan sepeda motor.

Namun pada Februari 2021, sebagian tembok roboh.

Asep mengaku bahwa tembok tersebut roboh karena banjir. Namun, Ruli tidak mau menerima alasan tersebut.

Ia yakin, keluarga Asep sengaja merobohkan tembok tersebut.

"Dia (Ruli) mikirnya kalau ibu saya yang ngehancurin dinding itu, padahal itu kan karena banjir," papar Asep.

Baca juga: Pembangun Diberi Waktu Sehari untuk Bongkar Sendiri Tembok yang Tutup Akses Rumah Warga Ciledug

Ruli disebut datang ke kediaman Asep sambil membawa golok. Ia sempat mengancam ibunda Asep dengan senjata tersebut.

"Ibu saya sampai sekarang masih trauma karena dikalungin golok. Sekarang cima bisa diam aja kalo keinget itu," sebut Asep.

Pengakuan Ruli

Ruli yang murka karena tembok pembatas tersebut roboh, lantas memasang dinding disepanjang jalan di depan rumah Asep tanpa menyisakan sedikit pun akses keluar-masuk.

"Saya tanya (ke pihak keluarga Asep), 'Siapa yang robohin?'. enggak ada yang mau ngaku. Enggak bagus jadi tetangga gitu," kata Ruli, Minggu (14/3/2021).

Ruli menambahkan bahwa ia tidak percaya kalau banjir lah yang menyebabkan tembok tersebut roboh.

"Posisi (dinding) robohnya ke depan, sementara air (menerjang) dari depan, masa robohnya ke depan," ujar Ruli.

"Harusnya ke belakang, (soalnya) kedorong air, (sehingga posisi jatuhnya) arah ke rumah," imbuhnya.

(Penulis : Muhammad Naufal/ Editor : Irfan Maullana)



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Jabodetabek Bebas Hujan, Suhu Udara Cukup Tinggi

Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Jabodetabek Bebas Hujan, Suhu Udara Cukup Tinggi

Megapolitan
Kecamatan Pulogadung Siapkan 7 Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Kecamatan Pulogadung Siapkan 7 Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Pemprov DKI: Pelanggan Pangkas Rambut Wajib Miliki Sertifikat Vaksin

Pemprov DKI: Pelanggan Pangkas Rambut Wajib Miliki Sertifikat Vaksin

Megapolitan
Daftar Terbaru Hotel untuk Isolasi Mandiri Berbayar di Jakarta

Daftar Terbaru Hotel untuk Isolasi Mandiri Berbayar di Jakarta

Megapolitan
RedDoorz Sayangkan Peristiwa yang Menimpa Hotelnya di Ampera Raya

RedDoorz Sayangkan Peristiwa yang Menimpa Hotelnya di Ampera Raya

Megapolitan
Perumahan Beverly Hills Jababeka Jadi Tempat Isolasi Pekerja Industri yang Positif Covid-19

Perumahan Beverly Hills Jababeka Jadi Tempat Isolasi Pekerja Industri yang Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 28 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 285 Kasus Baru Covid-19, 6 Pasien Meninggal

UPDATE 28 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 285 Kasus Baru Covid-19, 6 Pasien Meninggal

Megapolitan
Polisi: Tak Ditemukan Bukti Kuat Terkait Dugaan Kerumunan dan Praktik Prostitusi di RedDoorz Ampera Raya

Polisi: Tak Ditemukan Bukti Kuat Terkait Dugaan Kerumunan dan Praktik Prostitusi di RedDoorz Ampera Raya

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap di Tangsel Baru Tercapai 14 Persen dari Target 1 Juta Penduduk

Vaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap di Tangsel Baru Tercapai 14 Persen dari Target 1 Juta Penduduk

Megapolitan
UPDATE 28 Juli: Tambah 5.525 Kasus Covid-19 di Jakarta, 11.035 Pasien Sembuh

UPDATE 28 Juli: Tambah 5.525 Kasus Covid-19 di Jakarta, 11.035 Pasien Sembuh

Megapolitan
Penerima Bansos Kena Pungli, Mensos Risma: Kalau Urusan Itu Tak Selesai, Kapan Warga Sejahtera!

Penerima Bansos Kena Pungli, Mensos Risma: Kalau Urusan Itu Tak Selesai, Kapan Warga Sejahtera!

Megapolitan
Update 28 Juli: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambah 606

Update 28 Juli: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambah 606

Megapolitan
Pemkot Bogor Kejar Target Vaksinasi Covid-19 Sebanyak 15.000 Orang per Hari

Pemkot Bogor Kejar Target Vaksinasi Covid-19 Sebanyak 15.000 Orang per Hari

Megapolitan
Plasma Konvalesen Keruh, Sejumlah Penyintas Covid-19 di Kota Tangerang Gagal Jadi Donor

Plasma Konvalesen Keruh, Sejumlah Penyintas Covid-19 di Kota Tangerang Gagal Jadi Donor

Megapolitan
Kendaraan Dinas Terminal Pulogebang Disulap Jadi Angkutan Jenazah dan Pasien Covid-19

Kendaraan Dinas Terminal Pulogebang Disulap Jadi Angkutan Jenazah dan Pasien Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X