Pedagang Pasar Tradisional Belum Jadi Target Vaksinasi Covid-19 di Tangsel

Kompas.com - 17/03/2021, 17:33 WIB
Pedagang pasar dan pegawai pusat perbelanjaan mengantre untuk menjalani vaksinasi Covid-19 di Flavor Bliss, Serpong Utara, Tangerang Selatan,  Rabu (17/3/2021). KOMPAS.com/Tria SutrisnaPedagang pasar dan pegawai pusat perbelanjaan mengantre untuk menjalani vaksinasi Covid-19 di Flavor Bliss, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Rabu (17/3/2021).

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Pasar Tangerang Selatan, Ferdian Nuryadi Nugroho menyebutkan, vaksinasi Covid-19 untuk pedagang pasar di Tangerang Selatan (Tangsel) baru digelar di pasar-pasar modern.

Para pedagang di pasar-pasar tradisional belum jadi target saat ini karena pasar tradisional dianggap belum memadai untuk dijadikan tempat vaksinasi Covid-19.

"Jadi pertimbangannya kesiapan tempat. Kalau pasar rakyat itu kan dilihat dari tempat. Kalau tempatnya tidak memadai, bukannya vaksin malah menjadi penyakit baru," ujar Ferdian, Rabu (17/3/2021).

Baca juga: Vaksinasi Pedagang Pasar di Tangsel, Antrean Mengular

Untuk tahap pertama, kata Ferdian, baru 700 pedagang dari Pasar 8 Alam Sutera yang menjalani vaksinasi Covid-19.

Para pedagang itu disuntik vaksin dosis pertama pada Rabu di kawasan Flavor Bliss Alam Sutera yang berada di dekat pasar.

"(Sebanyak) 700 itu pedagang di Pasar 8 saja. Jadi ini tuh pilot project-nya," ungkapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ferdian mengatakan, saat ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tangsel sedang berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Tangerang Selatan terkait pelaksanaan vaksinasi untuk pedagang di pasar-pasar lain.

Opsi sementara yang dipersiapkan ialah memanfaatkan puskesmas sebagai lokasi vaksinasi untuk pedagang pasar tradisional. Namun, Ferdian belum dapat memastikan kapan vaksinasi untuk para pedagang pasar akan dilaksanakan kembali.

"Pasar tradisional belum memadai tempatnya. Kalau Nanti pedagangnya sedikit, mungkin bisa kami arahkan ke puskesmas. Tapi masih menunggu vaksin, kalau datanya sudah siap," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Minyak Goreng Naik, Pedagang dan Pemegang KJP Bisa Dapat Lebih Murah di Mini DC

Harga Minyak Goreng Naik, Pedagang dan Pemegang KJP Bisa Dapat Lebih Murah di Mini DC

Megapolitan
UPDATE 27 Oktober: Tambah 5 Kasus di Kota Tangerang, 23 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 27 Oktober: Tambah 5 Kasus di Kota Tangerang, 23 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Pemkot Depok Kucurkan 'Uang Lelah' Rp 85 Juta untuk Atlet yang Berlaga di PON Papua

Pemkot Depok Kucurkan "Uang Lelah" Rp 85 Juta untuk Atlet yang Berlaga di PON Papua

Megapolitan
UPDATE 27 Oktober: 8 Pasien Covid-19 di Depok Selesai Isolasi, 1 Orang Wafat

UPDATE 27 Oktober: 8 Pasien Covid-19 di Depok Selesai Isolasi, 1 Orang Wafat

Megapolitan
Kelurahan Duri Kepa Tak Kembalikan Pinjaman Rp 264,5 Juta, Warga Cibodas Lapor Polisi

Kelurahan Duri Kepa Tak Kembalikan Pinjaman Rp 264,5 Juta, Warga Cibodas Lapor Polisi

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Waspada Banjir Lagi

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Waspada Banjir Lagi

Megapolitan
Ingat, Sanksi Tilang Pelanggar Ganjil Genap di 13 Kawasan di Jakarta Berlaku Mulai Hari Ini

Ingat, Sanksi Tilang Pelanggar Ganjil Genap di 13 Kawasan di Jakarta Berlaku Mulai Hari Ini

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Dua Jambret Tewas Ditabrak Mobil Korbannya di Tebet | Buruh Minta UMP Jakarta Naik Jadi Rp 5,3 Juta

[POPULER JABODETABEK] Dua Jambret Tewas Ditabrak Mobil Korbannya di Tebet | Buruh Minta UMP Jakarta Naik Jadi Rp 5,3 Juta

Megapolitan
Pengakuan Pengemudi Taksi Online yang Tabrak 2 Jambret hingga Tewas: “Saya Kejar, Tabrak, Dia Mental”

Pengakuan Pengemudi Taksi Online yang Tabrak 2 Jambret hingga Tewas: “Saya Kejar, Tabrak, Dia Mental”

Megapolitan
Soal Warga Koja Keracunan Nasi Kotak, PSI: Kami Bertanggung Jawab dan Tidak Lari

Soal Warga Koja Keracunan Nasi Kotak, PSI: Kami Bertanggung Jawab dan Tidak Lari

Megapolitan
Galeri Nasional Buka untuk Umum Mulai Kamis

Galeri Nasional Buka untuk Umum Mulai Kamis

Megapolitan
Kejari Kabupaten Bekasi Tahan 3 Pejabat Terkait Kasus Korupsi

Kejari Kabupaten Bekasi Tahan 3 Pejabat Terkait Kasus Korupsi

Megapolitan
Wajib Tes PCR, Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Menurun

Wajib Tes PCR, Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Menurun

Megapolitan
Pemprov DKI Pastikan Tak Akan Ada Laboratorium yang Bandel Pasang Tarif PCR di Atas Rp 275.000

Pemprov DKI Pastikan Tak Akan Ada Laboratorium yang Bandel Pasang Tarif PCR di Atas Rp 275.000

Megapolitan
Jakarta Urutan 28 soal Indeks Kebebasan Pers, Ini Respons Wagub DKI

Jakarta Urutan 28 soal Indeks Kebebasan Pers, Ini Respons Wagub DKI

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.