Polisi Selidiki Kasus Dugaan Malapraktik Filler Payudara Model Monica Indah

Kompas.com - 17/03/2021, 18:01 WIB
Monica Indah Instagram @moonicaindahMonica Indah

JAKARTA, KOMPAS.com - Polsek Metro Penjaringan, Jakarta Utara, masih menyelidiki kasus dugaan malapraktik filler payudara yang dialami model Monica Indah (25).

Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Ardyansyah mengatakan, berdasarkan pengakuan Monica, ia mengalami kesakitan setelah melakukan filler payudara.

"Salah satu dari pihak pelapor untuk melakukan perubahan yaitu penyuntikan pada bagian payudara untuk memperbesar," kata Ardyansyah, seperti dikutip Tribun Jakarta.

Baca juga: Pengakuan Monica Indah Jadi Korban Filler Payudara Abal-abal

"Sehingga, terjadi suatu kesalahan yang fatal dan mengakibatkan korban mengalami kesakitan," sambungnya.

Kasus itu bermula ketika Monica tertarik dengan penawaran seorang teman untuk menggunakan sebuah jasa klinik kecantikan. Monica lalu mendatangi seorang berinisial YJ, yang kini tidak diketahui keberadaannya, untuk melakukan filler payudara dengan biaya sebesar Rp 1 juta.

"Ada teman dari korban menawarkan produk yang melihat dari beberapa ada di sosial media yaitu Instagram, dengan melakukan penyuntikan terhadap payudara," ucap Ardyansyah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah melakukan filler payudara, Monica mengaku merasa kesakitan.

Karena merasa ada yang tak beres dengan tubuhnya setelah melakukan filler payudara, pada Januari 2021 Monica melaporkan YJ ke Polsek Penjaringan, Jakarta Utara.

"Masih dalam proses penyelidikan, tapi awal mula yang kami tahu bahwa mereka mentransfer sebanyak Rp 1 juta," kata Ardyansyah.

Pihak kepolisian saat ini masih memeriksa saksi-saksi dan mencari keberadaan YJ.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Dugaan Malpraktik Filler Payudara Model Seksi Monica Indah, Polisi Lanjutkan Penyelidikan.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bruder Angelo Disidang karena Pencabulan Anak, Pengacara Korban: Ini Sejarah di Indonesia

Bruder Angelo Disidang karena Pencabulan Anak, Pengacara Korban: Ini Sejarah di Indonesia

Megapolitan
Pengelola Minimarket Minta Waktu Jalankan Seruan Gubernur soal Iklan Rokok

Pengelola Minimarket Minta Waktu Jalankan Seruan Gubernur soal Iklan Rokok

Megapolitan
KA Walahar, KA Jatiluhur, KA Siliwangi Kembali Beroperasi, Ini Syarat Calon Penumpang

KA Walahar, KA Jatiluhur, KA Siliwangi Kembali Beroperasi, Ini Syarat Calon Penumpang

Megapolitan
Kembali Beroperasi, Ini Jadwal KA Lokal Walahar, Jatiluhur, dan Siliwangi

Kembali Beroperasi, Ini Jadwal KA Lokal Walahar, Jatiluhur, dan Siliwangi

Megapolitan
Mobil VW Terbakar di Perempatan Ragunan

Mobil VW Terbakar di Perempatan Ragunan

Megapolitan
Satpol PP Jakpus Tertibkan 45 Lokasi yang Terpasang Iklan Rokok

Satpol PP Jakpus Tertibkan 45 Lokasi yang Terpasang Iklan Rokok

Megapolitan
Pengacara Korban Berharap Bruder Angelo Dihukum Maksimal

Pengacara Korban Berharap Bruder Angelo Dihukum Maksimal

Megapolitan
Cara Anies Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 di Jakarta

Cara Anies Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Ini Lima Kawasan Prioritas Penataan Pemkot Jakbar

Ini Lima Kawasan Prioritas Penataan Pemkot Jakbar

Megapolitan
Produsen Tembakau Sintetis di Bogor Kemas Barang Siap Edar Dalam Bungkusan Pakan Burung

Produsen Tembakau Sintetis di Bogor Kemas Barang Siap Edar Dalam Bungkusan Pakan Burung

Megapolitan
Anies: 31.969 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 Selama Pandemi

Anies: 31.969 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 Selama Pandemi

Megapolitan
Data Kemendikbud: 25 Klaster Covid-19 Belajar Tatap Muka Ditemukan di Jakarta

Data Kemendikbud: 25 Klaster Covid-19 Belajar Tatap Muka Ditemukan di Jakarta

Megapolitan
Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Bocah Perempuan di Duren Sawit Berujung Damai

Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Bocah Perempuan di Duren Sawit Berujung Damai

Megapolitan
Upaya Pemkot Jakut Cegah Banjir, Pemetaan Titik Genangan hingga Siagakan Pompa Air

Upaya Pemkot Jakut Cegah Banjir, Pemetaan Titik Genangan hingga Siagakan Pompa Air

Megapolitan
Depok Dilanda Angin Puting Beliung, Pemkot Jaksel Bersiap Hadapi Cuaca Ekstrem

Depok Dilanda Angin Puting Beliung, Pemkot Jaksel Bersiap Hadapi Cuaca Ekstrem

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.