Kompas.com - 17/03/2021, 23:07 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di Balaikota DKI Jakarta, Senin (8/3/2021) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOWakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di Balaikota DKI Jakarta, Senin (8/3/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta agar warga tidak mudik pada Lebaran tahun ini.

"Kami tetap bagi warga Jakarta sedapat mungkin tempat yang terbaik adalah berada di rumah," kata Riza di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (17/3/2021).

Riza mengatakan, jika terpaksa mudik sebaiknya diperhitungkan secara seksama, terutama kondisi kesehatan. Pemeriksaan kesehatan mulai dari rapid antigen sampai dengan PCR  menjadi penting agar tidak menjadi penular Covid-19 saat tiba di kampung halaman.

Baca juga: 600 Bus untuk Mudik Lebaran Disiapkan di Terminal Bus Kalideres

"Mudik tahun lalu kita bisa mencegah, orangtua kita, kakek-nenek kita selamat (dari Covid-19), jangan sampai kali ini, karena kangen mudik, kemudian kita membawa virus ke kampung," ucap Riza.

Dia menanggapi kebijakan pemerintah pusat yang tidak melarang mudik Lebaran tahun ini. Menurut Riza, meskipun tidak ada larangan, warga yang berada di Jakarta diharapkan untuk tetap berada di Jakarta demi mencegah adanya penyebaran Covid-19 yang lebih luas.

"Sekalipun pemerintah memberikan keleluasaan, mohon tolong tetap diperhatikan protokol kesehatan dan dipastikan kalau bisa di Jakarta tetap di Jakarta," ucap Riza.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia lebih setuju dengan cara-cara kumpul keluarga menggunakan pertemuan virtual.

Tahun lalu banyak yang menggunakan cara tersebut sehingga tidak ada salahnya diulang kembali sampai pandemi Covid-19 benar-benar terkendali.

"Kan bisa video call, kan enggak ada beda, mukanya kan enggak ada berubah kan? Kan sama, tetap ganteng, tetap cantik. Jadi mohon diperhatikan, sekalipun diperkenankan," kata Riza.

Mudik 2021 tidak dilarang

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya mengatakan akan segera mengoordinasikan langkah antisipasi mudik Lebaran 2021 dengan Satgas Penanganan Covid-19.

"Kemenhub tidak bisa melarang atau mengizinkan mudik. Karena harus dikoordinasikan dengan kementerian, lembaga terkait, dan Satgas Covid-19 yang nanti akan memberikan arahan," kata Budi, Rabu.

Pernyataan Budi sekaligus mengoreksi perkataannya saat rapat kerja bersama DPR RI pada Selasa kemarin yang menyebut tidak akan melarang mudik Lebaran 2021.

"Hal pertama yang bisa kami ungkapkan terkait mudik 2021. Pada prinsipnya, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan tidak melarang (mudik)," kata Budi.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Gubernur DKI Jakarta Soerjadi Soedirja Tutup Usia

Mantan Gubernur DKI Jakarta Soerjadi Soedirja Tutup Usia

Megapolitan
Wakapolda Metro: Ada 154 Gerai Vaksinasi Merdeka di Jakarta Timur

Wakapolda Metro: Ada 154 Gerai Vaksinasi Merdeka di Jakarta Timur

Megapolitan
Cerita Azaz Tigor Dugaan Pungli Parkir di Cikini, Jukir Terima Uang Tunai Tanpa Tap Kartu di Mesin

Cerita Azaz Tigor Dugaan Pungli Parkir di Cikini, Jukir Terima Uang Tunai Tanpa Tap Kartu di Mesin

Megapolitan
Gerakan Teman Bantu Teman Dapat Sumbangan dari Bekas Pasien Covid-19

Gerakan Teman Bantu Teman Dapat Sumbangan dari Bekas Pasien Covid-19

Megapolitan
UPDATE 3 Agustus: Kini Tersisa 2.376 Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet

UPDATE 3 Agustus: Kini Tersisa 2.376 Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet

Megapolitan
Mayat Bocah Laki-Laki Ditemukan Mengambang di Anak Sungal CBL Bekasi

Mayat Bocah Laki-Laki Ditemukan Mengambang di Anak Sungal CBL Bekasi

Megapolitan
Masuk Lapas Klas II A Tangerang, Pinangki Tempati Blok Pengenalan Lingkungan Selama 2 Minggu

Masuk Lapas Klas II A Tangerang, Pinangki Tempati Blok Pengenalan Lingkungan Selama 2 Minggu

Megapolitan
Warteg di Ciputat Jadi Korban Pungli, Pelaku Diduga Karang Taruna Gadungan

Warteg di Ciputat Jadi Korban Pungli, Pelaku Diduga Karang Taruna Gadungan

Megapolitan
Bukan 5M, Kabupaten Bekasi Cegah Penularan Covid-19 dengan 6M

Bukan 5M, Kabupaten Bekasi Cegah Penularan Covid-19 dengan 6M

Megapolitan
Perubahan RPJMD 2017-2022 DKI Jakarta, Manuver Janji Anies di Sisa Masa Jabatan

Perubahan RPJMD 2017-2022 DKI Jakarta, Manuver Janji Anies di Sisa Masa Jabatan

Megapolitan
Babak Baru Kasus Jerinx, Polisi Sita Ponsel dan Kembali Gelar Perkara

Babak Baru Kasus Jerinx, Polisi Sita Ponsel dan Kembali Gelar Perkara

Megapolitan
Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa oleh Satpam GBK Diselidiki Polisi

Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa oleh Satpam GBK Diselidiki Polisi

Megapolitan
Cerita Penyintas Covid-19 Harus Banyak Keluar Uang untuk Cek Kesehatan Setelah Negatif Covid-19

Cerita Penyintas Covid-19 Harus Banyak Keluar Uang untuk Cek Kesehatan Setelah Negatif Covid-19

Megapolitan
PPKM Level 4 di Jabodetabek, Klaim Penurunan Kasus di Jakarta, tapi Pendapatan Asli Daerah Bekasi Anjlok

PPKM Level 4 di Jabodetabek, Klaim Penurunan Kasus di Jakarta, tapi Pendapatan Asli Daerah Bekasi Anjlok

Megapolitan
PPKM Diperpanjang, Jakarta Masih Berstatus Level 4

PPKM Diperpanjang, Jakarta Masih Berstatus Level 4

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X