Rekonstruksi Pembunuhan WN Jerman dan Istri di BSD, Tersangka Peragakan 32 Adegan

Kompas.com - 18/03/2021, 15:52 WIB
Rekonstruksi kasus pembunuhan warga negara Jerman dan istri (WNI) di Perumahan Giri Loka 2 BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (18/3/2021). DOKUMENTASI PRIBADIRekonstruksi kasus pembunuhan warga negara Jerman dan istri (WNI) di Perumahan Giri Loka 2 BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (18/3/2021).

TANGSEL, KOMPAS.com - Penyidik Polres Tangerang Selatan, Banten, menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan berencana terhadap KEN (85), warga negara Jerman, dan istrinya NS (53), Kamis (18/3/2021).

Tersangka, Wahyuapriansyah (23), dihadirkan ke lokasi pembunuhan di Perumahan Giri Loka 2, BSD, Serpong, Tangerang Selatan, dan memperagakan 32 adegan.

"Jumlah adegan ada 32 setelah kami lakukan rekonstruksi," ujar Kasatreskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Angga Surya Saputra, Kamis.

Menurut Angga, adegan yang diperagakan langsung oleh tersangka di lokasi kejadian bertambah lima adegan saat rekonstruksi berlangsung.

Baca juga: Satu Korban Pembunuhan di BSD Warga Jerman, Polisi Koordinasi dengan Pihak Kedubes

Lima adegan tersebut antara lain kedatangan Wahyuapriansyah ke Perumahan Giri Loka 2. Kemudian persiapan tersangka melarikan diri, lalu meninggalkan kawasan komplek.

"Adegan pertama di gerbang komplek. Lalu dua adegan di rumah korban. Mulai dari tersangka meletakkan kapak yang digunakan tindak pidana," kata Angga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kedua ketika tersangka keluar lewat pintu dapur, kemudian melihat saksi sedang berada di atas pagar," sambungnya.

Adegan tambahan terakhir adalah ketika tersangka hendak keluar dari perumahan dengan mengambil identitas yang dititipkan kepada petugas keamanan saat masuk.

"Adegan terakhir di gerbang komplek ketika tersangka mengambil SIM C yang diserahkan ketika bersangkutan masuk ke dalam komplek," ungkap Angga.

Terkait aksi pembunuhan sendiri, tersangka peragakan sembilan adegan, mulai dari adegan ke-14 sampai ke-23.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub DKI: Sekalipun Sudah Vaksin, Bukan Berarti Bebas Tak Jalankan Prokes

Wagub DKI: Sekalipun Sudah Vaksin, Bukan Berarti Bebas Tak Jalankan Prokes

Megapolitan
Bagaimana Harimau Tino dan Hari di Ragunan Tertular Covid-19? Ini Kata Dokter Hewan

Bagaimana Harimau Tino dan Hari di Ragunan Tertular Covid-19? Ini Kata Dokter Hewan

Megapolitan
Hasil Penjualan Sapi 23 Pedagang di Depok Dibawa Kabur, Kerugian Ditaksir Rp 1,4 Miliar

Hasil Penjualan Sapi 23 Pedagang di Depok Dibawa Kabur, Kerugian Ditaksir Rp 1,4 Miliar

Megapolitan
Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19, Anies: Sudah Ada Tanda-tanda Kesembuhan

Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19, Anies: Sudah Ada Tanda-tanda Kesembuhan

Megapolitan
Video Tawuran Pemuda di Bintaro Viral, Saksi Sebut Ada yang Bawa Sajam

Video Tawuran Pemuda di Bintaro Viral, Saksi Sebut Ada yang Bawa Sajam

Megapolitan
UPDATE 1 Agustus: Tambah 2.701 Kasus Covid-19 di Jakarta, 15.884 Orang Kini Berjuang Sembuh

UPDATE 1 Agustus: Tambah 2.701 Kasus Covid-19 di Jakarta, 15.884 Orang Kini Berjuang Sembuh

Megapolitan
Makan Harus Tunjukkan Surat Vaksin, Pengusaha Warteg: Kebijakan yang Mengada-ada

Makan Harus Tunjukkan Surat Vaksin, Pengusaha Warteg: Kebijakan yang Mengada-ada

Megapolitan
Ketua Pengusaha Warteg: Kebijakan Makan 20 Menit Tak Tepat, Menu Kami Kan Bervariasi...

Ketua Pengusaha Warteg: Kebijakan Makan 20 Menit Tak Tepat, Menu Kami Kan Bervariasi...

Megapolitan
Ada Aduan Pungli Bansos Kemensos, Ombudsman Minta Pemkot Tangerang Ikut Pantau Penyalurannya

Ada Aduan Pungli Bansos Kemensos, Ombudsman Minta Pemkot Tangerang Ikut Pantau Penyalurannya

Megapolitan
Efek Pandemi Covid-19, Banyak Pengusaha Warteg Pulang Kampung ke Tegal dan Brebes

Efek Pandemi Covid-19, Banyak Pengusaha Warteg Pulang Kampung ke Tegal dan Brebes

Megapolitan
Sejak Awal Pandemi, Ada 13.912 Anak Terpapar Covid-19 di Kota Bekasi

Sejak Awal Pandemi, Ada 13.912 Anak Terpapar Covid-19 di Kota Bekasi

Megapolitan
Anies Paparkan Bukti PPKM Darurat di Jakarta Berhasil Turunkan Kasus Covid-19

Anies Paparkan Bukti PPKM Darurat di Jakarta Berhasil Turunkan Kasus Covid-19

Megapolitan
Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Cisadane

Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Cisadane

Megapolitan
Pengendara Moge Tabrak Pemotor Honda Beat hingga Tewas, Polisi: Itu Konvoi, Mereka Sunmori...

Pengendara Moge Tabrak Pemotor Honda Beat hingga Tewas, Polisi: Itu Konvoi, Mereka Sunmori...

Megapolitan
Anies: Alasan Tidak Bisa Vaksin di Jakarta Sulit Diterima, Anda Bisa Akses di Mana Saja

Anies: Alasan Tidak Bisa Vaksin di Jakarta Sulit Diterima, Anda Bisa Akses di Mana Saja

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X