Keluarga ASN dan DPRD Ikut Vaksinasi, Ombudsman Duga Ada Kelalaian Verifikasi Peserta

Kompas.com - 21/03/2021, 08:30 WIB

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Kepala Kantor Ombudsman Perwakilan Banten Dedy Irsan menduga ada kelalaian petugas dalam proses verifikasi peserta vaksinasi Covid-19 tahap kedua di RSU Tangerang Selatan.

Akibatnya, sejumlah orang yang mengaku keluarga ASN dan DPRD bisa mengikuti vaksinasi Covid-19 tahap kedua, walaupun tidak masuk kelompok prioritas penerima vaksin.

"Ya mungkin bisa terjadi itu saat di tahap awal (verifikasi peserta). Kami menduga kelalaian petugas di lapangan," ujar Dedy, Sabtu (20/3/2021).

Baca juga: Ombudsman Akan Panggil Dinkes Tangsel soal Vaksinasi terhadap Keluarga ASN dan DPRD

Menurut Dedy, Dinas Kesehatan Tangerang Selatan seharusnya dapat mengawasi proses verifikasi data peserta vaksinasi Covid-19 di setiap lokasi.

Hal tersebut untuk memastikan bahwa para peserta sudah terdata sebagai prioritas penerima vaksin Covid-19.

"Ya kan untuk verifikasi peserta itu yang sudah didata. Praktik di lapangannya itu jangan sampai tidak sesuai dengan data yang terjadi," ungkapnya.

Terkait hal itu, Ombudsman bakal memanggil Dinas Kesehatan Tangerang Selatan untuk meminta klarifikasi.

"Kami akan panggil Dinas Kesehatan Tangerang Selatan untuk kemudian memberikan penjelasan seperti apa, klarifikasi," kata Dedy.

Baca juga: Keluarga ASN dan DPRD Seharusnya Divaksinasi Bersama Masyarakat Umum

Adapun kerabat anggota DPRD hingga pegawai pemerintah kota diketahui ikut dalam vaksinasi Covid-19 di RSU Tangerang Selatan, Selasa lalu.

Sejumlah orang yang bukan sasaran vaksinasi Covid-19 tahap kedua itu mengaku baru menjalani penyuntikan vaksin dosis pertama.

Salah satunya adalah Leo. Dia mengaku mendapat jatah vaksin setelah didaftarkan oleh keluarganya yang merupakan anggota DPRD Tangerang Selatan.

"Dari keluarga sih, orang DPRD," ujar Leo di lokasi seperti dilaporkan Tribun Jakarta, Selasa.

Dia kemudian menceritakan pengalaman pertamanya menjalani vaksinasi Covid-19. Menurut Leo, tidak ada efek samping apapun seperti informasi yang ketahuinya.

"Enggak, bahkan katanya tangannya bakal lemas saja, tapi ini enggak lemas, biasa saja sih," pungkas Leo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Masih Minimnya Perubahan KTP Warga Terdampak Perubahan Jalan hingga Polda Metro Bangun Ring Tinju

[POPULER JABODETABEK] Masih Minimnya Perubahan KTP Warga Terdampak Perubahan Jalan hingga Polda Metro Bangun Ring Tinju

Megapolitan
Kondisi Polisi yang Ditemukan Tewas di Kediamannya, Saksi: Keluar Darah dari Hidung dan Telinga

Kondisi Polisi yang Ditemukan Tewas di Kediamannya, Saksi: Keluar Darah dari Hidung dan Telinga

Megapolitan
Seorang Polisi Ditemukan Tewas di Kediamannya di Depok

Seorang Polisi Ditemukan Tewas di Kediamannya di Depok

Megapolitan
Curahan Hati Warga Rusun Jatinegara Barat, Rawat Cucu yang Sempat Dibuang Anaknya, Kini Hendak Diusir

Curahan Hati Warga Rusun Jatinegara Barat, Rawat Cucu yang Sempat Dibuang Anaknya, Kini Hendak Diusir

Megapolitan
Cegah PMK, Ratusan Hewan Kurban di Jaksel Disuntik Vaksin

Cegah PMK, Ratusan Hewan Kurban di Jaksel Disuntik Vaksin

Megapolitan
Tembok Toko Sepanjang 17 Meter Roboh di Cakung Dampak Perbaikan Saluran Air, Akses Jalan ke 4 RT Terputus

Tembok Toko Sepanjang 17 Meter Roboh di Cakung Dampak Perbaikan Saluran Air, Akses Jalan ke 4 RT Terputus

Megapolitan
Ragam Cara Warga DKI Protes Perubahan Nama Jalan: Tolak KTP Baru hingga Tutupi Plang dengan Kertas

Ragam Cara Warga DKI Protes Perubahan Nama Jalan: Tolak KTP Baru hingga Tutupi Plang dengan Kertas

Megapolitan
Penanda Sapi Sehat, Hewan Kurban di Tanjung Priok Diberi Pita Warna-warni

Penanda Sapi Sehat, Hewan Kurban di Tanjung Priok Diberi Pita Warna-warni

Megapolitan
Tembok Toko Roboh, Akses Jalan 300 Kepala Keluarga di Cakung Terputus

Tembok Toko Roboh, Akses Jalan 300 Kepala Keluarga di Cakung Terputus

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Bekasi dan Depok Diguyur Hujan Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca BMKG: Bekasi dan Depok Diguyur Hujan Sepanjang Hari

Megapolitan
Lokasi Vaksin Booster di Bekasi Juli 2022

Lokasi Vaksin Booster di Bekasi Juli 2022

Megapolitan
Wagub DKI Imbau Warga Segera Lakukan Vaksinasi 'Booster' Covid-19

Wagub DKI Imbau Warga Segera Lakukan Vaksinasi "Booster" Covid-19

Megapolitan
Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Timur Juli 2022

Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Timur Juli 2022

Megapolitan
Lokasi Vaksin Booster di Bogor Juli 2022

Lokasi Vaksin Booster di Bogor Juli 2022

Megapolitan
2.050 Kasus PMK di Provinsi Banten, Terbanyak di Kota Tangerang

2.050 Kasus PMK di Provinsi Banten, Terbanyak di Kota Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.