Kompas.com - 26/03/2021, 13:00 WIB
Akseyna Ahad Dori alias Ace, mahasiswa Universitas Indonesia yang ditemukan meninggal dunia di Danau Kenanga, Kampus UI Depok, 26 Maret 2015, akibat pembunuhan. Akseyna Ahad Dori alias Ace, mahasiswa Universitas Indonesia yang ditemukan meninggal dunia di Danau Kenanga, Kampus UI Depok, 26 Maret 2015, akibat pembunuhan.

DEPOK, KOMPAS.com - Kepolisian dinilai telah melewatkan momen krusial dalam mengusut pembunuhan mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Akseyna Ahad Dori alias Ace, yang mangkrak 6 tahun.

"Saya termasuk yang mengamati dari tahun ke tahun. Sebetulnya, fase kuncinya tahun ketiga kasus ini," ujar kriminolog UI, Adrianus Meliala, kepada Kompas.com, Kamis (25/3/2021).

"Itu fase paling krusial. Kenapa? di situlah semua teman Akseyna yang ikut membantu, mencari, yang ikut geratakin kamarnya, lulus dari UI," jelasnya.

Baca juga: Pengamat Usul Kasus Pembunuhan Akseyna Ditangani Mabes Polri

Ketika ditemukan meninggal dunia pada 26 Maret 2016, Akseyna yang kala itu berkuliah di jurusan Biologi tengah memasuki studi tahun keduanya.

Di atas kertas, pada 2018, rekan-rekan sejawatnya mungkin sudah lulus kuliah lantaran telah melalui 4 tahun masa studi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau sudah lulus, kan makin repot polisi mengejarnya. Kalau polisi mau memeriksa lagi, sudah ke mana orang-orang itu? Mungkin sudah kerja, menikah, pindah ke lain kota," ujar Adrianus.

Baca juga: Mencari Jejak Pembunuh Akseyna di Kamar Kos yang Tak Lagi Steril, Berhasilkah Pelaku Menghapusnya?

"Mereka sudah lulus, memorinya luntur, mereka tidak punya perhatian lagi, sibuk dengan yang lain-lain, sudah makin susah," terang eks komisioner Kompolnas itu.

Teman-teman Akseyna menjadi penting sebab serangkaian penyelidikan polisi yang dilakukan sebelumnya kerap terkendala.

Namun, karena momentum untuk mengusut kembali kasus ini dari teman-teman Akseyna sudah dilewatkan, maka upaya polisi akan semakin sulit.

"Ada kondisi TKP rusak dan hancur, lalu setelah dikroscek dari semua hal, terdapat situasi saling tidak matching. Seiring waktu, ketika kasus ini tak juga terungkap, timbul kesulitan lain: pihak-pihak yang diduga saksi atau bahkan pelaku sudah lulus semua. Tambah berat lagi," ungkap Adrianus.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Kembangan Capai 45,7 Persen

Vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Kembangan Capai 45,7 Persen

Megapolitan
RSUD Kabupaten Bekasi Kembali Buka IGD untuk Pasien Non-Covid-19

RSUD Kabupaten Bekasi Kembali Buka IGD untuk Pasien Non-Covid-19

Megapolitan
Sidak Penerima Bansos, Mensos Risma Terima Aduan Pungli Rp 50.000 di Tangerang

Sidak Penerima Bansos, Mensos Risma Terima Aduan Pungli Rp 50.000 di Tangerang

Megapolitan
Profesor, Dosen, dan Mahasiswa Desak Pencabutan Statuta UI Hasil Revisi karena Cacat Formil dan Materiil

Profesor, Dosen, dan Mahasiswa Desak Pencabutan Statuta UI Hasil Revisi karena Cacat Formil dan Materiil

Megapolitan
Kapal Nelayan Terbakar di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara

Kapal Nelayan Terbakar di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara

Megapolitan
Temukan Pungli Saat Sidak Penyaluran Bansos Tunai, Mensos Risma Bujuk Korban Bocorkan Nama Oknumnya

Temukan Pungli Saat Sidak Penyaluran Bansos Tunai, Mensos Risma Bujuk Korban Bocorkan Nama Oknumnya

Megapolitan
Remaja Perempuan Dianiaya Ayah Kandung dan Ibu Tiri di Pamulang, Keluarga Lapor Polisi

Remaja Perempuan Dianiaya Ayah Kandung dan Ibu Tiri di Pamulang, Keluarga Lapor Polisi

Megapolitan
Kota Bogor Berlakukan Parkir Ganjil Genap, Ini Aturannya

Kota Bogor Berlakukan Parkir Ganjil Genap, Ini Aturannya

Megapolitan
Penganiaya Tetangga hingga Tewas Sering Protes ke Ketua RT gara-gara Kotoran Anjing

Penganiaya Tetangga hingga Tewas Sering Protes ke Ketua RT gara-gara Kotoran Anjing

Megapolitan
SIM Hilang atau Rusak, Begini Mekanisme dan Syarat Mengurusnya

SIM Hilang atau Rusak, Begini Mekanisme dan Syarat Mengurusnya

Megapolitan
Pengusaha Warung Makan Tak Enak Hati Beri Batas Waktu 20 Menit kepada Pelanggan

Pengusaha Warung Makan Tak Enak Hati Beri Batas Waktu 20 Menit kepada Pelanggan

Megapolitan
Kasus Kotoran Anjing di Cengkareng, Pemukul Tetangga Sudah Berstatus Tersangka dan Ditahan

Kasus Kotoran Anjing di Cengkareng, Pemukul Tetangga Sudah Berstatus Tersangka dan Ditahan

Megapolitan
Satpol PP Jakpus Awasi Aturan Makan 20 Menit Sambil Bagikan Sembako ke Pedagang

Satpol PP Jakpus Awasi Aturan Makan 20 Menit Sambil Bagikan Sembako ke Pedagang

Megapolitan
Jadi Lokasi Pesta Ulang Tahun Seleb TikTok Saat PPKM Level 4, Hotel di Bekasi Diberi Peringatan

Jadi Lokasi Pesta Ulang Tahun Seleb TikTok Saat PPKM Level 4, Hotel di Bekasi Diberi Peringatan

Megapolitan
Ombudsman Kritik 2 Pos Penyekatan di Kota Tangerang Tanpa Penjaga, Kapolres: Petugas Butuh Istirahat

Ombudsman Kritik 2 Pos Penyekatan di Kota Tangerang Tanpa Penjaga, Kapolres: Petugas Butuh Istirahat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X