Mengingat Lagi Sepak Terjang JAD Dalangi Bom Thamrin dari Balik Penjara

Kompas.com - 30/03/2021, 06:25 WIB
Polisi memeriksa puing-puing di lokasi setelah ledakan menghantam kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, 14 Januari 2016. Serangkaian ledakan menewaskan sejumlah orang, terjadi baku tembak antara polisi dan beberapa orang yang diduga pelaku. AP / DITA ALANGKARAPolisi memeriksa puing-puing di lokasi setelah ledakan menghantam kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, 14 Januari 2016. Serangkaian ledakan menewaskan sejumlah orang, terjadi baku tembak antara polisi dan beberapa orang yang diduga pelaku.

Naluri Aldi untuk kabur saat dipegang oleh Ahmad, terbukti tepat. Ia “hanya” menderita luka-luka setelah terpental belasan meter, sedangkan tubuh Ahmad hancur oleh bom.

Hanya selang sebentar sejak dentuman bom di Starbucks, ledakan lain terdengar dekat Pos Polisi Sarinah.

Penyebabnya ialah bom tabung yang dilempar seorang pengendara motor yang menjadi pengantin kedua siang itu, Dian Juni Kurniadi.

Satu polisi, Aiptu Denny Maheu luka berat; seorang pengendara yang ditilang, Rico Hermawan, tewas; pengendara lain yang juga sedang ditilang, Anggun, selamat; Sugito, seorang kurir yang sedang melintasi pos polisi, tewas.

Baca juga: Vonis Mati untuk Aman Abdurrahman

Pukul 10.48, ketika polisi menutup Jalan MH Thamrin dan massa mulai berkerumun usai ledakan, teror belum reda.

Masih di dekat Starbucks, Muhammad Ali sebagai koordinator lapangan ikut melancarkan serangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain dia, tersisa Afif alias Sunakim, teroris yang sosoknya terpotret dengan jelas oleh wartawan.

Ia mengenakan oblong hitam dengan tulisan kuning-biru, bertopi, serta mengenakan celana jeans saat beraksi, dengan pistol rakitan di tangan.

Kedua residivis perampokan CIMB Niaga Medan itu dengan tenang berjalan ke tengah jalan.

Ransel berisi bom rakitan bercokol di punggung mereka.

Afif kemudian menembak ke arah polisi dari jarak relatif dekat.

Peluru justru bersarang di kepala warga sipil, Rais Karna, yang belakangan meninggal usai mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Baca juga: Vonis Mati yang Disambut Aman Abdurrahman dengan Sujud Syukur...

Sementara itu, Ali merangsek masuk ke Starbucks dan meletuskan becengnya beberapa kali hingga membunuh seorang warga negara asing, Amer Quali Tahar, dan melukai warga negara asing lain, Yohanes Antonius Maria.

Ali juga melempar granat rakitan ke arah polisi.

Ali dan Afif kemudian tewas setelah bom di tas mereka meledak.

Para pemasok peledak

Penggeledahan polisi di kediaman para pengantin itu tak berhasil menemukan jejak perakitan peledak.

Terang saja, sebab peledak-peledak itu dipasok orang lain: Ali Makhmudin dan Dodi Suridi. Ada pula nama Ali Hamka di sana.

Pada bulan yang sama dengan pengeboman di Sarinah, seorang warga Brebes, Jawa Tengah, bernama Toro bin Wasjud dicokok polisi di Pasar Larangan, Brebes.

Ia dituduh terlibat dalam pencurian sembilan senjata api di Lapas Klas 1 Tangerang dan menjualnya ke kelompok teroris Sarinah. Namun, kelanjutan kasus Toro tak ditemui dalam arsip berita mana pun.

Dalam rangkaian persidangan, Dodi Suridi dan Ali Hamka lebih dulu dijatuhi vonis.

Ali Hamka mendapat vonis paling ringan, empat tahun penjara. Ia terbukti berusaha menyiapkan amunisi dan senjata untuk hari penyerangan, meskipun usaha itu gagal.

Baca juga: Divonis Hukuman Mati, Aman Abdurrahman Bersujud di Ruang Sidang

Sementara itu, Dodi diganjar 10 tahun penjara karena keterlibatannya memasok peledak.

Beres persidangan pada 20 Oktober 2016, Dodi mengulum senyum ke arah wartawan saat melangkah keluar. Dodi mengomentari vonisnya: risiko jadi teroris.

Belakangan, dalam persidangan Aman Abdurrahman pada 2018 lalu, Dodi yang dihadirkan sebagai saksi mengakui bahwa ia mendapat perintah untuk menggerinda tabung gas untuk bom Thamrin. Tabung gas itu dipakai sebagai casing bom.

Dodi juga mengaku kenal dengan Dian, teroris kedua yang yang tewas setelah meledakkan bom tabung di Pos Polisi Sarinah.

"Saya ingin hijrah karena dihalangi sama pemerintah Indonesia enggak boleh ke Suriah. Ya akhirnya Dian ngajak saya buat bom, dan saya mau, daripada enggak bisa hijrah," ungkap Dodi yang juga pendukung ISIS itu, dalam sidang tanggal 9 Maret 2018.

Baca juga: Saat Aman Abdurrahman Persilakan Hakim Vonis Mati Dirinya

Pada 25 Oktober 2016, giliran Ali Makhmudin divonis delapan tahun bui oleh pengadilan. Sebelumnya, Makhmudin diketahui berbaiat kepada Daulah Islamiyah Indoneisa dan ISIS.

Makhmudin adalah perakit bom yang meledak di Thamrin. Ia merakitnya usai dihubungi oleh Dian pada Desember 2015. Bahan-bahan bom itu dibelinya di Tegal, Jawa Tengah, sebelum ia rakit selama sepekan.

Setelahnya, bom itu diambil oleh Dodi atas perintah Dian. Oleh Dodi, bom hasil rakitan Makhmudin “dibungkus” menggunakan bekas tabung gas yang sudah digerinda Dodi sendiri.

Bagaimana dengan Aman Abdurrahman?

Ia sudah dijatuhi vonis mati oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 22 Juni 2018. Vonis itu disambutnya dengan sujud syukur dan ia menolak banding.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Reaktif Covid-19, 1 Demonstran di Balai Kota Tangsel Diisolasi di Pusat Karantina

Reaktif Covid-19, 1 Demonstran di Balai Kota Tangsel Diisolasi di Pusat Karantina

Megapolitan
Kota Bogor Catat 30 Kematian akibat Covid-19 Hari Ini

Kota Bogor Catat 30 Kematian akibat Covid-19 Hari Ini

Megapolitan
Pengantar Makanan Online Meninggal Dalam Perjalanan, Bungkusan Jus Itu Masih Tergantung di Motor

Pengantar Makanan Online Meninggal Dalam Perjalanan, Bungkusan Jus Itu Masih Tergantung di Motor

Megapolitan
Kebutuhan Plasma Konvalesen Tinggi, PMI Kota Tangerang Siap Jemput Bola ke Kediaman Penyintas Covid-19

Kebutuhan Plasma Konvalesen Tinggi, PMI Kota Tangerang Siap Jemput Bola ke Kediaman Penyintas Covid-19

Megapolitan
Timbulkan Masalah dan Rugikan Masyarakat, Pemkot Bogor Peringati Kontraktor Proyek Rel Ganda Bogor-Sukabumi

Timbulkan Masalah dan Rugikan Masyarakat, Pemkot Bogor Peringati Kontraktor Proyek Rel Ganda Bogor-Sukabumi

Megapolitan
Mobil Ford Mustang 1966 Terbakar di Margaguna Raya, Pondok Indah

Mobil Ford Mustang 1966 Terbakar di Margaguna Raya, Pondok Indah

Megapolitan
Wagub DKI: Pasar Sangat Rentan Terjadi Penularan Covid-19 Dibanding Mal

Wagub DKI: Pasar Sangat Rentan Terjadi Penularan Covid-19 Dibanding Mal

Megapolitan
UPDATE 26 Juli: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambar 278, Pasien Dirawat Sebanyak 7.171 Orang

UPDATE 26 Juli: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambar 278, Pasien Dirawat Sebanyak 7.171 Orang

Megapolitan
Wagub DKI: Penyaluran Bansos Tunai Sudah Capai 90 Persen

Wagub DKI: Penyaluran Bansos Tunai Sudah Capai 90 Persen

Megapolitan
Viral, Video Seorang Wanita Tipu Pemilik Warung Kelontong di Tambora dan Bawa Kabur Barang

Viral, Video Seorang Wanita Tipu Pemilik Warung Kelontong di Tambora dan Bawa Kabur Barang

Megapolitan
Penimbun Alkes di Jakbar Juga Naikkan Harga Obat Terapi Covid-19 Hampir 19 Kali Lipat

Penimbun Alkes di Jakbar Juga Naikkan Harga Obat Terapi Covid-19 Hampir 19 Kali Lipat

Megapolitan
Demonstran di Balai Kota Tangsel Tuntut agar Satpol PP yang Arogan terhadap Pedagang Ditindak

Demonstran di Balai Kota Tangsel Tuntut agar Satpol PP yang Arogan terhadap Pedagang Ditindak

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Klaim Keterisian RS Menurun, Kini di Angka 65,5 Persen

Wali Kota Bekasi Klaim Keterisian RS Menurun, Kini di Angka 65,5 Persen

Megapolitan
UPDATE 26 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 281 Kasus Baru Covid-19, 515 Pasien Sembuh

UPDATE 26 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 281 Kasus Baru Covid-19, 515 Pasien Sembuh

Megapolitan
Hingga Lusa, Sudah Ada Antrean Jenazah Pasien Covid-19 yang Akan Dikremasi di TPU Tegal Alur

Hingga Lusa, Sudah Ada Antrean Jenazah Pasien Covid-19 yang Akan Dikremasi di TPU Tegal Alur

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X