Kisah Jusak Sang Keluarga Prangko, Ubah Rumah Jadi Galeri demi Merawat Hobi Filateli

Kompas.com - 30/03/2021, 10:14 WIB
Jusak Johan Handoyo saat menunjukan koleksi benda-benda pos miliknya di Galeri Sangadji, Koja, Jakarta Utara, Senin (29/3/2021). KOMPAS.com/Tria SutrisnaJusak Johan Handoyo saat menunjukan koleksi benda-benda pos miliknya di Galeri Sangadji, Koja, Jakarta Utara, Senin (29/3/2021).
|

Hingga kini, Jusak masih aktif mencari prangko maupun benda-benda pos lain lewat sistem lelang yang diadakan para pegiat filateli di Tanah Air.

Sulap rumah jadi galeri

Pada Agustus 2020 silam, Jusak bersama anak-anaknya memutuskan untuk menyulap rumahnya menjadi galeri benda-benda pos yang dinamai Galeri Sangadji.

Tujuannya tak lain agar bisa melihat-lihat benda-benda pos yang banyak tak dikenal generasi muda dan menarik minat mereka untuk mulai mengoleksinya.

Di samping itu, galeri tersebut juga diperuntukkan bagi pegiat filateli yang ingin melihat langsung koleksinya sebelum membeli.

"Kalau misal anak-anak atau remaja mau lihat-lihat kan bisa. Kalau mau mulai koleksi, boleh dibeli silakan. Enggak usah yang mahal-mahal dulu," kata Jusak.

Banyaknya koleksi yang dimiliki membuat Jusak tidak bisa memastikan jumlah prangko di Galeri Sangadji.

Namun, dia memperkirakan, total prangko yang ada mencapai lebih dari 100.000 lembar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Prangko, Alat Bayar Pos yang Bermetamorfosis Jadi Benda Bernilai Investasi

Semua tersimpan rapi di dalam album yang diletakkan dalam lemari dan etalase. Ada pula yang dibingkai dan dipajang di hampir seluruh dinding ruangan.

"Yang di lemari ini saja jumlahnya ribuan. Saya pisahkan yang mau beli satuan, ada Rp 500-an per buah, ada yang Rp 2.000. Harga pasarannya itu padahal bisa Rp 15.000-an," kata Jusak sambil menunjuk sebuah lemari berisi lembaran prangko yang dijual murah.

Sejak awal, Jusak berharap Galeri Sangadji bisa menjadi tempat untuk memperkenalkan sekaligus memotivasi generasi saat ini untuk mulai mengoleksi benda-benda pos bersejarah.

Menurut Jusak, semua prangko maupun benda-benda pos lainnya memiliki sejarah dan tak ada yang tidak bernilai, sehingga perlu dijaga dan dikenalkan kepada generasi selanjutnya.

"Tidak ada prangko yang tidak berharga. Semuanya memiliki sejarah dan tentu memiliki nilai jual," kata Jusak.

Baca juga: Cerita Filatelis Buru Prangko Bung Karno dan Bung Hatta

Jusak menambahkan, galeri yang dibangunnya juga diharapkan dapat menjadi wadah berkumpul dan berdiskusi para filatelis agar hobi mengumpulkan benda-benda pos tetap terjaga.

Namun sayang, pandemi Covid-19 membuat galeri yang menurut rencana akan dibuka untuk siapa pun belum bisa beroperasi sepenuhnya.

Sejauh ini, Jusak hanya menerima tamu secara terbatas, khususnya untuk kolega-koleganya di dunia filateli.

"Awalnya enggak menyangka pandemi akan selama ini kan, tapi setidaknya ini menjadi langkah awal, mudah-mudahan Covid-19 enggak lama kan," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 17 Oktober: Bertambah 2 Kasus Covid-19 dan 7 Pasien Sembuh di Tangerang

UPDATE 17 Oktober: Bertambah 2 Kasus Covid-19 dan 7 Pasien Sembuh di Tangerang

Megapolitan
Minimarket di Condet Ambruk, Satu Orang Patah Tulang

Minimarket di Condet Ambruk, Satu Orang Patah Tulang

Megapolitan
Wagub DKI Singgung Masalah Listrik dan Puntung Rokok Penyebab Kebakaran di Ibu Kota

Wagub DKI Singgung Masalah Listrik dan Puntung Rokok Penyebab Kebakaran di Ibu Kota

Megapolitan
UPDATE 17 Oktober: Bertambah 8 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 17 Oktober: Bertambah 8 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
UPDATE 17 Oktober: DKI Jakarta Catat Penambahan 131 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 17 Oktober: DKI Jakarta Catat Penambahan 131 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Wagub: Ruang Terbuka Hijau di DKI Jakarta Segera Dibuka

Wagub: Ruang Terbuka Hijau di DKI Jakarta Segera Dibuka

Megapolitan
Bermula Request Lagu lalu Cekcok, 3 Pengunjung Bar Dikeroyok Sekuriti di Gading Serpong

Bermula Request Lagu lalu Cekcok, 3 Pengunjung Bar Dikeroyok Sekuriti di Gading Serpong

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Pengeroyok Pria yang Tewas di Gunung Antang, Jaktim

Polisi Tangkap 2 Pengeroyok Pria yang Tewas di Gunung Antang, Jaktim

Megapolitan
Update 17 Oktober: Ada 18.388 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Update 17 Oktober: Ada 18.388 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Megapolitan
Koni Kota Bekasi Akan Gelar Penyambutan untuk Atletnya yang Berlaga di PON XX Papua

Koni Kota Bekasi Akan Gelar Penyambutan untuk Atletnya yang Berlaga di PON XX Papua

Megapolitan
Holywings Cafe Kembali Digerebek karena Langgar PPKM, Kali ini di Cabang Tebet

Holywings Cafe Kembali Digerebek karena Langgar PPKM, Kali ini di Cabang Tebet

Megapolitan
Puluhan Remaja yang Diduga Hendak Tawuran di Dekat Mal Kalibata Dibubarkan Polisi

Puluhan Remaja yang Diduga Hendak Tawuran di Dekat Mal Kalibata Dibubarkan Polisi

Megapolitan
Koni Kota Bekasi Sebut Perwakilannya Raih 34 Medali di PON XX Papua

Koni Kota Bekasi Sebut Perwakilannya Raih 34 Medali di PON XX Papua

Megapolitan
Wagub Sebut Ada Rencana Ruas Jalan di Jakarta Gunakan Nama Presiden Pertama Turki

Wagub Sebut Ada Rencana Ruas Jalan di Jakarta Gunakan Nama Presiden Pertama Turki

Megapolitan
Buntut Penggerebekan Kantor Pinjol Ilegal di Jakbar, 6 Orang Jadi Tersangka

Buntut Penggerebekan Kantor Pinjol Ilegal di Jakbar, 6 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.