Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Fenomena Ikan Mati di Kali Ancol: Diduga karena Perubahan Iklim hingga Terjadi Hampir Tiap Tahun

Kompas.com - 31/03/2021, 09:04 WIB
Ira Gita Natalia Sembiring,
Nursita Sari

Tim Redaksi

Suparman menambahkan, Sudin LH tidak mengambil sampel ikan karena hal itu merupakan kewenangan dari Sudin KPKP.

Perubahan cuaca salah satu faktor penyebab

Suparman menyebutkan, salah satu faktor yang diduga menyebabkan ikan mati adalah perubahan cuaca.

"Kami enggak pernah berani menduga, cuma lihat kondisi kemarin kalau memang cuaca panas itu bisa terjadi kekosongan oksigen di dalam air," kata Suparman.

"Karena memang perubahan iklim itu dengan kondisi terik matahari yang panas dan air yang sedikit ini bisa oksigen enggak dapat," sambungnya.

Baca juga: Banyak Ikan Mati di Kali Ancol, Sudin LH Jakarta Utara Sebut karena Cuaca Panas

Hampir setiap tahun terjadi

Suparman menyebutkan, fenomena ikan mati ini terjadi hampir setiap tahun.

Saat itu Sudin LH menduga bahwa penyebabnya adalah perubahan cuaca, bukan karena pencemaran air.

"Ini hampir setiap tahun terjadi ya di lokasi yang sama, bahkan kalau kami boleh cerita tahun kemarin jauh lebih banyak di daerah sini," ucap Suparman.

"Tahun kemarin dugaan sementara karena perubahan iklim saja, sempat diindikasikan tercemar dari pembuangan air limbah, tapi kalau itu terjadi ini bisa kondisi setiap saat ikan mati, bahkan tidak ikan saja, semua yang ada di dalam air ini akan memberikan tanda," jelasnya.

Baca juga: Banyak Ikan Tiba-tiba Mati di Kali Ancol, Petugas SDA: Diduga karena Air Keruh

Namun, Suparman baru bisa mengungkapkan penyebab kematian ikan-ikan tersebut setelah hasil laboratorium keluar.

Ia juga memastikan tidak ada aktivitas pabrik di sekitar Kali Ancol.

"Kebetulan sepanjang jalan ini kalau pabrik enggak ada ya, agak jauh dari sini, dipastikan tidak ada dari kegiatan pabrik masuk ke aliran air ini," ucap Suparman.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:


Terkini Lainnya

Gerak Gerik NYP Sebelum Bunuh Wanita di Pulau Pari: Sempat Menyapa Warga

Gerak Gerik NYP Sebelum Bunuh Wanita di Pulau Pari: Sempat Menyapa Warga

Megapolitan
Tunggak Biaya Sewa, Warga Rusunawa Muara Baru Mengaku Dipersulit Urus Administrasi Akte Kelahiran

Tunggak Biaya Sewa, Warga Rusunawa Muara Baru Mengaku Dipersulit Urus Administrasi Akte Kelahiran

Megapolitan
Pedagang Bawang Pasar Senen Curhat: Harga Naik, Pembeli Sepi

Pedagang Bawang Pasar Senen Curhat: Harga Naik, Pembeli Sepi

Megapolitan
Baru Beraksi 2 Bulan, Maling di Tambora Curi 37 Motor

Baru Beraksi 2 Bulan, Maling di Tambora Curi 37 Motor

Megapolitan
'Otak' Sindikat Maling Motor di Tambora Ternyata Residivis

"Otak" Sindikat Maling Motor di Tambora Ternyata Residivis

Megapolitan
Perempuan yang Ditemukan di Pulau Pari Dicekik dan Dijerat Tali Sepatu hingga Tewas oleh Pelaku

Perempuan yang Ditemukan di Pulau Pari Dicekik dan Dijerat Tali Sepatu hingga Tewas oleh Pelaku

Megapolitan
PDI-P Mulai Jaring Nama Cagub DKI, Ada Ahok, Basuki Hadimuljono hingga Andika Perkasa

PDI-P Mulai Jaring Nama Cagub DKI, Ada Ahok, Basuki Hadimuljono hingga Andika Perkasa

Megapolitan
KTP 8,3 Juta Warga Jakarta Bakal Diganti Bertahap Saat Status DKJ Berlaku

KTP 8,3 Juta Warga Jakarta Bakal Diganti Bertahap Saat Status DKJ Berlaku

Megapolitan
Jasad Perempuan Dalam Koper di Bekasi Alami Luka di Kepala, Hidung dan Bibir

Jasad Perempuan Dalam Koper di Bekasi Alami Luka di Kepala, Hidung dan Bibir

Megapolitan
Dukcapil DKI: Penonaktifan NIK Warga Jakarta Bisa Tekan Angka Golput di Pilkada

Dukcapil DKI: Penonaktifan NIK Warga Jakarta Bisa Tekan Angka Golput di Pilkada

Megapolitan
Polisi: Mayat Dalam Koper di Cikarang Bekasi Seorang Perempuan Paruh Baya Asal Bandung

Polisi: Mayat Dalam Koper di Cikarang Bekasi Seorang Perempuan Paruh Baya Asal Bandung

Megapolitan
Pembunuh Wanita di Pulau Pari Curi Ponsel Korban dan Langsung Kabur ke Sumbar

Pembunuh Wanita di Pulau Pari Curi Ponsel Korban dan Langsung Kabur ke Sumbar

Megapolitan
Keluarga Ajukan Rehabilitasi, Chandrika Chika Cs Jalani Asesmen di BNN Jaksel

Keluarga Ajukan Rehabilitasi, Chandrika Chika Cs Jalani Asesmen di BNN Jaksel

Megapolitan
Warga Duga Ada Praktik Jual Beli Rusunawa Muara Baru Seharga Rp 50 Juta oleh Oknum Pengelola

Warga Duga Ada Praktik Jual Beli Rusunawa Muara Baru Seharga Rp 50 Juta oleh Oknum Pengelola

Megapolitan
Pemprov DKI: Restorasi Rumah Dinas Gubernur Masih Tahap Perencanaan

Pemprov DKI: Restorasi Rumah Dinas Gubernur Masih Tahap Perencanaan

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com