Fenomena Ikan Mati di Kali Ancol: Diduga karena Perubahan Iklim hingga Terjadi Hampir Tiap Tahun

Kompas.com - 31/03/2021, 09:04 WIB
Ikan-ikan di kali Ancol Pademangan, tepatnya di pintu air Flushing Ancol di Jalan RE Martadinata tiba-tiba mati pada Senin (29/3/2021). KOMPAS.COM/ IRA GITAIkan-ikan di kali Ancol Pademangan, tepatnya di pintu air Flushing Ancol di Jalan RE Martadinata tiba-tiba mati pada Senin (29/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Fenomena ikan mati kembali terjadi di Kali Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

Pada Senin (29/3/2021), ikan-ikan di kali Ancol, tepatnya di Pintu Air Flushing Ancol di Jalan RE Martadinata, mendadak mati.

Banyak bangkai ikan tampak memenuhi permukaan air kali. Aroma tak sedap pun tercium.

Berikut fakta-faktanya.

Air kali hitam pekat

Petugas Pintu Air Flushing Ancol Dimas Ramadani mengatakan, ikan-ikan itu mati setelah sehari sebelumnya air di Kali Ancol tampak hitam pekat.

"Itu dari kemarin airnya hitam banget, pas tadi pagi saya lihat udah pada mati ikannya, pokoknya kalau air hitam terus ikan-ikan pada mati," kata Dimas di lokasi.

Namun, Dimas tak mengetahui penyebab ikan-ikan itu mati.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sudin LH ambil sampel air kali

Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Utara kemudian mengambil sampel air Kali Ancol pada Selasa (30/3/2021).

Kepala Pengawasan dan Pengendalian Lingkungan Sudin LH Jakarta Utara Suparman mengatakan, pihaknya mengambil masing-masing dua liter air di dua titik.

"Kami dari Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara melakukan pengambilan sampel air di dua titik, yaitu sampel untuk di atas dam air, yang satu titik di lokasi bawah dam air," kata Suparman saat ditemui di lokasi.

Baca juga: Banyak Ikan Mati di Kali Ancol, Sudin LH Jakut Ambil Sampel Air


Sampel air itu kemudian dikirim ke Laboratorium Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta.

Apabila melihat dari kondisi air, Suparman menyebutkan, aliran air di bawah dam lebih keruh dari aliran air di atas dam.

Namun, Suparman tidak bisa memastikan apakah air tersebut mengandung limbah yang bisa menyebabkan ikan-ikan itu mati.

"Ada kandungan apa saja nanti akan dijawab oleh lab. Jadi kami belum bisa mengindikasi air ini tercemar air limbah atau tidak," ujarnya.

Menurut Suparman, hasil laboratorium akan keluar dalam 15 hari ke depan.

Suparman menambahkan, Sudin LH tidak mengambil sampel ikan karena hal itu merupakan kewenangan dari Sudin KPKP.

Perubahan cuaca salah satu faktor penyebab

Suparman menyebutkan, salah satu faktor yang diduga menyebabkan ikan mati adalah perubahan cuaca.

"Kami enggak pernah berani menduga, cuma lihat kondisi kemarin kalau memang cuaca panas itu bisa terjadi kekosongan oksigen di dalam air," kata Suparman.

"Karena memang perubahan iklim itu dengan kondisi terik matahari yang panas dan air yang sedikit ini bisa oksigen enggak dapat," sambungnya.

Baca juga: Banyak Ikan Mati di Kali Ancol, Sudin LH Jakarta Utara Sebut karena Cuaca Panas

Hampir setiap tahun terjadi

Suparman menyebutkan, fenomena ikan mati ini terjadi hampir setiap tahun.

Saat itu Sudin LH menduga bahwa penyebabnya adalah perubahan cuaca, bukan karena pencemaran air.

"Ini hampir setiap tahun terjadi ya di lokasi yang sama, bahkan kalau kami boleh cerita tahun kemarin jauh lebih banyak di daerah sini," ucap Suparman.

"Tahun kemarin dugaan sementara karena perubahan iklim saja, sempat diindikasikan tercemar dari pembuangan air limbah, tapi kalau itu terjadi ini bisa kondisi setiap saat ikan mati, bahkan tidak ikan saja, semua yang ada di dalam air ini akan memberikan tanda," jelasnya.

Baca juga: Banyak Ikan Tiba-tiba Mati di Kali Ancol, Petugas SDA: Diduga karena Air Keruh

Namun, Suparman baru bisa mengungkapkan penyebab kematian ikan-ikan tersebut setelah hasil laboratorium keluar.

Ia juga memastikan tidak ada aktivitas pabrik di sekitar Kali Ancol.

"Kebetulan sepanjang jalan ini kalau pabrik enggak ada ya, agak jauh dari sini, dipastikan tidak ada dari kegiatan pabrik masuk ke aliran air ini," ucap Suparman.



Video Rekomendasi

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dititipkan ke Teman Ibunya, Bayi 10 Bulan Dicat Silver dan Diajak Mengemis di Pamulang

Dititipkan ke Teman Ibunya, Bayi 10 Bulan Dicat Silver dan Diajak Mengemis di Pamulang

Megapolitan
Bayi 10 Bulan Jadi Manusia Silver di Pamulang, Ibunya Dibawa ke Dinsos Tangsel

Bayi 10 Bulan Jadi Manusia Silver di Pamulang, Ibunya Dibawa ke Dinsos Tangsel

Megapolitan
Satu Pelaku Ditangkap, Ranjau Paku Masih Bertebaran di Jalan Gatot Soebroto dan Jalan MT Haryono

Satu Pelaku Ditangkap, Ranjau Paku Masih Bertebaran di Jalan Gatot Soebroto dan Jalan MT Haryono

Megapolitan
Dinkes DKI: 15 Persen Remaja Belum Vaksin Covid-19 karena Terhalang Izin Orangtua

Dinkes DKI: 15 Persen Remaja Belum Vaksin Covid-19 karena Terhalang Izin Orangtua

Megapolitan
BPBD: Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta pada 26-27 September

BPBD: Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta pada 26-27 September

Megapolitan
BPBD DKI Gunakan Karakter dan Alur Cerita Mirip Anime Tokyo Revengers untuk Konten Medsos

BPBD DKI Gunakan Karakter dan Alur Cerita Mirip Anime Tokyo Revengers untuk Konten Medsos

Megapolitan
Begini Progres Pembangunan 4 Rusunawa di Jakarta, Sudah Setengah Jadi

Begini Progres Pembangunan 4 Rusunawa di Jakarta, Sudah Setengah Jadi

Megapolitan
UPDATE 25 September: Ada 100 Pasien Covid-19 yang Masih Dirawat di Kota Tangerang

UPDATE 25 September: Ada 100 Pasien Covid-19 yang Masih Dirawat di Kota Tangerang

Megapolitan
Masih Ada 605 Kasus Aktif Covid-19 di Depok Saat Ini

Masih Ada 605 Kasus Aktif Covid-19 di Depok Saat Ini

Megapolitan
[Hak Jawab] Alvin Lim Klarifikasi Tuduhan Penculikan Anak dan Pencurian Ponsel

[Hak Jawab] Alvin Lim Klarifikasi Tuduhan Penculikan Anak dan Pencurian Ponsel

Megapolitan
2 Mayat Ditemukan dalam Rumah di Sukmajaya Depok, Polisi Sebut Nihil Tanda Kekerasan

2 Mayat Ditemukan dalam Rumah di Sukmajaya Depok, Polisi Sebut Nihil Tanda Kekerasan

Megapolitan
Ganjil-genap Margonda Depok, Dishub Berencana Sekat Kendaraan di 3 Titik Ini

Ganjil-genap Margonda Depok, Dishub Berencana Sekat Kendaraan di 3 Titik Ini

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Pungli terhadap PKL di Puri Beta Ciledug

Polisi Selidiki Dugaan Pungli terhadap PKL di Puri Beta Ciledug

Megapolitan
PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim Tolak Disebut Dipecat, Pengacara: Yang Benar Diberhentikan Tak Hormat

PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim Tolak Disebut Dipecat, Pengacara: Yang Benar Diberhentikan Tak Hormat

Megapolitan
Foto Viral Bayi Dicat Silver di Pamulang, Satpol PP Bakal Bertindak

Foto Viral Bayi Dicat Silver di Pamulang, Satpol PP Bakal Bertindak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.