Keluar dari RS Polri Dini Hari, Jenazah Terduga Teroris ZA Dibawa ke TPU Pondok Ranggon

Kompas.com - 01/04/2021, 01:48 WIB
Jenazah terduga teroris ZA berada di dalam peti mati yang digotong memasuki ambulans di RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur, Kamis (1/4/2021) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOJenazah terduga teroris ZA berada di dalam peti mati yang digotong memasuki ambulans di RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur, Kamis (1/4/2021)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Jenazah terduga teroris berinisial ZA (25) dibawa keluar dari ruang otopsi di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati Jakarta Timur, Kamis (1/4/2021) pukul 00.43 WIB.

Peti mati berisi jenazah ZA terlihat digotong oleh lima orang petugas dari kepolisian lalu dimasukkan ke dalam mobil ambulans.

Wakil Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati Kombes Pol Umar Shahab kemudian memberikan keterangan jenazah akan langsung dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur.

Jenazah tidak dibawa terlebih dahulu ke rumah duka dan langsung dilakukan pemakaman pada Kamis dini hari.

"Langsung ke TPU Pondok Ranggon," kata Umar saat ditemui di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis dini hari.

Baca juga: Hasil Otopsi: Terduga Teroris ZA, Penyerang Mabes Polri Tewas Akibat Tembakan di Jantung

Tidak ada keluarga yang mendampingi pengantaran jenazah ke mobil ambulans.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Orangtua pelaku sebelumnya mendatangi RS Polri untuk menjalani pemeriksaan DNA.

Menurut Umar, keluarga sudah lebih dulu ke TPU Pondok Ranggon untuk mengurus pemakaman.

ZA tewas ditembak polisi saat menyerang Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3/2021) sore. Jenazah pelaku kemudian dibawa ke RS Polri untuk diotopsi.

Umar mengatakan, hasil otopsi, penyebab utama kematian ZA akibat luka tembak di bagian jantung.

Halaman:
Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rutan Salemba Gelar Pelatihan Penanganan Kebakaran untuk Pegawai

Rutan Salemba Gelar Pelatihan Penanganan Kebakaran untuk Pegawai

Megapolitan
Masyarakat Diminta Waspada Gelombang Ketiga Covid-19 di Jakarta

Masyarakat Diminta Waspada Gelombang Ketiga Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Nelayan Pelabuhan Muara Angke Disuntik Vaksin Covid-19 di Atas Kapal

Nelayan Pelabuhan Muara Angke Disuntik Vaksin Covid-19 di Atas Kapal

Megapolitan
PKL hingga Pemilik Warung di Jabodetabek Bisa Dapat Bantuan Rp 1,2 Juta, Ini Syaratnya

PKL hingga Pemilik Warung di Jabodetabek Bisa Dapat Bantuan Rp 1,2 Juta, Ini Syaratnya

Megapolitan
Bocah Perempuan Dilaporkan Jadi Korban Pelecehan Seksual di Sekitar Rumahnya di Duren Sawit

Bocah Perempuan Dilaporkan Jadi Korban Pelecehan Seksual di Sekitar Rumahnya di Duren Sawit

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Tingkat Pengangguran Terbuka di Jakarta Barat Naik Dua Kali Lipat

Pandemi Covid-19, Tingkat Pengangguran Terbuka di Jakarta Barat Naik Dua Kali Lipat

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 di Depok Sudah Capai 60 Persen Dosis Pertama

Vaksinasi Covid-19 di Depok Sudah Capai 60 Persen Dosis Pertama

Megapolitan
Ini Alasan Luhut Laporkan Fatia dari Kontras dan Haris Azhar Terkait Pencemaran Nama Baik

Ini Alasan Luhut Laporkan Fatia dari Kontras dan Haris Azhar Terkait Pencemaran Nama Baik

Megapolitan
100 Perempuan dan Anak Jadi Korban Kekerasan di Kota Tangerang pada Januari-September 2021

100 Perempuan dan Anak Jadi Korban Kekerasan di Kota Tangerang pada Januari-September 2021

Megapolitan
Pendapatan UMKM di Jakarta Barat Saat Pandemi Lebih Stabil Dibanding Pelaku Usaha Lain

Pendapatan UMKM di Jakarta Barat Saat Pandemi Lebih Stabil Dibanding Pelaku Usaha Lain

Megapolitan
Luhut B Pandjaitan Gugat Fatia dari Kontras dan Haris Azhar Rp 100 Miliar Terkait Tudingan 'Bermain' di Tambang di Papua

Luhut B Pandjaitan Gugat Fatia dari Kontras dan Haris Azhar Rp 100 Miliar Terkait Tudingan "Bermain" di Tambang di Papua

Megapolitan
Polisi Bubarkan Demo Pendukung Interpelasi Formula E di Depan Gedung DPRD DKI

Polisi Bubarkan Demo Pendukung Interpelasi Formula E di Depan Gedung DPRD DKI

Megapolitan
Gudang Tinta di Semanan Terbakar

Gudang Tinta di Semanan Terbakar

Megapolitan
Dituding Ingin Mengkriminalisasi Hariz Azhar dan Fatia, Luhut Binsar: Tak Ada Waktu Mikir ke Sana

Dituding Ingin Mengkriminalisasi Hariz Azhar dan Fatia, Luhut Binsar: Tak Ada Waktu Mikir ke Sana

Megapolitan
Duduk Perkara Luhut Laporkan Haris Azhar dan Fatia Kontras ke Polisi

Duduk Perkara Luhut Laporkan Haris Azhar dan Fatia Kontras ke Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.