Kompas.com - 01/04/2021, 06:11 WIB
Ilustrasi Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Shutterstock/HarismoyoIlustrasi Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.

DEPOK, KOMPAS.com - Universitas Indonesia akan mengikuti arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk menyelenggarakan kembali perkuliahan secara tatap muka.

"UI akan mengikuti instruksi dan kebijakan Kemdikbud," kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI Abdul Haris kepada Kompas.com, Rabu (31/3/2021).

"Tentunya dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang ada di kampus kami, seperti penyusunan jadwal perkuliahan, pengaturan kapasitas ruang kelas, laboratorium, dan asrama, serta memonitor berbagai aktivitas dosen dan mahasiswa," jelasnya.

Baca juga: Disdik DKI Akan Uji Coba Sekolah Tatap Muka pada 7-29 April

Haris menilai, pihaknya masih memiliki banyak waktu seandainya mulai semester depan perkuliahan kembali digelar secara tatap muka.

"Yang pasti kami ingin menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh civitas akademika selama berkegiatan di kampus," kata dia.

Terkait dengan vaksinasi Covid-19 bagi para pengajar, tercatat 5.400 dosen tetap dan tidak tetap UI telah didaftarkan sebagai penerima vaksin Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Vaksinasi dosis pertama dilakukan secara bertahap selama sepekan, terhitung 15-20 Maret 2021, di RS UI, Depok, Jawa Barat.

Baca juga: Siswa di Tangsel Bakal Belajar Tatap Muka Dua Kali dalam Sepekan

Sebelumnya, pemerintah mengumumkan bahwa institusi pendidikan dan sekolah bisa melakukan pembelajaran tatap muka secara terbatas pada tahun ajaran baru mendatang yang dimulai Juli 2021.

Kebijakan ini berdasarkan Surat Keputusan Bersama Empat Menteri (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

"Pada ajaran baru di bulan Juli 2021 diharapkan seluruh satuan pendidikan dapat menyediakan layanan pembelajaran tatap muka secara terbatas," ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam konferensi pers, Selasa (30/3/2021).



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mobilitas Warga Meningkat Saat PPKM Level 4 di Jakarta, Polisi Kembali Perketat Titik Penyekatan

Mobilitas Warga Meningkat Saat PPKM Level 4 di Jakarta, Polisi Kembali Perketat Titik Penyekatan

Megapolitan
PPKM Level 4 Diperpanjang, Ganjil Genap di Kota Bogor Terus Berlanjut

PPKM Level 4 Diperpanjang, Ganjil Genap di Kota Bogor Terus Berlanjut

Megapolitan
UPDATE 4 Agustus: Kini Tersisa 2.197 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet

UPDATE 4 Agustus: Kini Tersisa 2.197 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet

Megapolitan
Mobilitas di Jakarta Kembali Meningkat, Polisi Duga Ada Kantor yang Tak Lagi Terapkan WFH

Mobilitas di Jakarta Kembali Meningkat, Polisi Duga Ada Kantor yang Tak Lagi Terapkan WFH

Megapolitan
Polisi Tangkap Pria di Cengkareng yang Aniaya Mertua hingga Tewas

Polisi Tangkap Pria di Cengkareng yang Aniaya Mertua hingga Tewas

Megapolitan
NIK Warga Bekasi Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi, Dukcapil Minta Kemenkes Telusuri

NIK Warga Bekasi Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi, Dukcapil Minta Kemenkes Telusuri

Megapolitan
Deretan Fakta Pengendara Moge Tabrak Pemotor hingga Tewas Saat Sunmori di Bintaro

Deretan Fakta Pengendara Moge Tabrak Pemotor hingga Tewas Saat Sunmori di Bintaro

Megapolitan
Pasien Covid-19 Menurun, RSUD Kota Bekasi Bongkar Semua Tenda Darurat

Pasien Covid-19 Menurun, RSUD Kota Bekasi Bongkar Semua Tenda Darurat

Megapolitan
Awak Ambulans Berbohong Saat Mengaku Telah Dihalangi Sedan di Pamulang

Awak Ambulans Berbohong Saat Mengaku Telah Dihalangi Sedan di Pamulang

Megapolitan
Dugaan Pungli Parkir di Cikini dan Respons Dishub DKI Jakarta

Dugaan Pungli Parkir di Cikini dan Respons Dishub DKI Jakarta

Megapolitan
Daftar Aktivitas Publik di Jakarta yang Wajib Menunjukkan Sertifikat Vaksin Covid-19

Daftar Aktivitas Publik di Jakarta yang Wajib Menunjukkan Sertifikat Vaksin Covid-19

Megapolitan
1,3 Juta Orang Telah Terima Vaksin Covid-19 di Jakarta Barat

1,3 Juta Orang Telah Terima Vaksin Covid-19 di Jakarta Barat

Megapolitan
Siap-siap, Sertifikat Vaksin Covid-19 Jadi Syarat Aktivitas Publik di Jakarta

Siap-siap, Sertifikat Vaksin Covid-19 Jadi Syarat Aktivitas Publik di Jakarta

Megapolitan
Wagub DKI: 30 Persen Pasien Covid-19 Meninggal Saat Isolasi Mandiri

Wagub DKI: 30 Persen Pasien Covid-19 Meninggal Saat Isolasi Mandiri

Megapolitan
Anies Kirim Surat soal BST Telat Cair, Risma Sindir Perbaikan Data di Jakarta

Anies Kirim Surat soal BST Telat Cair, Risma Sindir Perbaikan Data di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X