Polisi dan Pemkot Jaktim Koordinasi untuk Amankan Gereja Saat Hari Raya Paskah

Kompas.com - 01/04/2021, 13:06 WIB
Seeokor anjing pelacak dilibatkan untuk mensterilisasi gereja dan obyek vital lainnya menjelang perayaan Paskah, Kamis (1/4/2021) KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWISeeokor anjing pelacak dilibatkan untuk mensterilisasi gereja dan obyek vital lainnya menjelang perayaan Paskah, Kamis (1/4/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi dan Pemerintahan Kota (Pemkot) Jakarta Timur berkoordinasi utuk mengamankan gereja-gereja di wilayah Jakarta Timur saat Hari Raya Paskah 2021 pada pekan ini.

"Besok (hari ini) kami melakukan rapat koordinasi dengan unsur pemerintah kota, stakeholder dan pengurus gereja untuk melakukan pengamanan ibadah," kata Kapolres Jakarta Timur, Kombes Erwin Kurniawan, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (31/3/2021).

Erwin mengatakan, pengamanan akan dilakukan mulai Kamis malam.

"Mulai Kamis malam, Jumat, Sabtu, dan Minggu, karena memang perayaan sudah dimulai Kamis malam," ujar Erwin.

Baca juga: Polisi Jaga Ketat 60 Gereja di Tangsel yang Gelar Ibadah Saat Paskah, Tim Jihandak Dikerahkan

"Di Jakarta Timur ada 195 gereja dan tentu itu jadi konsen kami untuk dilakukan pengamanan," imbuhnya.

Erwin belum bisa memastikan berapa banyak petugas yang akan dikerahkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Nanti kami lihat, karena tidak semua gereja melakukan kebaktian. Ada beberapa gereja melaksanakan kebaktian secara virtual, ada juga yang tidak melakukan (kebaktian offline)," ucap Erwin.

Dalam pekan ini, umat katolik menggelar ibadat di gereja-gereja dengan kapasitas terbatas dan menerapkan protokol kesehatan. Ibadat dimulai Kamis ini dengan perayaan Kamis Putih.

Jumat besok dilanjutkan dengan peringatan wafat Yesus Kristus atau biasa disebut dengan perayaan Jumat Agung. Pada Sabtu ada perayaan Sabtu Suci dan Minggu adalh Hari Raya Paskah, puncak dari perayaan memperingati kebangkitan Yesus Kristus.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Kota Tangerang Akan Gelar Vaksinasi Door to Door

Dinkes Kota Tangerang Akan Gelar Vaksinasi Door to Door

Megapolitan
Ombudsman: 3 Petugas Lapas Tangerang yang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Bisa Dinonaktifkan

Ombudsman: 3 Petugas Lapas Tangerang yang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Bisa Dinonaktifkan

Megapolitan
Tak Ada Izin, Tower BTS di Jatibening Disegel

Tak Ada Izin, Tower BTS di Jatibening Disegel

Megapolitan
Pemprov DKI Surati Kemendikbud Minta Penjelasan Data Klaster Sekolah Tatap Muka

Pemprov DKI Surati Kemendikbud Minta Penjelasan Data Klaster Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Megapolitan
Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Megapolitan
73,4 Persen Warga Lansia di Kota Tangerang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

73,4 Persen Warga Lansia di Kota Tangerang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

Megapolitan
Dinkes Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang

Dinkes Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang

Megapolitan
Belum Ada Upaya Damai, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Atta Halilintar Berlanjut

Belum Ada Upaya Damai, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Atta Halilintar Berlanjut

Megapolitan
Soal Penonaktifan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham: Kalapas yang Pertimbangkan

Soal Penonaktifan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham: Kalapas yang Pertimbangkan

Megapolitan
Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Cahaya Swalayan

Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Cahaya Swalayan

Megapolitan
Tidak Ada Laporan Temuan Klaster Covid-19 dari PTM di Jakarta Pusat

Tidak Ada Laporan Temuan Klaster Covid-19 dari PTM di Jakarta Pusat

Megapolitan
Instruksi Anies, Banjir Jakarta Surut Kurang dari 6 Jam

Instruksi Anies, Banjir Jakarta Surut Kurang dari 6 Jam

Megapolitan
Pengelola TPS Ilegal di Kota Tangerang: Kalau Ditutup, Saya Ikut Pemerintah

Pengelola TPS Ilegal di Kota Tangerang: Kalau Ditutup, Saya Ikut Pemerintah

Megapolitan
Data Vaksinasi Depok Cantumkan 14 Orang Selain Nakes Terima Dosis 3, Ini Penjelasan Dinkes

Data Vaksinasi Depok Cantumkan 14 Orang Selain Nakes Terima Dosis 3, Ini Penjelasan Dinkes

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.