1.200 Dosen dan Karyawan Perguruan Tinggi di Tangsel Jalani Vaksinasi Covid-19

Kompas.com - 01/04/2021, 17:34 WIB
Ilustrasi vaksin AstraZeneca, vaksin Covid-19 Inggris diproduksi di India. India lakukan embargo vaksin AstraZeneca menyusul lonjakan kasus Covid-19 di negara tersebut. SHUTTERSTOCK/Elzbieta KrzysztofIlustrasi vaksin AstraZeneca, vaksin Covid-19 Inggris diproduksi di India. India lakukan embargo vaksin AstraZeneca menyusul lonjakan kasus Covid-19 di negara tersebut.
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Dosen dan karyawan perguruan tinggi di wilayah Tangerang Selatan mulai menjalani vaksinasi Covid-19 secara bertahap.

Kepala Dinas Kesehatan Tangerang Selatan Allin Hendalin Mahdaniar menjelaskan, vaksinasi Covid-19 itu dikoordinasikan langsung oleh Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan.

"Kayak UMJ (Universitas Muhammadiyah Jakarta). Itu mereka langsung dari Kementerian Kesehatan," ujar Allin, Kamis (1/4/2021).

Baca juga: Polisi Pastikan Pria yang Meninggal di Kembangan Bukan karena Suntik Vaksin Covid-19

Selain itu, lanjut Allin, vaksin Covid-19 yang digunakan juga langsung didistribusikan ke perguruan tinggi oleh pemerintah pusat.

"Jadi akhirnya mereka kemarin dapat dropping vaksin langsung dari Kementerian Kesehatan," ungkapnya.

Sementara itu, Pj Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Endang Sulastri menjelaskan, terdapat sekitar 1.200 peserta yang menjalani vaksinasi Covid-19 pada Kamis (1/4/2021) hingga Jumat (2/4/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebanyak 650 orang di antaranya, kata Endang, merupakan dosen yang tercatat sebagai pengajar di UMJ.

"Ada 1.200 orang. Itu 650 dosen, sisanya karyawan. Satu hari 600, jadi dalam dua hari," ungkap Endang.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Tahap Tiga Mundur karena Stok Vaksin Terbatas

Vaksinasi Covid-19 yang mulai menyasar dosen dan karyawan ini bisa mempercepat rencana pembukaan kembali proses belajar mengajar tatap muka di perguruan tinggi.

Endang menargetkan kegiatan belajar mengajar tatap muka secara terbatas di UMJ bisa digelar paling lambat pada Semester Gasal 2020/2021.

"Kami berharap nanti semester ganjil 2021/2022 sudah bisa perkuliahan luring. Meskipun masih dengan sistem hybrid. Jadi sebagian luring sebagian daring," pungkas Endang.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Fraksi Penolak Interpelasi Sebut Rapat Paripurna Interpelasi Adalah Agenda Colongan

7 Fraksi Penolak Interpelasi Sebut Rapat Paripurna Interpelasi Adalah Agenda Colongan

Megapolitan
Polisi Teliti Laporan Dugaan Penipuan Bermodus Penerimaan PNS oleh Anak Penyanyi Lawas

Polisi Teliti Laporan Dugaan Penipuan Bermodus Penerimaan PNS oleh Anak Penyanyi Lawas

Megapolitan
Bertambah Lima, Kini Ada 18 Sekolah di Kepulauan Seribu yang Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Bertambah Lima, Kini Ada 18 Sekolah di Kepulauan Seribu yang Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Megapolitan
Dibuka hingga Selasa Besok, Layanan Kesehatan Hewan Drive Thru Gratis untuk Warga Jakut

Dibuka hingga Selasa Besok, Layanan Kesehatan Hewan Drive Thru Gratis untuk Warga Jakut

Megapolitan
Patung Jakob Oetama dan PK Ojong Diabadikan sebagai Pengingat Semangat Kebangsaan

Patung Jakob Oetama dan PK Ojong Diabadikan sebagai Pengingat Semangat Kebangsaan

Megapolitan
Tiga dari Delapan Tersangka Begal di Kalideres Masih di Bawah Umur

Tiga dari Delapan Tersangka Begal di Kalideres Masih di Bawah Umur

Megapolitan
Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Tinggal Seorang, Beban Kerja Nakes Berkurang

Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Tinggal Seorang, Beban Kerja Nakes Berkurang

Megapolitan
Stasiun MRT Bundaran HI Punya Dua Unit Troli untuk Sepeda Non-lipat

Stasiun MRT Bundaran HI Punya Dua Unit Troli untuk Sepeda Non-lipat

Megapolitan
Dinilai Susupkan Agenda Interpelasi Formula E, Ketua DPRD DKI Diancam Dilaporkan ke Badan Kehormatan

Dinilai Susupkan Agenda Interpelasi Formula E, Ketua DPRD DKI Diancam Dilaporkan ke Badan Kehormatan

Megapolitan
Demo Memanas Lagi, Massa Mahasiswa Merangsek Dekati Gedung KPK, Polisi Buat Barikade

Demo Memanas Lagi, Massa Mahasiswa Merangsek Dekati Gedung KPK, Polisi Buat Barikade

Megapolitan
Antisipasi Banjir, Petugas hingga Masyarakat Gotong Royong Gerebek Lumpur dan Sampah Kali KBN Cilincing

Antisipasi Banjir, Petugas hingga Masyarakat Gotong Royong Gerebek Lumpur dan Sampah Kali KBN Cilincing

Megapolitan
143 Sekolah di Jakbar Akan Gelar PTM Tahap Dua Mulai 1 Oktober

143 Sekolah di Jakbar Akan Gelar PTM Tahap Dua Mulai 1 Oktober

Megapolitan
Dinkes Kota Tangerang Lakukan Tes PCR di SMP yang Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Dinkes Kota Tangerang Lakukan Tes PCR di SMP yang Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Disebut Sisipkan Agenda Rapat Paripurna Interpelasi Formula E Secara Ilegal

Ketua DPRD DKI Disebut Sisipkan Agenda Rapat Paripurna Interpelasi Formula E Secara Ilegal

Megapolitan
Pelaku Begal di Kalideres Mulanya Hendak Tawuran, Janjian Kumpul lewat Media Sosial

Pelaku Begal di Kalideres Mulanya Hendak Tawuran, Janjian Kumpul lewat Media Sosial

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.