Pemprov DKI Dukung Polri Lakukan Penyekatan Keluar-Masuk Jakarta

Kompas.com - 02/04/2021, 18:47 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di acara Konwil PBNU DKI Jakarta Hotel Sultan Residence Jakarta Pusat, Jumat (2/4/2021) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOWakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di acara Konwil PBNU DKI Jakarta Hotel Sultan Residence Jakarta Pusat, Jumat (2/4/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, Pemprov DKI Jakarta mendukung langkah kepolisian untuk melakukan penyekatan keluar masuk DKI Jakarta guna menegakkan larangan mudik Lebaran 2021 mendatang.

"Yang penting kami dukung, sekarang kan Korlantas Polri sudah menyiapkan titik-titik daripada keluar-masuk sekat-sekat," kata Riza saat ditemui di acara Konwil PBNU DKI Jakarta, Hotel Sultan Residence Jakarta Pusat, Jumat (2/4/2021).

Riza mengatakan, Pemprov DKI Jakarta sendiri masih belum menentukan apakah akan mengambil kebijakan untuk melakukan penyekatan.

Baca juga: Mudik Dilarang, Polisi Siapkan Skema Penyekatan, Siap-siap Diminta Putar Balik

Dia menjelaskan, aturan untuk penyekatan seperti pemberlakuan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) masih belum diputuskan untuk saat ini.

"Pada waktunya kita akan tunjukkan," kata Riza.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun sebelumnya, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan 333 titik sekat untuk memastikan agar masyarakat tidak mudik pada Lebaran 2021 mendatang sesuai keputusan pemerintah.

Baca juga: Wagub DKI: Penetapan SIKM Diputuskan 5 April 2021

"Korlantas Polri telah menyiapkan 333 titik penyekatan baik di jalur arteri maupun jalur tol. Baik menuju Jawa maupun menuju luar Jawa. 333 titik ini terutama dari Jakarta menuju Jabar dan Jateng," kata Kepala Korlantas Polri Ijren Istiono, Jumat.

Istiono mengatakan, titik-titik penyekatan itu akan berada di jalur tol dan jalur arteri, baik Jalur Pantura, jalur tengah, dan jalur selatan hingga Jawa Tengah.

Hal ini disampaikan Istiono dalam rapat bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membahas persiapan pengamanan larangan mudik Lebaran 2021.

Baca juga: Terkait Larangan Mudik Lebaran 2021, Korlantas Polri Siapkan 333 Titik Sekat

Istiono mengatakan, Korlantas Polri dan Kementerian Perhubungan mesti berkoordinasi untuk menyamakan persepsi agar larangan mudik Lebaran 2021 bisa terlaksana dengan baik.

"Beliau (Budi Karya) memberikan atensi penuh terhadap persiapan dilarang mudik untuk 2021. Koordinasi intens ini untuk penyamaan persepsi di lapangan," ujar Istiono.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alarm dari RS Wisma Atlet, Pasien Positif Dipulangkan hingga 'Teror' Sirine

Alarm dari RS Wisma Atlet, Pasien Positif Dipulangkan hingga 'Teror' Sirine

Megapolitan
Ambulans Tak Cukup, Jenazah Pasien Covid-19 di Jakarta Diangkut dengan Truk

Ambulans Tak Cukup, Jenazah Pasien Covid-19 di Jakarta Diangkut dengan Truk

Megapolitan
Kemenkes Utang Rp 144 M ke RSUD Bekasi, Wali Kota: Rumah Sakit Bisa Shut Down

Kemenkes Utang Rp 144 M ke RSUD Bekasi, Wali Kota: Rumah Sakit Bisa Shut Down

Megapolitan
Update 23 Juni: Kasus Covid-19 Bertambah 112 di Tangsel, Pasien Dirawat 669 Orang

Update 23 Juni: Kasus Covid-19 Bertambah 112 di Tangsel, Pasien Dirawat 669 Orang

Megapolitan
77 Persen Pasien Covid-19 Meninggal di Tangsel Warga Lansia dengan Komorbid

77 Persen Pasien Covid-19 Meninggal di Tangsel Warga Lansia dengan Komorbid

Megapolitan
PPDB SMA Jalur Zonasi di Kota Tangerang Diperpanjang sampai Besok

PPDB SMA Jalur Zonasi di Kota Tangerang Diperpanjang sampai Besok

Megapolitan
Diduga Hanyut, Jenazah Bocah 4 Tahun Ditemukan di Pintu Air Manggarai

Diduga Hanyut, Jenazah Bocah 4 Tahun Ditemukan di Pintu Air Manggarai

Megapolitan
Istimewanya Stasiun Terpanjang MRT di Thamrin, Diramal Jadi Titik Kumpul Baru Jakarta

Istimewanya Stasiun Terpanjang MRT di Thamrin, Diramal Jadi Titik Kumpul Baru Jakarta

Megapolitan
Audiensi Tak Ditanggapi Kampus, 19 Mahasiswa STAN yang Di-Drop Out Tempuh Jalur Hukum

Audiensi Tak Ditanggapi Kampus, 19 Mahasiswa STAN yang Di-Drop Out Tempuh Jalur Hukum

Megapolitan
Pemprov DKI Sediakan 2.500 Kamar Isolasi Pasien Covid-19 di Rusun Nagrak

Pemprov DKI Sediakan 2.500 Kamar Isolasi Pasien Covid-19 di Rusun Nagrak

Megapolitan
Batasi Kegiatan Masyarakat, Polisi Tutup Dua Jalan di Kota Tangerang Pukul 21.00-04.00

Batasi Kegiatan Masyarakat, Polisi Tutup Dua Jalan di Kota Tangerang Pukul 21.00-04.00

Megapolitan
2.801 Personel Dikerahkan untuk Jaga Sidang Vonis Rizieq Terkait Kasus Tes Usap

2.801 Personel Dikerahkan untuk Jaga Sidang Vonis Rizieq Terkait Kasus Tes Usap

Megapolitan
Anies Sebut Makam Pasien Covid-19 di TPU Rorotan Sudah Terisi 900 Petak

Anies Sebut Makam Pasien Covid-19 di TPU Rorotan Sudah Terisi 900 Petak

Megapolitan
Kebutuhan Tabung Oksigen Naik Tiga Kali Lipat di RSUD Kota Tangerang

Kebutuhan Tabung Oksigen Naik Tiga Kali Lipat di RSUD Kota Tangerang

Megapolitan
Sederat Bantuan Logistik yang Dibutuhkan Rusun Nagrak untuk Tampung Pasien Covid-19

Sederat Bantuan Logistik yang Dibutuhkan Rusun Nagrak untuk Tampung Pasien Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X