Korban Pencabulan oleh Kakek di Pademangan Diancam Akan Dibunuh jika Melapor

Kompas.com - 05/04/2021, 16:04 WIB
Ilustrasi pencabulan SHUTTERSTOCKIlustrasi pencabulan

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Guruh Arif Darmawan mengungkap fakta bahwa korban pencabulan oleh kakek di Pademangan Jakarta Utara sempat mendapat ancaman akan dibunuh jika melapor ke keluarga.

Untuk diketahui, pelaku berinisial TS (54), adalah seorang kakek yang tega mencabuli cucu perempuannya sendiri, KO, bocah berusia 7 tahun.

"Pada saat melakukan perbuatan tersebut, pelaku mengancam jangan sampai melaporkan. Kalau misalkan melaporkan kepada ibunya maupun neneknya, nanti akan dibunuh mereka," tutur Guruh di Polres Metro Jakarta Utara, Senin (5/4/2021).

Baca juga: Kakek di Pademangan Cabuli Cucu Berusia 7 Tahun hingga Tewas

TS mengaku sudah delapan kali melakukan pencabulan terhadap korban. Pencabulan dilakukan saat KO mandi, korban akhirnya mengalami infeksi pada organ vitalnya.

"Infeksi pada saluran vagina, pada kandung kemihnya merambat ke ginjal, kemudian duburnya juga terjadi infeksi," kata Guruh.

Pada Senin 22 Maret sekitar pukul 09.00 WIB, korban mengalami kejang-kejang, dan langsung dibawa ke rumah sakit.

Setelah dilakukan perawatan, korban meninggal dunia karena mengalami infeksi pada organ vitalnya pada 30 Maret 2021

Pihak rumah sakit kemudian menghubungi pihak kepolisian karena ditemukan ada dugaan perbuatan pidana terhadap korban.

Baca juga: Kakek di Pademangan Mengaku Sudah 8 Kali Cabuli Cucunya hingga Tewas

Kemudian pada hari yang sama Unit PPA Polres Metro Jakarta Utara menangkap TS di tempat kerjanya di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan ke 2 atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 46 UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang PKDRT dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Tangerang Raya, 16 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Tangerang Raya, 16 April 2021

Megapolitan
Kasus Koboi Pengemudi Fortuner Tabrak Pemotor di Duren Sawit Berujung Damai

Kasus Koboi Pengemudi Fortuner Tabrak Pemotor di Duren Sawit Berujung Damai

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 16 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 16 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bekasi, 16 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bekasi, 16 April 2021

Megapolitan
Setelah Tak Menjabat Wali Kota, Airin Fokus Kuliah S3 dan Urus Partai Golkar

Setelah Tak Menjabat Wali Kota, Airin Fokus Kuliah S3 dan Urus Partai Golkar

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Jakarta, 16 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Jakarta, 16 April 2021

Megapolitan
UPDATE 15 April: Total Ada 10.565 Kasus Covid-19 di Tangsel, 536 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 15 April: Total Ada 10.565 Kasus Covid-19 di Tangsel, 536 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Pemkot Jakpus Rutin Pangkas Pohon demi Cegah Pohon Tumbang

Pemkot Jakpus Rutin Pangkas Pohon demi Cegah Pohon Tumbang

Megapolitan
Pekan Ini, Pemprov DKI Berencana Uji Coba Tahap Pertama Flyover Cakung

Pekan Ini, Pemprov DKI Berencana Uji Coba Tahap Pertama Flyover Cakung

Megapolitan
Alat Bukti Tak Lengkap, Berkas Kasus Video Syur Gisel dan Nobu Belum Rampung

Alat Bukti Tak Lengkap, Berkas Kasus Video Syur Gisel dan Nobu Belum Rampung

Megapolitan
Bantah Sandiaga, Bandara Soekarno-Hatta Belum Akan Terapkan Tes GeNose C19 pada Mei 2021

Bantah Sandiaga, Bandara Soekarno-Hatta Belum Akan Terapkan Tes GeNose C19 pada Mei 2021

Megapolitan
Pesinetron Berinisial JS Ditangkap Polisi karena Tersangkut Kasus Narkoba

Pesinetron Berinisial JS Ditangkap Polisi karena Tersangkut Kasus Narkoba

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Tingkatkan Komposisi PPDB Tahun Ini

Pemprov DKI Akan Tingkatkan Komposisi PPDB Tahun Ini

Megapolitan
Dugaan Korupsi Damkar Depok, Kejari Depok Buka Opsi Panggil Kepala Dinas

Dugaan Korupsi Damkar Depok, Kejari Depok Buka Opsi Panggil Kepala Dinas

Megapolitan
Perpanjangan Jam Buka Restoran di Jakarta Diharapkan Bisa Layani Warga yang Buka Puasa dan Sahur

Perpanjangan Jam Buka Restoran di Jakarta Diharapkan Bisa Layani Warga yang Buka Puasa dan Sahur

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X