Tidak Ada Waktu Istirahat Saat Pembelajaran Tatap Muka di Jakarta

Kompas.com - 05/04/2021, 17:29 WIB
Pembelajaran tatap muka digelar kembali di SMPN 2 Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (22/3/2021) secara terbatas di tengah pandemi Covid-19. Tribun Jakarta / Yusuf BachtiarPembelajaran tatap muka digelar kembali di SMPN 2 Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (22/3/2021) secara terbatas di tengah pandemi Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Suku Dinas (Kasudin) Pendidikan Wilayah II Jakarta Pusat, Uripasih mengatakan, kegiatan uji coba pembelajaran tatap muka akan dilakukan sekali dalam sepekan untuk setiap jenjang sekolah.

Kegiatan pembelajaran tatap muka berlangsung selama dua jam dalam dua sesi, yakni pukul 07.00-09.00 WIB dan 10.00-12.00 WIB.

Uripasih menyampaikan, tidak ada waktu istirahat dalam kegiatan pembelajaran tatap muka di Jakarta.

"Tidak pakai istirahat, jadi langsung pulang karena masih di awal-awal dan setahun ini kan tidak di kelas. Untuk tahap pertama, seminggu sekali dulu, berikutnya seminggu dua kali, jadi bertahap ya," kata Uripasih dilansir dari Antara, Senin (5/4/2021).

Baca juga: Anies Janji Segera Beri Penjelasan Lengkap soal Pembelajaran Tatap Muka di Jakarta

Sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka juga wajib membatasi jumlah siswa yang hadir. Setiap kelas hanya boleh diisi maksimal 16 siswa.

Mata pelajaran yang diajarkan adalah pelajaran dasar seperti Matematika, Bahasa Indonesia, dan IPA. Sedangkan mata pelajaran lainnya tetap dilakukan secara online.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti diketahui, pemerintah provinsi DKI Jakarta bakal melakukan uji coba kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka mulai 7 hingga 29 April 2021 di sekolah negeri dan swasta.

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan DKI Jakarta Momon Sulaeman mengatakan, uji coba pembelajaran tatap muka di Jakarta masih bersifat terbatas. Artinya, uji coba pembelajaran tatap muka hanya diterapkan pada beberapa jenjang pendidikan saja.

Baca juga: Tenaga Pengajar Sekolah Tatap Muka di SDN 05 Rawasari Jakpus Disuntik Vaksin Dosis Pertama

"Siswa yang mengikuti tatap muka yaitu kelas 4, 5, 6 SD, kelas 7, 8, 9 SMP, dan kelas 10, 11, 12 untuk SMA dan SMK," ucap Momon seperti dilansir Tribun Jakarta.

Selain itu, sekolah tatap muka hanya dilakukan tiga hari dalam sepekan yakni Senin, Rabu, dan Jumat. "Untuk hari Selasa dan Kamis sekolah dilakukan penyemprotan disinfektan," ujar Momon.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies: Demi Keselamatan Semua, Anak-anak Biarkan Bermain di Rumah Saja

Anies: Demi Keselamatan Semua, Anak-anak Biarkan Bermain di Rumah Saja

Megapolitan
CCTV Buram, Polisi Kesulitan Ungkap Pelaku Penembakan di Kebayoran Baru

CCTV Buram, Polisi Kesulitan Ungkap Pelaku Penembakan di Kebayoran Baru

Megapolitan
Bima Arya Usul Warga Bogor yang Bekerja di Jakarta Dapat Prioritas WFH

Bima Arya Usul Warga Bogor yang Bekerja di Jakarta Dapat Prioritas WFH

Megapolitan
Sejarah Lidah Api Monas, Dibalur Puluhan Kilogram Emas Hasil Sumbangan Saudagar Aceh

Sejarah Lidah Api Monas, Dibalur Puluhan Kilogram Emas Hasil Sumbangan Saudagar Aceh

Megapolitan
Mulai Hari Ini, IGD RS Fatmawati Tak Lagi Terima Pasien Non-Covid-19

Mulai Hari Ini, IGD RS Fatmawati Tak Lagi Terima Pasien Non-Covid-19

Megapolitan
29.000 Warga Jaktim Jadi Sasaran Vaksinasi Setiap Hari demi Tercapai Kekebalan Komunal

29.000 Warga Jaktim Jadi Sasaran Vaksinasi Setiap Hari demi Tercapai Kekebalan Komunal

Megapolitan
Kapolri hingga Menkes Datangi Kampung Lockdown, Tanyakan Awal Kasus Covid-19 di Gandaria Selatan

Kapolri hingga Menkes Datangi Kampung Lockdown, Tanyakan Awal Kasus Covid-19 di Gandaria Selatan

Megapolitan
[GRAFIK] 639 Kasus Baru Hari Ini, Pasien Covid-19 Depok Lampaui Puncak Gelombang Pertama

[GRAFIK] 639 Kasus Baru Hari Ini, Pasien Covid-19 Depok Lampaui Puncak Gelombang Pertama

Megapolitan
Tes Acak di 4 Stasiun KRL Pagi Ini, 5 Orang Reaktif Covid-19

Tes Acak di 4 Stasiun KRL Pagi Ini, 5 Orang Reaktif Covid-19

Megapolitan
Rabu Besok, 6.000 Warga Usia 18 Tahun ke Atas Bakal Divaksinasi di Puspemkot Tangerang

Rabu Besok, 6.000 Warga Usia 18 Tahun ke Atas Bakal Divaksinasi di Puspemkot Tangerang

Megapolitan
Ini Syarat dan Cara Penyintas Covid-19 Donorkan Plasma Darah Konvalesen

Ini Syarat dan Cara Penyintas Covid-19 Donorkan Plasma Darah Konvalesen

Megapolitan
Kapolres Jakpus Koreksi Dinkes DKI soal Zona Merah di Rawasari

Kapolres Jakpus Koreksi Dinkes DKI soal Zona Merah di Rawasari

Megapolitan
Didatangi Orangtua Siswa yang Keluhkan Situs PPDB Eror, SMAN 1 Tangerang: Kami Minta Sabar

Didatangi Orangtua Siswa yang Keluhkan Situs PPDB Eror, SMAN 1 Tangerang: Kami Minta Sabar

Megapolitan
Kasudinkes: Penambahan Kasus Covid-19 di Jaktim di Atas 1.000 dalam 5 Hari Terakhir

Kasudinkes: Penambahan Kasus Covid-19 di Jaktim di Atas 1.000 dalam 5 Hari Terakhir

Megapolitan
Jenazah Korban Covid-19 di Sunter Tergeletak di Depan Rumah, Warga Tak Berani Pindahkan

Jenazah Korban Covid-19 di Sunter Tergeletak di Depan Rumah, Warga Tak Berani Pindahkan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X